Warna dalam kehidupan memang selalu berbeda, tidak hanya setiap hari, bahkan setiap detik.Sejak 7 tahun lalu kita menjalin hubungan, warna indah selalu hadir untuk ku, terutama untuk kita.

Tapi warna indah itu sekarang telah berubah menjadi warna abstrak, penuh dengan kebisuan. Dulu sosok mu bagai bunglon, sosok yang pandai mengubah keadaan, yang dapat mencairkan keadaan manjadi lebih hangat, tapi mengapa kali ini berbalik, kali ini kamu mengubah keadaan menjadi beribu pertanyaan. Tidakkah kamu bertanya pada dirimu sendiri, mengapa itu terjadi ?

Dulu kita tidak pernah kesulitan berbicara untuk menghabiskan waktu.

 

1. Sayang, tidakkah kamu merasakan kerinduan pada dirimu yang dulu?

Aku Sadar, Aku memaksakan kehendak ku untuk menjadikan kamu seperti pertama ketika mamadu ikatan adalah hal yang salah, tapi bukankah ada hal baik yang harusnya kamu pertahankan ?

Rumah kita yang hampir tak ada jarak seharusnya membuat kita jauh lebih ramah bersapa, bukankah kamu pernah bilang, selalu bicarakan apa yang kita rasakan, apapun itu.

Aku adalah sesosok manusia yang butuh suaramu

2. Tentu aku tidak baik sekalipun memilikinya. Lebih dari 3 Minggu dirimu habiskan tanpa kata.

Advertisement

Perubahan mu begitu drastis, sudah 3 minggu, tanpa ada kata dan sapa mu, “ah mungkin kamu ingin aku pahami dengan diam, pikir ku”

Bukankah komunikasi akan membaikan hubungan kita,

dibandingkan dengan diam ?, tak lelahkah kau selalu diam?

Apakah kau ingin aku pahami dengan diam 1000 Tahun ?

3. Tak nampak sebab kebisuanmu padaku.

Sikap Diam Wanita via http://media.iyaa.com

Rindu akan percakapan kita dulu seakan tak terbendung, banyak kalimat tanya yang tak terucap dibibirku, baru kali ini kita mengalami hal aneh seperti ini.

Aku rindu dirimu, bukan karena jauh,

namun hanya karena kamu telah berbeda

4. Tahukah kamu? banyak rasa sesal yang begitu mendalam saat kamu diam.

Aku masih sungguh tidak mengerti bagaimana bisa kamu dengan tenangnya menghadapi ini.Mulutmu seperti dijahit ribuan benang, satu hurufpun tak keluar dari bibir mu. Kondisi ini membuat ku menerka-nerka apa yang terjadi. Hingga jengah datang, ya jengah sudah datang, menunggu kata dan sapa mu yang tak kunjung mendarat kau lontarkan.

Aku terlalu rindu. Lama tak merasakan getaran suaramu yang selalu menghiasi hari ku. Aku merindukan sosokmu yang nyata….

5. Aku merindukan sosokmu yang dulu. Yang sungguh banyak menghabiskan kosa kata untuk ku.

Terkadang aku berfikiri, Apakah aku dan kamu masih bisa bahagia dengan saling diam.Apa mungkin ? Saat ada pikiran seperti itu, aku sungguh butuh sosokmu yang nyata….

Inilah caraku menyampaikan kebingungan ini kepadamu