Teman-teman sudah hengkang satu per satu. Mulai kerja di perusahaan ini-itu, undangan udah seperti jadwal malam minggu. Kamu masih asik ngopi di tikungan. Nongkrong di cafe. Hafal macam-macam game atau masih asik jualan. Comon guys, it’s time to awake!
 

1. Tidak Ada Cara Menyelesaikan Skripsi Selain Mengerjakannya

skripsi-mojok

skripsi-mojok via http://mojok.co

Skripsimu tidak akan pernah kelar jika kamu hanya memikirkannya tapi tidak mengerjakannya. Lebih buruk lagi hidupmu jadi tidak tenang gara-gara skripsi yang gak kelar-kelar. Makan gak enak, tidur gak jenak bakalan terus kamu rasakan kalau kamu terus menunda.

Mari hitung-hitungan sebentar. Rata-rata tebal skripsi 100 halamanlah ya? Satu semester=6 bulan, 6x30hari=180 hari. Kalau 1 hari aja kamu bisa nulis 1 halaman, skripsimu udah kelar sebelum 1 semester.

Tapi, bukan itu point pentingnya. Kerjakanlah skripsimu dengan seluruh kemampuan terbaikmu secara konsisten. Satu atau dua halaman setiap hari tidak masalah. Jangan membebani diri dengan jadwal konsultasi yang kamu kejar. Kamu boleh kok sesekali menghilang minggu ini dan muncul minggu depan, asal kamu bisa dapat hasil yang maksimal. Apalagi jika itu revisian. Alasan bisa kamu karang, asal jangan dijadikan kebiasaan. Hal terpenting adalah sungguh-sungguh pada saat mengerjakannya. Ketika kamu memutuskan cukup untuk hari itu, jangan lagi memikirkannya. Kamu tetap bisa menjalani aktifitas lainnya, tanpa khawatir skripsi tertunda. Kamulah yang dapat menanamkan motivasi untukmu sendiri setinggi-tingginya. Orang lain hanya suporter belaka. Gak seharusnya kamu selalu bergantung pada mereka.

2. Berhenti Berdoa dan Mengeluh di Media Sosial.

4a17f851decb317fbcaf7d8aac30f1ef

4a17f851decb317fbcaf7d8aac30f1ef via https://patahtumbuh.files.wordpress.com

Curhat kok ke ribuan orang :*). Mengeluh kok ke teman senasib. Berdoa kok pakai narsis. Ayo mulai sadar diri. Kamu sudah bukan anak kecil lagi. Media sosialmu kini adalah ajang interview kepribadian. Mulailah bijak menggunakan. Pamerkan skill bukan keluh kesah keseharian. Buat orang merasa kamu dibutuhkan dan dapat diandalkan. Banyak mengeluh di media sosial dapat membuat  mereka merasa kamu adalah gangguan dan gak dapat menghadapi tantangan.

Menyindir dosen lewat meme-meme keren juga bukanlah hal gak sopan. Sekalipun kamu merasa dipermainkan. Terlebih jika kamu dan dosenmu juga berteman di dunia maya. Percayalah, tidak ada dosen yang berniat menelantarkan mahasiswanya, tapi mahasiswa yang dibimbingnya bukan hanya kamu seorang.

Oleh karenanya hindari sikap demikian meski hanya buat lucu-lucuan. Kalau kamu saja tidak bisa menghormati dosenmu. Apa dosenmu mau menghargaimu? Bagaimana pun juga kamulah yang lebih membutuhkan.

3. Jadikan Skripsimu Fokus Utama

161776-1446519998-739434

161776-1446519998-739434 via http://srv1.portal.p-cd.net

Tujuan akhir studi memang penerapan di lapangan, yang pada akhirnya terapan itu diharapkan dapat mencukupi kebutuhan. Tak jarang kebutuhanmu sudah dapat kamu cukupi sebelum studi selesai. Tapi, ingatlah menyelesaikan studi adalah tanggungjawab diri. Tidak bijak menelantarkan studi selama ini, hanya karena skripsi belum selesai.

Toh, kamu juga butuh bukti pengesahan menyelesaikan studi suatu hari nanti. Untuk sementara waktu mengalahlah dari segala kesibukan dan jadikan skripsimu fokus utama. Setelah urusan ini selesai, mencukupi kebutuhan dapat kamu jalani dengan lebih santai lagi.

Kebutuhan yang kamu cukupi itu banyak wujudnya, di antaranya bekerja dan menikah. Kalau pun kamu sudah berpenghasilan lumayan, kamu harus tetap meluangkan waktu untuk mengerjakan (ingat: mengerjakan, bukan membeli!). Kalau kamu sudah menikah (terutama yang perempuan), bukan lantas kamu tidak memerlukan gelar. Bukankah kamu lebih bangga menceritakan pada anakmu nanti kalau kamu bukanlah orang yang berhenti di tengah jalan? Apa pun kesibukanmu, tetap jadikan skripsimu fokus utama.

4. Nikmatilah Prosesnya

18-Skripsi-itu-hanya-sekali-kerjakan-dengan-senang-hati

18-Skripsi-itu-hanya-sekali-kerjakan-dengan-senang-hati via http://4.bp.blogspot.com

Mengerjakan skripsi adalah semesta kecil dari rangkaian hidupmu. Ini hanyalah salah satu ujian dari seluruh ujian hidupmu. Nikmatilah setiap prosesnya. Bukan berarti kamu boleh bersantai, tapi lakukanlah dengan penuh damai. Lagipula ini adalah saat-saat terakhirmu mencurahkan seluruh pikiran dan tenaga di kampus tercinta.Setelah ini waktu akan terus berlalu. Mengerjakan skripsi tinggal kenangan masa lalu. Saat itu tiba, mungkin kamu bakal rindu. Jika kamu enjoy mengerjakan skripsi, proses ini akan terasa lebih menyenangkan.

Ujian sulit dalam mengerjakan skripsi sebenarnya adalah konsistensi dan komunikasi. Kalau poin 1-3 sudah kamu lakukan, tinggal menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh pihak yang bersangkutan. Jangan jadikan beban. Jadikan orang-orang tersebut sebagai rekan dan kawan.

Luangkan waktu untuk berkumpul di luar kebutuhan pengerjaan skripsi, jika mereka tidak keberatan. Semakin dekat hubungan kalian, semakin terbuka gerbang menuju ruang sidang. Segera mungkin kamu bakal jadi wisudawan dan mereka merasa tak terlupakan. Bukankah gambaran seperti itu terasa sangat menyenangkan?

5. Jangan Lupa Terus Berdoa

Kita hidup di negara beragama. Hal mutlak terakhir selain berusaha adalah berdoa. Segala ketentuan adalah milik Tuhan semata, namun kita tetap bisa meminta. Maka jangan lupa rajin-rajinlah meminta, biar Tuhan gak males mengabulkannya. Sebelumnya kamu juga harus pandai membujuk-Nya.

Caranya ibadah yang rajin bukan hanya jika ada maunya. Maka Tuhan tidak akan menjadikan skripsi ini sebagai ujian yang melebihi kemampuan umat-Nya, meski kadang kamu ngerasa dosen memberi tugas melebihi kemampuan mahasiswanya. Percayalah Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untukmu daripada dirimu sendiri, bahkan orang tuamu.

Jadi, apa setelah baca artikel ini kamu tetap asik seluncuran di dunia maya? Sementara skripsimu teriak tertahan di bawah tumpukan film, game, foto-foto narsismu di sana?