Dalam hidup ini, siapa sih yang tidak ingin mencapai yang namanya kesuksesan!

Memang tingkat kesuksesan setiap orang berbeda-beda, tetapi tetap ingin sukseskan?

Tak jarang orang berpikir bahwa cara yang terbaik untuk meraih kesuksesan tersebut adalah dengan cara mempelajari dan menguasai berbagai macam keterampilan dan kebiasaan baru yang menghasilakan pondi-pondi rupiah. Memang hal tersebut dapat membantu, tetapi menjadi sukses bukanlah hal yang mudah seperti bermimpi.

Kadang disaat kesempatan untuk memulai kesuksesan itu datang, kita merasa belum siap untuk memulai perjuangan. Takut gagal, mengecewakan orang lain, hingga pada ujungnya kamu memilih untuk mundur dan menyerah dari semua tujuan yang selama ini ingin kau capai.

Memang hal-hal seperti itu sering kali menghinggapi pemikiran kita saat ingin melangkah ke depan, tetapi apakah alasan yang seperti itu pantas untuk kau bilang menyerah? Tentu tidakkan?

Nah, biar kesuksesanmu itu bukan mimpi lagi, coba deh perbaiki hal-hal negative yang mengganggu kamu dari kesuksesan. Dikutip dari laman lifehack, inilah 8 hal yang mesti kamu perbaiki atau bila perlu kamu hapus dari hidupmu biar kesuksesan bukan mimpi saja. Cek it out….

 

 

1. 1. Berhentilah membuat alasan yang mampu menghambat suksesmu

Berhentilah membuat alasan yang bertele-tele!

Berhentilah membuat alasan yang bertele-tele! via http://pexels.com

Setiap orang punya alasan untuk bisa sukses, begitu juga banyak alasan ketika menyerah pada keadaan. Memang menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain sudah umum dilakukan, hanya untuk sebuah alasan biar bisa menyerah. Tetapi orang-orang sukses tidak mencoba untuk menyalahkan keluarga mereka, teman-teman mereka, bos mereka atau rekan kerja mereka untuk hidup mereka. Sebaliknya, mereka belajar memahami bahwa mereka harus bisa bertanggung jawab penuh atas kehidupan dan situasi mereka sendiri.

Mereka sadar, bahwa untuk meningkatkan keberhasilan, mereka tidak boleh membuat banyak alasan dan menyalahkan orang lain yang nantinya akan berpengaruh terhadap kesuksesan mereka. Alasan-alasan yang sering kamu buat itu adalah rasa malas yang dibungkus dalam sebuah alasan.

Memang tak mudah untuk berhenti membuat alasan, tetapi jika terpaksa membuat alasan, kamu harus memikirkannya secara logis resiko yang mungkin saja terjadi.

 

2. 2. Lepaskan rasa perfeksionis mu itu

Lepaskan rasa perfeksionis mu itu

Lepaskan rasa perfeksionis mu itu via http://ziesehat.com

Setiap orang ingin mencapai yang namanya kesempurnaan. Tetapi kesempurnaan itu tidak mungkin tercapai secara sempurna, sehingga berusaha untuk mencapai kesempurnaan hanya akan buang-buang waktu saja. Jika kamu masih saja mengkhawatirkan kesalahan-kesalahan yang telah kamu buat dan takut untuk memulai hal yang baru.

Focus untuk berhenti mengkhawatirkan sesuatu yang telah berlalu dan mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, meskipun hanya langkah-langkah kecil. Bukannya hal yang besar itu berawal dari hal yang kecilkan?

Memang tidak ada yang sempurna, tetapi setiap orang bisa membuat keputusan untuk menjadi orang yang lebih baik, dengan selalu bersyukur dan berterima kasih terhadap apapun itu.

3. 3. Rasa takut itu memang wajar, tetapi kamu harus tahu kapan menggunakan rasa takut itu

Perbaikilah rasa takutmu itu!

Perbaikilah rasa takutmu itu! via http://pexels.com

Merasa kecil dihadapan orang lain, tanpa kamu sadari hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kesuksesanmu. Ketika dihadapakn dalam sebuah diskusi, kamu lebih memilih untuk diam tenang tanpa menyalurkan pemikiranmu. Kamu terlalu takut untuk mengambil resiko terhadap apa yang kamu bicarakan nantinya dan terlalu memikirkan scenario terburuk. Apakah kamu sadar, jika kamu terus saja bersikap seperti itu maka kamu sama saja menghentikan potensi yang kamu miliki, bahkan kamu telah menghapus kesempatan untuk bisa sukses.

Memang setiap orang memiliki sikap yang berbeda satu sama lain, ada yang introvert dan ekstrovert. Meskipun begitu, berani untuk mengambil resiko, memulai berbicara dengan orang lain, dan mengeluarkan semua potensi yang kamu miliki tidaklah salah.

Hapuslah pemikiran kamu akan rasa takut itu, coba positif thingking terhadap setiap hal. Tentu kamu akan merasa lebih mudah untuk meraih kesuksesan.

 

4. 4. Hapus Kebutuhan Untuk Kontrol Semuanya

Lupakan untuk melakukannya sekaligus!

Lupakan untuk melakukannya sekaligus! via http://pexels.com

Kamu pikir dengan mengendalikan segala sesuatu itu akan membuat kamu sukses?

Mencoba untuk melakukannya secara bersamaan memang terlihat dapat mempersingkat waktu, tetapi kamu harus menguras otakmu lebih keras, tak jarang kamupun merasa sakit kepala, stres, bahkan frustasi. Tentu hal seperti tidak baik untuk dilakukan dan akan sia-sia saja.

Bukannya mengendalikan segala sesuatu, malahan kamu membuat permasalahan baru. Kamu harus bisa mengontrol kemampuanmu, bukannya terus memaksakan. Tetapi lebih baik kamu fokus saja terhadap hobimu atau hal-hal yang bisa kamu lakukan.

Ego memang tinggi, kalau diturutin mah tak ada habisnya. Mending lakukan hal yang terbaik saja!

 

5. 5. Tetap berada dalam pemikiran yang sama, hanya akan membuat kamu ketinggalan

Cobalah untuk lebih terbuka lagi pemikiranmu!

Cobalah untuk lebih terbuka lagi pemikiranmu! via http://pexels.com

Banyak orang memiliki pemikiran yang tetap, meskipun waktunya sudah berubah. Mereka tidak mau berusaha mempelajari lebih lanjut atau mengubah pola pemikiran mereka. Terlalu takut menatap kenyataan atau terlalu dimanjakan oleh masa lalu. Hingga untuk keluarpun mereka tak mampu.

Terjebak pada masa lalu hanya akan membuatmu ketinggalan dan sulit untuk meraih kesuksesan. Cobalah untuk membuka mata dan pikiranmu, rangkullah pengetahuan, pelajarilah hal-hal yang baru, dan ingat bahwa kamu selalu dapat menjadi lebih bijaksana dan terbaik.  

6. 6. Hapus keinginan Untuk Sukses dalam semalam

Cobalah untuk berusaha mengikuti proses!

Cobalah untuk berusaha mengikuti proses! via http://matadunia.net

Duh, sadar gak sih kalau yang namanya sukses itu mana ada dalam semalam!

Yang ada itu kamu harus berusaha melewati proses-proses kesuksesan. Kesuksesan itu tak mudah untuk diraih, butuh waktu, butuh proses, tak ada yang instan. Ibarat merajut kamu harus merajutnya  tahap-demi tahap, tidak bisa langsung jadi. Butuh keahlian merajut dan design yang cocok. Semua itu  membutuhkan proses, ingat ya kesuksesan itu tak datang semalaman. Tapi kamu perlu rencana dan melakukannya dengan giat.

Mending hapus saja deh pemikiran kamu tentang sukses dalam satu malam! Karena hal itu hanya akan membuat kamu malas untuk berusaha dan cuma bisa bermimpi terus.

7. 7. Hindarilah berteman dengan orang yang memiliki sikap negative dan pesimis, nanti kamu ikut-ikutan deh!

Pilihlah teman yang memberikan hal positif untukmu!

Pilihlah teman yang memberikan hal positif untukmu! via http://pexels.com

Memang sih kita tidak boleh pilih-pilih teman, tapi kalau temannya itu dapat mengarahkan kita pada hal yang negative kan itu tak baik untuk menjadi teman. Makanya, jika kamu tidak ingin ikut-ikutan orang berpemikiran negative, pesimis dan mudah menyerah, mending kamu cari teman yang berpemikiran positif, optimis, dan benar-benar peduli padamu.

Kamupun akan lebih termotivasi dan semangat untuk meraih mimpi-mimpimu itu, strespun akan berkurang. Karena teman yang positif seperti itu akan selalu siap mendukungmu, meskipun saat kamu terjatuh.

8. 8. Piker lagi untuk mengatakan “ya”, jika bertentangan dengan isi hati kamu

Jujurlah, jangan bohongi isi hatimu yang sebenarnya!

Jujurlah, jangan bohongi isi hatimu yang sebenarnya! via http://pexels.com

Pernah kamu terpaksa mengatakan “ya” hanya untuk membuat orang itu senang, padahal hati kamu mengatakan "tidak"? Gimana rasanya? Pastinya ada rasa mengganggukan, karena kamu telah berbohong.

Mungkin bukan hanya kamu saja, tetapi beberapa orang juga melakukan hal yang sama. Berjuang untuk mengatakan “ya” kepada orang-orang di sekitar mereka, bahkan jika mereka ingin mengatakan "tidak". Mungkin terselip alasan ketika mengatakan “ya”, tapi lihatlah kamu baru saja menghilangkan kepercayaan dirimu.

Berani dan mengatakan “tidak” ketika Anda ingin bukanlah yang salah, kho! Piker lagi deh untuk mengatakan “ya”, karena akan berakibat dengan dirimu sendiri dan mimpi-mimpi indahmu.

Kalau sudah tahu begini, perbaiki sekarang sikap kamu! Kalau tidak sekarang, apa mau suksesmu terhalang lagi dengan sikap-sikap konyolmu itu?