Hai, masa laluku...

Sudah lama kita tak bertegur sapa ataupun berkirim kabar. Apa kabar kamu yang pernah menjadi bagian dari hari-hariku? Apakah kamu sudah makan? Apakah kamu hidup dengan baik? Hal itu yang dulu selalu aku pastikan setiap harinya, namun kini satupun aku tak tahu lagi. Memang kamu adalah pasangan yang paling berjuang untuk kita, tapi kini seolah kamu ditelan gemerlapnya dunia dan hanya sesekali muncul di jejaring sosialku.

Saat aku tak sengaja mengingatmu, aku selalu merasa berdosa pada Penciptaku karena tak seharusnya aku menduakan-Nya hanya untukmu yang sekarang telah pergi. Berikut adalah hal yang sangat aku sesali karena aku dulu pernah menjalani hubungan pacaran:

 

1. Dahulu, aku selalu menjadikan keluargaku nomor sekian setelah kamu.

keluarga yang kunomer sekiankan

keluarga yang kunomer sekiankan via http://www.downunderlifestyle.com

Saat aku bersamamu, tak sedikit pun aku ingat keluargaku. Buktinya, saat aku sedang denganmu, aku tidak pernah sibuk dengan telepon genggamku untuk membuat percakapan panjang dengan keluarga. Akan tetapi saat aku bersama keluarga, aku selalu sibuk dengan telpon genggam dan percakapan kita panjang kali lebar dan hasilnya percakapan luas.

Meskipun demikian, sekarang yang terbukti kuat berada di sampingku adalah keluarga. Kesimpulannya, dahulu kita sia-sia.

2. Aku malu terhadap kedua orang tuamu.

Malu kepada keluargamu

Malu kepada keluargamu via http://lecahier.com

Aku sangat malu dengan kedua orang tuamu karena dahulu telah menyita semua hak orang tuamu atas dirimu. Waktu yang seharusnya untuk kedua orangtuamu tetapi aku minta untuk sekedar mengunjungi tempat yang bahkan aku lupa berapa kali aku mengunjunginya. Aku selalu membuatmu pulang terlambat karena aku memintamu untuk menemaniku membeli barang yang tidak penting.

Aku malu karena yang diperjuangkan anaknya dahulu sekarang sudah benar-benar menjadi orang lain. Aku menyayangkan dahulu aku pernah berkenalan dengan mereka yang mungkin saat ini mereka lupa tak berbekas sedikitpun.

3. Aku minta maaf karena aku pernah menjadi penyebab jauhnya kamu dengan sahabat dekatmu.

sahabat dekatmu dulu

sahabat dekatmu dulu via http://www.dotnews.gr

Aku yang selalu marah ketika kamu lebih mementingkan sahabatmu. Aku yang selalu memintamu menemaniku padahal aku tahu bahwa saat itu adalah waktu dengan sahabatmu. aku begitu cemburu ada orang lain yang spesial di kehidupanmu. Aku begitu takut saat kamu bersamanya, kamu jadi melupakanku. Hal itu yang menimbulkan konflik diantara kalian.

Inginku mendamaikan kalian kembali. Tapi rasanya sudah terlabat karena ternyata pandangan hidup kalian sudah tidak sejalan lagi. Maafkan aku atas sikapku yang sangat buruk itu.

4. Kita adalah fatamorgana kebahagiaan.

fatamorgana kebahagian kita

fatamorgana kebahagian kita via http://isigood.com

Dahulu aku berpikir, jika bersamamu aku akan mendapatkan kebahagiaan. Setelah kita menjalani berdua beberapa bulan, yang terjadi adalah aku selalu gelisah karena ketakutan, keegoisan, dan semua rasa yang muncul hanya menyiksaku dari waktu-waktu.

5. Janji yang kamu ucapkan menimbulkan dosa karena tidak kamu tepati.

janjimu dulu tak kamu tepati

janjimu dulu tak kamu tepati via http://positivetruth.com

Kamu selalu berjanji akan selalu berada di sisiku sampai kapanpun. Aku hanya satu-satunya untukmu. Tapi lihat sekarang! Sudah ada orang lain yang menggantikanku sebagai kekasih barumu. Mungkin dia terbaik untukmu. Aku doakan kamu sadar bahwa hubungan kalian adalah dosa dan belum pantas untuk sekarang.

               

 

6. Sayangnya, perjuangan kita sia-sia.

perjuangan yang sia-sia

perjuangan yang sia-sia via http://www.modelis.ru

Aku akui bahwa kamu selalu berjuang untukku dahulu. Kamu membantuku sebagai orang terdekatku. Kamu memberikan segalanya untuku seperti waktu, tenaga, pikiran. Begitu pula aku yang selalu memperhatikan dan mengutamakanmu. Nyatanya, kita sekarang seperti berada di dimensi lain. Ruang hati tempatku dulu sudah jadi milik orang lain pun demikian denganmu. Jadi, perjuangan kita hanya sia-sia.

                

 

7. Wahai Sang Penciptaku, sekarang aku tahu mengapa Engkau melarangku berdekatan dengan orang yang belum sah.

sampai saatnya nanti juga bahagia

sampai saatnya nanti juga bahagia via http://vemale.com

Hal buruk yang telah kita timbulkan bukan hanya untuk kita, tapi juga orang-orang di sekitar kita. Seperti keluarga dan sahabat. Hal tersebut membuatku sadar bahwa larangan-Mu jika aku lakukan, mutlak memberi keburukan. Pacaran dalam agama kita tidak diperbolehkan karena tidak ada pacaran syar’i. Kita tidak boleh menggunakan kata syar’i untuk memperhalus dosa sehingga kita melakukannya dengan tenang.

Sampai waktunya nanti, kita akan merasakan indahnya memiliki pasangan yang halal, yang benar-benar menjadi milik kita seutuhnya dan selamanya. Hanya perlu menunggu sedikit saja untuk kedatangan orang yang benar-benar telah ditakdirkan dahulu saat kita diciptakan. Bersabarlah! Semua akan indah pada waktunya.