Dalam hidup selalu ada pilihan. tapi terlahir sebagai seorang kakak itu bukan pilihan, namun takdir yang sudah ditentukan. Menjadi seorang kakak dalam keluarga, tentunya kamu mempunyai peran yang lebih besar dari adik-adikmu. Statusmu membawamu dalam situasi yang serba harus patut dan layak untuk dijadikan contoh dan panutan. Karena namamu akan selalu disebut-sebut ketika orang tuamu menasehati adik-adikmu. 

"Dek, nilai kamu kok gak ada peningkatannya, malah sekarang lebih menurun. Kamu itu ngapain saja di sekolah? Lihat dong kakak kamu."

Orang tuamu menyuruhnya untuk "melihat". Itu berarti dalam hal ini kamu memiliki sesuatu yang membanggakan dan layak untuk dicontoh. Coba bayangkan kalau tidak? Adikmu tersebut akan semakin merajalela dan tak akan sungkan-sungkan untuk melawan memiliki adik perempuan.

 

1. Jika kamu memiliki 2 adik perempuan dan mereka sedang bertengkar lebih baik kamu tidak usah ikut campur

lerai tidak ya, lerai tidak ya? tidak !

lerai tidak ya, lerai tidak ya? tidak ! via https://kotakmungil.files.wordpress.com

Tahukan kenapa seharusnya kamu tidak usah ikut campur atau bahkan mencoba untuk melerai mereka? Karena itu cuma akan menambah runyamnya pikiranmu. Saat kamu sebagai kakak mencoba menghentikan pertengkaran mereka, kamu harus siap untuk menelan pil pahit atas niat baikmu tersebut, sebab hal yang kamu lakukan itu akan terlihat tidak adil.

Salah satu dari adikmu tersebut pasti akan menganggapmu sama dengan hukum negara ini yang terkadang berat sebelah, dan parahnya kamu akan di suguhkan dengan kalimat "iya, bela aja dia terus karena cuma dia itu adikmu. Aku ini apalah, cuma orang yang selalu disalahkan di rumah ini" .

Kalau sudah seperti itu, kamu mau kasih pembelaan yang seperti apapun, dia gak bakal mendengarkanmu. Lebih baik kamu lanjut beraktifitas dan pura-pura amnesia soal apa yang diucapkannya karena nanti dia pun akan berlaku sama, apalagi bila dia sedang ada maunya. Sebagai kakak yang penuh cinta kamu akan benar-benar bisa melupakan itu dan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan adikmu.

2. Jika ada pria yang mendekatimu dan ternyata adikmu diam-diam suka memperhatikannya, lebih baik tepis halus

ciaat ciatt ketempean

ciaat ciatt ketempean via https://claraanis14.files.wordpress.com

Sulit memang kalau sudah berbicara tentang cinta. Cinta itu adalah kata yang paling tidak peduli terhadap para pelakunya. Sering terjadi bahwa persahabatan yang sudah berjalan lama harus kandas karena tiba-tiba cinta menghampiri. Kalau bisa itu jangan sampai terjadi dalam persaudaraan. Cinta biarlah cinta, jangan sampai menghancurkan tali persaudaraan.

Bagi yang tidak suka mungkin mudah untuk menepis halus pria yang sedang mendekatinya tersebut. Tapi bagi yang suka bagaimana? Paling tidak kamu perlu bicara berdua dari hati ke hati sama adikmu. Karena ketika semua terbuka, kamu bisa tahu untuk memantapkan langkahmu nantinya. Keterbukaan adalah solusi untuk mendapatkan solusi meskipun terkadang solusi itu sendiri tidak juga didapatkan hingga ego terpaksa harus berjalan di depan.

3. Sering bertengkar karena barang-barangmu seenaknya dipakai adikmu

Kalau ini sih terlalu sering. Siapa yang tidak kesal kalau barang kepunyaannya sendiri seenaknya dipakai oleh orang lain, meskipun itu adik sendiri. Apalagi kalau misalnya barang itu barang kesukaanmu yang sedang ingin kamu gunakan dan malangnya lagi, barang itu sampai rusak olehnya.

Namun lagi-lagi, sekesal apapun kamu, kamu akan kembali makan hati ketika dia bilang "beli lagi saja, aku gak sengaja". Dia sanggup nyuruh beli lagi. Dan yang jadi pertanyaan kenapa bukan dia aja yang beli sendiri? Itu karena secara turun-temurun dalam keluarga. Seorang adik sudah diberi gelar peleles terbaik.

Jadi waspadalah, kehilangan barang dari rumah bukan selalu karena ada maling, tapi karena adikmu yang memakainya. Di balik itu semua, sejengkel apapun kamu karena ulah adikmu, kamu akan tetap menyayanginya. 

4. Tidak suka dibanding-bandingkan tapi curhat ke teman kalau dia pengen seperti kamu

Kadang kamu sendiri sulit mengerti sama jalan pikiran adikmu? Dibilang sirik sepertinya kurang pas, tapi tak jarang mereka mengganggap kamu sebagai saingannya. Mereka gak suka kalau dibanding-bandingkan sama kita, apalagi kalau di sama-samakan. Selalu saja kurang terima, meskipun sebenarnya mereka bangga. Cuma selalu berusaha untuk menutupi itu, pusing tapi lucu.

5. Mereka adalah orang yang selalu punya cara untuk mengangkatmu tinggi lalu menjatuhkanmu kembali

Pernah gak kamu dimarahi sama mamamu cuma karena ngobrol di telpon terlalu lama sama pacarmu, lalu adikmu datang membelamu dengan mengatakan gurauan ini, "ih mama kayak gak pernah muda saja". Secara otomatis kamu akan senang karena ada yang membela dan meminta bantuan padanya. "Iya tuh, mama kayak gak pernah muda saja, jelasin dek jelasin, biar mama tahu" 

Alih-alih dibantuin lagi, kamu malah di jatuhkan, "lagian telinga kakak gak panas apa nelpon selama itu, ketawa-ketawa sendiri". Tapi candaannya itu yang membuat tawa tiba-tiba hadir.