Terlalu Mencintai seseorang akan mengubah dirimu sendiri dan pribadimu. Pengaruh dari orang yang paling kamu sayang akan membawa perubahan dalam perilaku dan sikapmu. Saking sayangnya sama seseorang, kadang kita jadi melakukan hal-hal terlalu bodoh yang bisa merugikan diri sendiri. Saat cinta sedang membutakan mata, hal ini kerap tidak kita sadari. Apa aja sih hal-hal bodoh yang bisa menghancurkanmu saat kamu terlalu dalam jatuh cinta pada seseorang?

 

1. Untukmu, kamu adalah sumber kebahagiaanku dan semangatku

Bahagia, Ilustrator

Bahagia, Ilustrator via http://2.bp.blogspot.com

Kamu merasa bahwa hanya dengan kehadiran dia kamu bisa bahagia. Dialah yang jadi sumber semangatmu, sumber hal-hal positif dalam dirimu. Kalau tanpa dia, kamu merasa hidupmu akan hampa dan nggak ada artinya.

Kenyamanan dan kebahagiaan diri hanya bisa kamu sendiri yang menciptakannya. Kamu nggak butuh orang lain untuk merasa bahagia. Kamu cuma butuh merasa nyaman dengan diri sendiri, bersyukur dan menjalani hidup ini dengan positif.

Satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan sejati adalah dengan mengambil risiko untuk terluka.

2. Merubah gaya hidup dan penampilan hanya untuk dia

Terlihat Cantik dan Elegant, Ilustrator

Terlihat Cantik dan Elegant, Ilustrator via http://wallpaperuser.com

Kamu sampai manjangin rambut demi bisa dapetin dia yang suka sama cewek feminin. Celana panjang dan kaus belel kamu ganti dengan rok dan blouse floral. Semua kamu lakukan untuk mendapatkan perhatiannya.

Saat kamu sampai mengorbankan gaya dan jati dirimu, berarti kamu sudah memasuki tahap cinta yang membuatmu bodoh. Orang yang benar-benar sayang sama kamu nggak akan memaksamu untuk berubah demi memanjakan matanya. Lepaskan dia. Suatu saat nanti, akan ada orang yang menerima anehnya caramu berpenampilan dengan tulus. Sebab dia mencintaimu dengan sepenuh hati, bukan hanya ingin memandang manekin yang dia suka.

Biarkan dunia mengenalmu sebagai dirimu, bukan sebagai siapa yang engkau anggap seharusnya, karena cepat atau lambat, bila engkau sedang berpose, engkau akan melupakan pose itu, dan lalu di manakah engkau?

3. Rela mengorbankan waktu demi dia dan melupakan teman-temanmu

Sahabat, Ilustrator

Sahabat, Ilustrator via http://500px.com

Dulunya kamu adalah orang yang sangat dekat dengan teman-teman. Hubunganmu dan mereka malah sudah selayak keluarga. Tapi semua berubah setelah kamu mengenal pasanganmu yang satu ini. Bukannya makin mendekatkan ikatan pertemanan, keberadaannya justru membuat hubunganmu dan teman-teman jadi renggang.

Kamu yang sedang jatuh cinta setengah mati biasanya akan memilih untuk mengorbankan teman-teman demi bisa bersama si dia. Pokoknya udah cinta mati, deh. Gak bisa diganggu gugat. Hmm, ingat-ingat lagi deh. Siapa yang sudah bersama denganmu lebih dulu, dia atau teman-temanmu? Siapa yang selama ini selalu ada di tiap episode hidupmu? Masih mau mengorbankan teman hanya demi cinta yang belum tentu nggak pakai drama?

Satu sahabat yang faham arti air mata mu lebih berharga dibanding ribuan teman yang hanya tau arti senyum mu

Satu sahabat yang paham arti air mata mu lebih berharga dibanding ribuan teman yang hanya tau arti senyum mu

4. Rela berbohong!

Bulshit

Bulshit via http://i.ytimg.com

Kamu berbohong demi bisa terlihat baik. Kamu menutupi apa yang kamu rasa gak pantes buat dia, agar dia kagum sama kamu. Nggak cuma sama dia, kamu juga berbohong ke teman-teman dan keluargamu demi bisa terus bersama dia. Man, sadar deh. Kamu hanya sedang menyakiti orang-orang yang sungguh-sungguh menyayangimu dengan ketidak jujuranmu.

5. Terlalu bergantung sama dia

Terlalu Bergantung Sama Dia, Ilustrator

Terlalu Bergantung Sama Dia, Ilustrator via http://instagram.com

Kadang cinta yang terlalu dalam membuat kamu bergantung sepenuhnya pada dia. Dia jadi tujuan dari hidupmu. Cuma sama dia kamu bisa mendapatkan suntikan percaya diri, cuma sama dia kamu merasa nyaman. Bersamanya, kamu merasa nggak perlu lagi bersosialisasi dengan orang lain. Karena dia sudah memenuhi semua yang kamu butuhkan.

Well, perasaan dan orang bisa berubah. Apalagi kalau kamu masih dalam tahap pacaran. Pasangan yang sudah menikah berpuluh-puluh tahun aja bisa cerai, kok. Pikirkan lagi deh, kamu yakin dia akan selalu ada selamanya untuk mendampingimu? Mencintai seseorang tidak sepatutnya membuatmu kehilangan kemandirian dan rasa berdaya. Dia itu pasangan yang sepatutnya mendampingimu, bukan jadi orang yang jadi sumber kehidupanmu.

6. Merasa Sepi tanpa dia

Aku akan merasa sepi bila aku kehilangan kamu

Aku akan merasa sepi bila aku kehilangan kamu via http://instagram.com

Kamu jadi rendah diri kalau dia gak ada. Seakan-akan hidupmu nggak ada artinya tanpa kehadirannya. Kamu merasa cuma dia yang bisa mencintaimu apa adanya, dan kalau kehilangan dia kamu nggak akan merasakan perasaan cinta lagi.

Hey, dia juga cuma manusia biasa yang punya kelemahan kok. Coba ingat-ingat lagi hidupmu sebelum bertemu dia. Kamu punya keunikan dan kepribadian yang bisa kamu banggakan dan membuat orang lain tertarik padamu kan? Kepribadian dan keunikanmu itu sudah ada dalam dirimu jauh sebelum kamu memutuskan menjalani hubungan dengan pasanganmu.

7. Selalu merasa bersalah, padahal belum tentu kamu salah!

Maaf aku yang salah, tolong maafkan aku. Ilustrator Danbo

Maaf aku yang salah, tolong maafkan aku. Ilustrator Danbo via http://4.bp.blogspot.com

Saking takutnya kehilangan, kamu selalu menempatkan diri jadi pihak bersalah setiap kalian bertengkar. Kamu jadi orang yang gak objektif memandang masalah. Setiap permintaan maaf datang dari kamu, semata-mata karena kamu takut hubungan kalian rusak.

Mencintai seseorang dengan sangat dalam bukan berarti harus terus menyalahkan diri sendiri loh. Saat dia yang melakukan kesalahan, kenapa harus kamu yang meminta maaf? Hubungan kan membutuhkan usaha dari 2 pihak. Bukan kamu saja yang perlu mengakui kesalahan, dia pun perlu melakukannya.

8. Terlalu mencintainya, sehingga kamu lupa mencintaimu dirimu sendiri

Kamu terlalu mencintainya, Sehingga Kamu lupa mencintaimu dirimu sendiri.

Kamu terlalu mencintainya, Sehingga Kamu lupa mencintaimu dirimu sendiri. via http://3.bp.blogspot.com

Orang yang kamu cintai ini ingin jadi orang yang selalu bisa kamu bahagiakan. Kamu akan melakukan apapun agar dia merasa bahagia. Bahkan sampai harus mengorbankan kebahagianmu sendiri. Kamu happy-happy aja selama itu bikin dia senang.

Padahal, cinta yang benar adalah saat kamu bisa mencintai dirimu sepenuhnya dulu sebelum meluapkannya untuk orang lain. Ibarat gelas nih ya, kamu harus full dulu sebelum bisa melimpahkan isimu demi memberimu minum orang lain. So, jangan korbankan harga diri dan perasaanmu sendiri demi orang yang kamu cintai ya.

9. Teralu berharap lebih dan takut kehilangannya

Aku takut kehilangan kamu

Aku takut kehilangan kamu via https://41.media.tumblr.com

Mencintai seseorang terkadang membuat kita tidak mau kehilangan. Meski pasangan kita tidak bisa memenuhi harapan yang kita miliki. Dampaknya, kamu selalu berharap agar pasanganmu bisa mewujudkan keinginan-keinginanmu. Walau dalam hati kamu sadar bahwa dia nggak akan pernah bisa memenuhinya.

Ketika ekspektasimu tidak terpenuhi dan kamu masih terus berharap, ada baiknya kamu mulai mempertimbangkan apakah hubungan ini masih layak dipertahankan. Pilihannya kamu harus menerima pasanganmu apa adanya, atau move on dan cari yang lain

10. Terlalu percaya sama dia, sehingga kamu mengabaikan pendapat orang lain

Terlalu Percaya Sama Dia

Terlalu Percaya Sama Dia via http://asset-a.soup.io

Saat kamu jatuh terlalu dalam pada seseorang,kamu akan memberikan kepercayaanmu sepenuhnya padanya. Sampai-sampai kamu menutup mata terhadap kesalahannya. Terkadang kamu bahkan memilih untuk tidak mau percaya dan berpegang teguh pada gambaran ideal tentang pasangan yang ada di kepalamu.

Mulai sekarang, dengarkanlah pendapat dari orang-orang disekitarmu. Meski itu adalah hal buruk dari pasanganmu. Terkadang kita memang perlu second opinion agar bisa memandang suatu keadaan dengan lebih objektif. Percaya boleh, tapi juga harus tetap berhati-hati

11. Rela hancur dan tersakiti, lalu mudah untuk memaafkannya

Broken, Ilustrator

Broken, Ilustrator via http://cache.desktopnexus.com

Rasa cinta yang terlalu dalam pada orang ini membuat kamu toleran terhadap semua kesalahannya. Kamu mengasosisasikan rasa sakit dengan rasa cinta. Kamu merasa bahwa sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari mencintai seseorang. Karenanya, kamu tidak keberatan saat tersakiti karena perbuatannya.

Ini berdampak pada mudahnya kata maaf kamu obral dalam hubungan kalian. Semua kesalahannya selalu kamu maafkan. Padahal orang yang benar-benar peduli padamu akan berusaha untuk tidak pernah menyakitimu. Cinta yang terus menyakitimu sudah sepatutnya kembali dipertimbangkan, masihkah harus diteruskan?

Kamu mengambil hatiku dgn mudahnya, menerbangkannya, dan membuat seakan indah. Tapi dgn sangat mudah pula kamu menjatuhkannya. -Bams Aldistha-