Kini menjadi seorang wirausahawan menjadi pilihan bagi banyak orang, karena konon hal ini dipercaya dapat menjanjikan kebebasan financial dan juga kebebasan waktu bersama keluarga. Semakin banyak karyawan berbondong-bondong resign dari tempatnya bekerja demi mendirikan suatu bisnis baru dengan berbagai ide cemerlang.

Namun terkadang banyak orang yang terlalu terburu-buru mengambil keputusan untuk mendirikan sebuah bisnis, sehingga akhirnya harus gulung tikar. Menurut riset yang dilakukan oleh John L. Nesheim yang ditulis dalam bukunya yang berjudul High Tech Start Up The Complete Handbook for Creating Successful New High Tech Company, kemungkinan hanya 6 dari 1 juta ide untuk bisnis teknologi tinggi yang pada akhirnya berhasil melakukan go public.

Selain itu, ada berbagai macam penyebab start-up tidak bertahan lama salah satunya adalah salah dalam memilih partner bisnis. Lalu bagaimana cara menemukan partner bisnis yang tepat?

 

1. Diperlukan Chemistry yang Kuat

Gak cuma cari pasangan aja yang butuh chemistry

Gak cuma cari pasangan aja yang butuh chemistry via http://tkographix.com

Memiliki chemistry yang kuat biasanya diperlukan dalam memilih pasangan hidup, begitu pula dengan memilih partner bisnis. Ini memang terdengar aneh, namun jika di awal saja kamu sudah tidak klik dengan calon partner bisnismu maka akan sulit untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

2. Memiliki Visi Misi yang Sejalan

Visi misi harus sejalan

Visi misi harus sejalan via http://google.com

Visi dan misi adalah cikal bakal sebuah start-up berdiri. Tak hanya dalam bisnis, seluruh aspek kehidupan membutuhkan visi misi yang jelas. Maka pilihlah partner bisnis yang memiliki visi misi yang sejalan denganmu, jika visi misimu dengan si partner sudah kuat dan saling melengkapi, bisnismu akan tumbuh dengan cemerlang.

3. Lihat Track Recordnya

Jangan asal pilih orang

Jangan asal pilih orang via http://www.macarthurfinance.com.au

Setiap orang memiliki track record entah itu baik atau buruk, dan salah satu cara mengidentifikasi karakter seseorang adalah dengan melihat rekam jejaknya. Memang tak semua orang yang buruk di masa lalunya tidak bisa menjadi baik di masa depannya, namun jika ada yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang baik mengapa tidak dipilih? Membangun sebuah start-up memerlukan partner yang bisa diandalkan dan dipercaya agar bisnismu dapat berkembang dengan pesat.

4. Menunjukan Komitmen Dan Konsistensi

Komitmen dan konsistensi menunjukan kesungguhannya

Komitmen dan konsistensi menunjukan kesungguhannya via http://smallbusiness.chron.com

Cobalah meminta bantuan ke calon partner bisnismu untuk membantu kamu menyelesaikan project kecil-kecilan yang sedang kamu kerjakan, sebelum benar-benar merintis usaha bersama. Lihat bagaimana cara ia bekerja, jika ternyata ia menunjukan komitmen dan konsistensinya jangan ragu untuk memilihnya sebagai partnermu.

5. Buatlah Peraturan Hitam Di Atas Putih

Partnermu hanya manusia biasa yang bisa khilaf

Partnermu hanya manusia biasa yang bisa khilaf via http://www.speedtypingcontest.com

Tak cukup hanya melihat track record dan cara kerjanya? Buatlah surat perjanjian dan peraturan yang akan dijalani nantinya secara tertulis. Manusia adalah tempatnya salah, jika kamu menemukan partnermu hari ini adalah orang yang sangat kamu percaya lalu tiba-tiba di akhir tidak seperti yang diharapkan, sudah pasti kamu akan merasa kecewa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka membuat peraturan hitam di atas putih adalah sebuah keharusan.

6. Pembagian Tanggung Jawab Harus Jelas

Multi tasking boleh-boleh saja asal harus jelas

Multi tasking boleh-boleh saja asal harus jelas via http://aateam.org

Terkadang di awal membangun bisnis kita akan dituntut untuk multi tasking. Namun meski begitu kamu dan partnermu harus tahu batasan-batasan dalam mengerjakan tugas masing-masing sehingga nantinya tidak saling bertabrakan. Buatlah pembagian tanggung jawab secara jelas dan transparan sehingga pekerjaan pun dapat diselesaikan secepat mungkin.

7. Saling Menerima Kritik

Kritik adalah sesuatu yang membangun

Kritik adalah sesuatu yang membangun via https://www.linkedin.com

Untuk membangun bisnis yang kokoh diperlukan kerendahan hati. Kamu dan partnermu harus membuang ego masing-masing dan saling menerima masukan. Jika tidak tercipta kondisi tersebut maka siap-siap bisnismu tidak akan bergerak maju. Cobalah untuk melihat dari berbagai sudut pandang, maka kamu akan menyadari bahwa kritik merupakan sesuatu yang membangun.

8. Memiliki Etos Kerja

Si pekerja keraslah yang paling cocok jadi partnermu

Si pekerja keraslah yang paling cocok jadi partnermu via http://sourcebusinesspartner.com

Etos kerja yang kuat dibutuhkan bagi perusahaan untuk menumbuhkan semangat kerja yang tinggi. Jika partnermu memiliki hal itu, maka pertahankanlah! Kedisiplinan dalam bekerja merupakan panutan yang baik bagi seluruh karyawan, jika kamu dan partnermu menerapkan disiplin yang tinggi maka percayalah bisnismu akan tumbuh dengan terstruktur. 

Menemukan partner bisnis memang bukan hal yang mudah namun jika kamu sudah menjalankan cara-cara tersebut maka, selamat! karena kamu telah menemukan partner yang siap untuk diajak bertumbuh bersama…