Semua orang pasti punya masa kecil. Masa indah yang memperkenalkanmu dengan awal kehidupan. Segala hal yang kamu kenal di masa kecil membuat matamu terbuka bahkan terbelalak karena takjub, bahagia, atau kaget terhadap suatu hal.

Ketidaktahuan di masa kecil mungkin jadi awal dari kenakalanmu. Tetapi ternyata masa kecilmu tidak hanya diisi dengan kenakalan saja. Karena 7 Praktik IPA yang sederhana ini sudah cukup membuktikan kalau kamu pernah menampilkan talenta bak ilmuwan sewaktu kecil :

 

1. Tauge: Salah Satu Penemuan Terbesar yang Menjadi Mahakaryamu Di Masa Kecil

Girang hati ini jikalau segenggam kacang hijau sukses jadi segerombolan tauge

Girang hati ini jikalau segenggam kacang hijau sukses jadi segerombolan tauge via http://Zisaja.blogspot.com

Masih ingat kapan kamu pertama kali menanam tauge untuk praktik IPA di SD?

Tauge lho ya, bukan toge. Karena toge itu lain lagi definisinya.

Rasanya mustahil kalau ada orang yang pernah melewati masa kecil tanpa menanam tauge untuk memenuhi nilai praktik IPA. Siapapun kamu dan apapun profesimu sekarang, jadi dokter, polisi, guru, programmer, penulis atau entrepreneur, menanam tauge dari biji kacang hijau jelas pernah kamu lakoni di masa kecil dahulu.

Masa kecil itu kamu lalui dengan begitu sederhana, ya. Bukan galau karena chat tidak dibalas gebetan atau dimarahi bos dan dosen, kamu hanya gusar jika biji kacang hijaumu yang diletakkan di selembar kapas basah tak juga kunjung bertumbuh. Hati ini terasa senang saat tauge yang kamu besarkan itu tumbuh gemuk, sehat, lucu, dan cerdas.*loh

Maksudnya, tauge yang tumbuh dengan bentuk batang lurus, subur dan berisi pasti akan dapat nilai yang sempurna dari bapak ibu guru. 

2. Bukan Cuma Ginjal yang Bisa Dicangkok, Pohon Mangga Pun Bisa

Makin kecil pohonnya, makin susah dicangkok !

Makin kecil pohonnya, makin susah dicangkok ! via http://Globalnews.co.id

Popularitas pohon mangga sebagai pohon yang paling tepat guna untuk dicangkok juga sudah pernah kamu buktikan di sekolah. Anak-anak perempuan akan membawa tanah, plastik pembungkus dan tali sedangkan bocah lelaki ditugaskan membawa pohon mangga berukuran sedang.

Sesungguhnya praktik mencangkok tersebut malah kerap kali tak membuahkan hasil cangkokan yang maksimal. Yang ada tinggallah rasa asyik bermain tanah di dalam kelas. Tak akan ada kesempatan lain yang membuat ibu gurumu menghalalkan kelas kesayangannya dikotori dengan getah pohon mangga dan tanah yang berserakan dimana-mana.

So, nikmati saja momennya kendati beberapa minggu kemudian akar-akar pohon mangga tak kunjung terlihat pada hasil cangkokan yang kamu buat.

Mungkin kamu terlalu bersemangat saat mencungkil dan mengangkat bagian kulit batang pohon mangga. Sehingga pohon mangganya gagal berkembang secara vegetatif, melainkan nyaris sekarat karena kekeliruanmu.

3. Masih Menjadi Rahasia Kenapa Putri Itu Malu-malu

Bergetar hati ini sama-sama malu kala menyentuh sang putri.

Bergetar hati ini sama-sama malu kala menyentuh sang putri. via http://Zonabisnis.com

Wah, bukan cuma remaja putri yang sedang puber saja yang bisa malu-malu kalau dipandangi lama-lama. Ternyata ada pula tanaman yang tak kalah malunya waktu disentuh dengan seujung kuku saja. Tanaman itu tak lain adalah si putri malu.

Tanaman dengan nama latin Mimose pudica itu memang istimewa dibandingkan dengan tanaman lainnya. Daun-daunnya yang sangat kecil akan mengatup saat terkena rangsangan sentuh. Kamu tak akan sibuk mencari tahu kenapa putri malu akan mengatup saat disentuh karena kamu malah terlanjur asyik untuk mengganggunya dengan jari-jari mungilmu.

Sejatinya ada zat-zat potasium dalam daun yang memaksa air keluar dari sel-sel daun. Akibatnya, tekanan dalam sel jadi hilang dan menyebabkan daun jadi mengempis.

Hayo ngaku! Kamu pasti baru mengetahui alasannya sekarang, kan?

4. Persahabatan Antar Spesies dengan Kupu-Kupu Lucu

Ulat kecil kesayanganmu tumbuh cantik menjadi kupu-kupu lincah

Ulat kecil kesayanganmu tumbuh cantik menjadi kupu-kupu lincah via http://Thewhoot.com.au

Praktik yang satu ini tidak kalah fenomenal dengan mahakarya tanaman taugemu, sungguh tidak kalah fantastisnya!

Tauge itu memang kamu besarkan dengan kedua tanganmu, tetapi tauge itu tak semenarik kupu-kupu yang merupakan serangga pertamamu. Selain pembudidaya kupu-kupu dan murid SD, rasanya di dunia ini tak ada lagi orang yang getol memelihara kupu-kupu.

Kupu-kupu itu tak langsung jadi cantik saat pertama kali kamu mengenalnya. Dia yang kamu ambil dari permukaan daun kala itu punya tampang yang buruk rupa dengan tubuh kenyal ditumbuhi bulu. Dari seekor ulat jelek yang bikin orang lain jijik, kamu besarkan dia di dalam toples sampai dia siap menjadi kepompong. Terakhir, kebahagiaanmu sebagai ilmuwan kecil akan lengkap saat kepompong itu berhasil menjelma jadi kupu-kupu yang cantik.

Melepaskan kupu-kupu itu ke alam bebas akan memberikan sensasi perasaan yang belum pernah kamu alami. Kamu pasti bahagia karena berhasil memelihara ulat hingga bermetamorfosis jadi kupu-kupu. Tetapi saat itu kamu pun sedih karena harus berpisah dengan serangga pertamamu. Hiks!

5. Kantung Misterius yang Mengusik Kepekaan Hidungmu

Tak cuma tingkat intelektual, kepekaan hidung pun patut diuji.

Tak cuma tingkat intelektual, kepekaan hidung pun patut diuji. via http://Buahhati.co.id

Pelajaran IPA yang satu ini biasanya akan diperoleh di kelas 6 SD. Mengenal kelima alat indera pada manusia akan terasa kurang seru bila tak langsung disertai praktik, ya. Bapak ibu gurumu biasanya akan menyiapkan benda-benda misterius di dalam kantung berbahan kain. Benda-benda itu punya aroma kuat yang kemudian harus kamu identifikasi satu demi satu. Biasanya benda-benda yang digunakan sebagai materi uji adalah ragam bumbu dapur yang aromanya sangat khas.

Penggalan percakapan ini diilhami oleh kisah nyata :

“Yonathan, coba tebak ini isinya apa?”

“Hmm... apa ya, bu?”, tukas Yonathan sembari mengendus-ngendus kantung kain yang disodorkan bu guru.

“Ya apa dong, coba tebak dulu !”

“Baunya kok kayak susu kacang ya, Bu.”

Ah, ternyata kantung itu berisi beberapa potongan daun pandan. Memang sih susu kacang kedelai biasanya menggunakan daun pandan sebagai bahan dasar, tetapi jawabanmu nyatanya masih jauh dari kata sempurna.

Selain harus mengasah kepekaan indera penciuman, rupanya kamu juga harus belajar banyak tentang rempah-rempah dan bumbu dapur!

6. Bahkan Potongan Magnet Juga Bisa Marahan Lho

Potongan magnet beda kutub akan merekat manja satu sama lain

Potongan magnet beda kutub akan merekat manja satu sama lain via http://Desikurni.blogspot.com

Pokok bahasan mengenai medan magnet selalu membuat mata murid-murid berbinar-binar kala membahasnya. Ih, norak sekali deh waktu bisa melihat potongan magnet dalam ukuran yang cukup besar. Ada yang berbentuk tabung, batang, tapal kuda serta bentuk unik lainnya.

“Bu, kok ini yang S sama S gak mau nempel malah jauh-jauhan, ya?

Lagi berantem kali ya , Bu?”

“S sama S tolak menolak, N sama N juga tolak menolak. Kalo S sama N baru tarik menarik.”

Amboy, lucunya potongan-potongan magnet ini. Kutub-kutub magnet yang sejenis pasti langsung memberi respon menjauh waktu kamu dekatkan satu sama lain. Berkat praktik medan magnet ini, suasana belajar mengajar di kelas jadi lebih ceria dan menarik.

7. Berterimakasihlah Pada Rangkaian Listrik Sederhana

Bagaikan ahli listrik gayamu kala merangkai sistem listrik sederhana

Bagaikan ahli listrik gayamu kala merangkai sistem listrik sederhana via http://Made82math.wordpress.com

Tidak ada kamu yang mahir mengganti colokan kabel kipas angin di hari ini kalau tak ada praktik rangkaian listrik sederhana yang kamu pelajari saat SD. Bermodalkan baterai berukuran besar, kabel, serta bohlam lampu mininya, bapak ibu gurumu setia mengajarkanmu membuat rangkaian listrik sederhana.

Rasa bangga kala itu tak bisa ditukar dengan apapun waktu rangkaian listrikmu bisa menghasilkan pijar pertamanya. Pada hari-hari berikutnya, kamu mulai bisa menyempurnakan rangkaian listrikmu dengan menambahkan saklar di dalamnya. Persis seperti miniatur sistem listrik kompleks yang sekarang kamu kenal.

Jangan lupa untuk menghemat baterai yang kamu bawa saat praktik rangkaian listrik, ya. Supaya nanti saat rangkaian listrikmu akan dinilai oleh bapak ibu gurumu, baterainya masih cukup untuk menghasilkan pijaran bohlam yang terang. Jika kamu masih bersikeras memainkan saklarnya, maka bisa dipastikan baterainya akan cepat habis dan kamu pun mulai panic at the disco.

 

Dari ketujuh praktik IPA tersebut, manakah yang pernah kamu lakukan semasa kecil?

Saat ini kamu mungkin sudah tidak membutuhkan esensi pelajaran IPA sederhana tersebut dalam hidupmu. Namun yakinlah bahwa ketujuh praktik IPA itu telah membentuk pribadimu yang kini tekun, pantang menyerah, bertanggungjawab dan selalu punya cara untuk menjawab rasa ingin tahumu sendiri.

Proses belajar itu bukan cuma di sekolah, melainkan harus dilakukan selama kamu masih punya napas, tenaga dan akal sehat. Selamat belajar!