Negara kita menjadi salah satu negara yang mendapat sorotan dunia dalam urusan korupsi. Biaya hidup tinggi yang membebani menjadi alasan terjadinya praktek korupsi. Sampai hari ini kita selalu melihat ada saja kasus korupsi yang melibatkan para pejabat di daerah maupun ibukota.

Tapi, ada baiknya kita belajar dari negara dengan tingkat praktek korupsinya minim berdasarkan IT (International Transparancy) lembaga penilai korupsi menempatkan Denmark sebagai Negara paling anti korupsi. Kalau kita mau membandingkan dengan Indonesia, biaya Hidup di negara ini sebenarnya sangat mahal bahkan 5 kali lipat mulai dari harga bahan bakar smpai pajak yang tinggi. Lalu kenapa Denmark bisa menjadi juara dalam hal anti-korupsi?

 

1. Di Denmark transaparansi sangat terbuka, sampai hal kecilpun rakyatnya tahu

transparan sangat terbuka

transparan sangat terbuka via http://zadalas.com

Ada upaya yang kuat dari pemerintahan Denmark yang bersistem parlementer ini untuk meningkatkan tranparansi dalam hal keterbukaan politik. Tahun 2009, parlemen memperkenalkan sistem keterbukaan yang bertujuan meningkatkan transparansi pengeluaran (budget) dan aktivitas anggota parlemen.

Setiap anggota parlemen harus mengumumkan pengeluaran bulanan, aktivitas hiburan, biaya perjalanan, hadiah yang diperoleh, dan pertemuan resmi mereka setiap bulan kepada publik.

Pemerintah Denmark juga berperan dalam Kemitraan Pemerintah Terbuka atau Open Government yang bertujuan membentuk tata kelola pemerintah yang baik dan memperkuat demokrasi. Pemerintah berkomitmen me-modern-isasi sektor publik dan manajemen sumber daya publik melalui peningkatan transparansi dalam pengambilan kebijakan, mekanisme akuntabel dan antikorupsi, partisipasi warga dan dialog dengan civil society.

Kebijakan tersebut membuat keseimbangan sosial diantara pemerintahan dan rakyat ini agar tidak muncul kcurigaan dan membangun kepercayaan yang tinggi.

2. Jam kerja di Denmark mengutamakan fleksibilitas tenaga kerja

Fleksibelnya kerja di denmark

Fleksibelnya kerja di denmark via http://zadalas.com

Denmark menjadi kekuatan ekonomi terbesar di benua Eropa sebab mereka memiliki gross domestic (pertumbuhan ekonomi) sebesar US$309 miliar di tahun 2010 mengenalkan sistem pasar tenaga kerja yang disebut “flexicurity” atau kombinasi dari flexibility (fleksibilitas) dan security (keamanan).

Fleksibilitas dan keamanan ini kemudian membentuk “segitiga” dengan kebijakan pasar tenaga kerja aktif yang belakangan diadopsi Uni Eropa. Sisi pertama dari segitiga ini adalah aturan untuk merekrut dan memecat karyawan yang memudahkan pengusaha untuk memberhentikan pegawai saat ekonomi turun dan memudahkan merekrut saat ekonomi tumbuh. Sekitar 25 persen pekerja sektor swasta Denmark berubah strukturnya setiap tahun.

Sisi kedua, keamanan pengangguran yang memberikan santunan pengangguran yang bisa mencapai 90 persen upah buruh minimum yang dipatok tinggi. Kemudian sisi ketiga, kebijakan pasar tenaga kerja aktif di mana ada sistem menawarkan bantuan, panduan, pendidikan pada semua pengangguran. 1,5 Persen GDP Denmark dihabiskan untuk ini.

Sistem ini membuat Denmark berhasil mengamankan pertumbuhan ekonomi berimbang dengan daya serap tenaga kerja. Dan berikutnya tentu menjaga kesejahteraan warganya.

3. Semua sekolah di Denmark gratis, Swastapun juga.

kuliah dan ngekost dibayarin juga

kuliah dan ngekost dibayarin juga via http://zadalas.com

Betapa irinya kamu jika mendengar kebijakan negara nordik ini, Pemerintah disana membayar generasi mudanya agar mau pergi kuliah, Jika para mahasiswa lebih memilih untuk tinggal terpisah dari orangtuanya (mandiri), pemerintah akan membantu biaya hidup mereka sekitar US$900 atau setara dengan Rp11,9 juta-an per bulan. Hak ini didapat semua warga Denmark di atas usia 18 tahun dan mendapat pendanaan hingga enam tahun selepas lulus SMU.

4. Kesenjangan antar penduduknya hampir tidak ditemui ada di Negara Skandinavia ini

Denmark menjadi negara paling bahagia

Denmark menjadi negara paling bahagia via http://zadalas.com

Kalau kamu bertanya negara mana yang paling bahagia didunia, jawabnya adalah Denmark.Sebab, negeri  kecil yang luasnya 40 kali lipat lebih kecil dari ibu pertiwi ini tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki pemerataan kesejahteraan terbaik di dunia.

Artinya, hampir tidak ada kesenjangan kesejahteraan antar penduduk-nya. Tidak mengherankan, rakyat mereka diklaim sebagai rakyat yang paling bahagia berdasarkan survey Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

5. Penegakan hukum adalah sebuah kepastian bukan sebuah keniscayaan dibuktikan bukan pencitraan dari mulut para pemimpinya

hukum adalah kepastian

hukum adalah kepastian via http://zadalas.com

Efek domino dari sistem keterbukaan politik yang benar-benar dijaga dan diawasi oleh rakyat, penegakan hukum mampu dipastikan. Sebagai implikasinya, kepastian hukum membuat iklim bisnis menjadi kondusif dan akhirnya mendorong kualitas kehidupan ekonomi Denmark.

Pertama, transparansi oleh Pemerintahnya. Selanjutnya, transparansi memungkinkan seluruh masyarakat turut mengawasi jalannya pemerintahan. Nah, dengan pengawasan oleh seluruh rakyat, tentu penegakan hukum dapat diwujudkan, karena rakyat mengetahui siapa saja pemimpinnya yang terjerat kasus korupsi atau perbuatan pidana lainnya.

Rakyat pun jadi dapat mengikuti proses hukum dan jalannya pemeriksaan yang melibatkan koruptor-koruptor tersebut, sehingga tidak ada lagi putusan-putusan pengadilan yang disalahgunakan-lah, dipalsukan-lah, atau pun dibeku-kan.

6. Sekolah biasanya mengajarkan Hard Subject, tapi Pemerintah di sana lebih menyukai anak sekolah diajarkan lewat ‘Film’

film buat materi pelajaran

film buat materi pelajaran via http://zadalas.com

Di sekolah mungkin lebih sering diajarkan materi yang bersifat hard subject seperti matematika, ipa, kimia, dan fisika buktinya pelajaran ini masuk dalam UN maupun tes masuk PTN, apalagi pelajaran berat itu masih mengandalkan penggunaan buku yang masih menjadi primadona di sistem pendidikan negara ini.

Berbeda dengan Denmark, Pemerintah disana lebih percaya generasi muda disana sangat tertarik pada gambar bergerak (moving images). Moving images disini menggunakan media film untuk mengasah kreativitas dan cara berpikir kritis pada siswa. Film sebagai sarana efektif dalam menyerap pelajaran dan pesan yang ditampilkan lebih mudah dimengerti.

7. Mereka tidak membangunnya semalam, kebijakan Pemerintah Denmark berasal dari peraturan yang dipertahankan dari nenek moyangnya

bukan cerita malin kundang

bukan cerita malin kundang via http://zadalas.com

Dulunya negara ini hampir sama dengan Indonesia, praktek korupsi masih merajalela. Mari sejenak kita membuka kembali dan membaca sejarah Denmark dalam mengatasi Korupsi.

Pada tahun 1840 M-1860 M, Denmark melakukan perubahan besar untuk memberantas korupsi. Denmark ketika itu dipimpin oleh Raja Christian VII, yang kemudian diteruskan oleh anaknya, Frederik VI. Nah, Pada saat Raja Frederik VI terjadi kekacauan keuangan kas negara yang disebabkan oleh pencurian besar-besaran yang dilakukan pegawainya sendiri. Ia yang mengetahui hal tersebut sangat terganggu dan kemudian mengeluarkan  beberapa kebijakan penting untuk menanggulangi korupsi di Istana.

Salah satunya adalah peraturan tertulis yang menyebutkan bahwa yang menerima suap adalah tindakan kriminal. Sesuatu yang terbilang inovatif pada saat itu. Frederik VI ini jugalah yang menyadari bahwa korupsi tidak dapat diberantas dengan hukuman represif. Dan karenanya, Ia menaikkan gaji para pegawai istana, memberikan mereka jaminan perlindungan (asuransi), dan pensiun yang baik

8. Rakyat sangat sulit ditipu, bahkan lebih pintar dari Pemerintah

Mau nipu, oh gak bisa

Mau nipu, oh gak bisa via http://zadalas.com

Kebijakan negara yang mewajibkan setiap generasi muda untuk sekolah sampai jenjang yang lebih tinggi membuat rakyat disana memiliki sifat kritis terhadap pemerintah, Mereka paham betul bagaimana sistem, situasi dan kondisi kekuasaan pemerintahan yang sedang memimpin mereka.

Mereka juga memiliki pemahaman yang mendalam atas bagaimana lembaga-lembaga negara bekerja ataupun bagaimana seharusnya berjalan dengan semestinya. Hasilnya, masyarakat Denmark jadi memiliki kepercayaan yang sangat tinggi kepada pemerintahnya bahwa pemerintahnya benar-benar bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya, serta membawa negara Denmark mencapai tujuan negara yang bersih dari korupsi.

Tingginya tingkat pemahaman dan kepercayaan masyarakat inilah yang pada akhirnya mendorong partisipasi masyarakat Denmark dalam kegiatan kenegaraan.

9. Budaya malu sangat tinggi di jajaran pejabat Pemerintah membuat mereka cepat mengambil tindakan sebelum terjadi hal yang menganggu Negara

lebih mengundurkan diri daripada bikin malu

lebih mengundurkan diri daripada bikin malu via http://zadalas.com

Sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia, jika ada pejabat yang terindikasi melakukan korupsi dalam bentuk apapun mungkin sudah biasa kita melihat mereka masih bisa kemana-kemana, bahkan masih menjabat sebuah tugas dalam pemerintahan sampai berbulan-bulan lamanya.

Bandingkan dengan pejabat disana,Menteri kebudayaan Denmark hanya dituduh melakukan tindakan nepotisme saja mereka sudah malu dan langsung mengundurkan diri.

Menurut The Copenhagen Post, ia diterpa badai politik setelah terungkap menghabiskan dana sebesar 180.000 Kroner Denmark atau setara Rp.350-an juta untuk kepentingan usaha suaminya, termasuk jamuan makan malam resmi bagi 5 staf di Akademi Seni ”Akademiet Utaemmet Kreativiet (AFUK).

Ia menyatakan pengunduran dirinya setelah dikritik melakukan nepotisme dan dituduh menyalahkan wewenang dengan menjamu 5 orang staf di Sekolah Seni tempat suaminya bekerja dan Elbaek sendiri sebagai anggota Dewan di sekolah itu.

“Sore ini saya telah membuat keputusan, sangat sulit, tapi benar dan telah mengatakan kepada Perdana Menteri bahwa saya ingin mengundurkan diri sebagai Menteri Kebudayaan,” tulis Elbæk di akun Facebooknya dikutip The Copenhagen Post.

Artikel ini bersumber dari Zadalas