Pulau Sumbawa adalah sebuah pulau yang terletak di provinsi Nusa Tenggara barat, Indonesia. Pulau ini dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat (memisahkannya dengan Pulau Lombok), Selat Sape di sebelah timur (memisahkannya dengan Pulau Komodo), Samudra Hindia di sebelah selatan, dan Laut Flores di sebelah utara. Kota terbesarnya adalah Bima,  yang berada di bagian timur pulau ini.

Pulau ini memiliki luas 14.386 km2, dan merupakan pulau terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat, serta salah satu dari dua pulau utama di provinsi tersebut. Titik tertingginya adalah Gunung Tambora (2.824 m), yang juga merupakan gunung api aktif.

Berikut 5 destinasi wisata bahari yang wajib kamu kunjungi bila bertandang ke pulau Sumbawa;

 

1. Pulau Kenawa, Sumbawa

Pulau Kenawa

Pulau Kenawa via https://www.facebook.com

Okay, yang pertama Pulai Kenawa

Bila para Traveller ingin ke Pulau Kenawa, maka para Traveller bisa menggunakan kapal-kapal kecil untuk menyeberang ke pulau ini, dermaga untuk menyeberang ke Pulau Kenawa ini khusus dan lokasinya berada sekitar 200 meter di sebelah utara pelabuhan Poto Tano, jadi para traveller jangan sampai salah naik ke dermaga yang lain ya.

Jarak dari kota Sumbawa Besar ke Poto Tano sendiri kurang lebih sekitar 95 kilometer, jadi traveller harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam. Dan untuk traveller yang dari daerah luar Sumbawa, maka bisa naik bus jurusan lombok. Jika traveller  dari Jakarta, maka harus menyiapkan budget yang lebih karena tiket busnya saja sekitar Rp 500.000/orang dengan waktu tempuh sekitar dua hari. Namun jika traveller ingin cepat sampai, maka naik pesawat adalah solusi yang terbaik.

Dan setelah traveller sudah sampai lombok, maka traveller harus melanjutkan perjalanan menuju ke kota mataram untuk sampai ke Pelabuhan Kayangan, kemudian dari pelabuhan kayangan traveller kemudian menyeberang dengan kapal ferry menuju ke Pelabuhan Poto Tano dengan biaya sebesar Rp 60.000/ orang (harga dapat berubah sewaktu-waktu). Perjalanan ini sendiri memakan waktu sekitar kurang lebih 2,5 jam perjalanan. Nah setelah traveller sampai di Pelabuhan Poto Tano, traveller tinggal melanjutkan perjalanan untuk menuju ke Pulau Kenawa dengan waktu yang hanya sekitar 20 menit saja.

Pulau Kenawa sendiri merupakan pulau kecil yang tak berpenghuni dengan luas wilayah sekitar 15 hektare. Selain itu, pulau ini juga belum mempunyai sumber listrik dan juga air bersih. Kondisi inilah yang membuat di pulau ini tidak terdapat berbagai fasilitas penunjang. Yang ada hanyalah saung-saung kecil sederhana yang dibangun untuk duduk dan menggelar tikar.

Pulau Kenawa tidak hanya menawarkan pemandangan yang indah, namun juga mempunyai kekayaan laut yang sangat melimpah sekali. Disini para penelusur akan dengan mudahnya berbagai macam binatang laut seperti bintang laut, kuda laut, kepiting, aneka ragam jenis ikan yang lucu, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di Pulau Kenawa ini berbagai macam kegiatan wisata dapat para penelusur lakukan diantaranya yaitu berjemur, bersantai, berenang, dan juga snorkeling. Oh ya buat para penelusur yang ingin snorkeling disarankan untuk membawa peralatan sendiri, dikarenakan di Pulau Kenawa tidak terdapat tempat persewaan.

Pulau Kenawa sendiri memang memiliki padang rumput yang sangat cantik dan juga begitu luas, bahkan saking luasnya padang rumput tersebut sehingga menutupi hampir semua bagian pulau ini. Hanya bagian bukit kecil dan tepi pantainya saja yang tidak tertutupi oleh rerumputan tersebut. Meskipun begitu rumputnya lembut, jadi traveller nggak perlu khawatir karena jika terkena kulit tidak akan terasa tajam. Maka tak mengherankan jika berguling-guling di atas padang rumput di Pulau Kenawa ini terasa sangatlah nyaman.

Sumber: http://www.telusurindonesia.com/pulau-kenawa.html#

2. Pantai Lakey, Dompu. Surganya para peselancar karena keindahan ombaknya

Pantai Lakey

Pantai Lakey via https://www.google.com

Selanjutnya  yang kedua Pantai Lakey, Dompu-NTB

Pernahkah traveller mendengar istilah ombak kidal? Jika belum dan ingin melihat atau bahkan menaklukkannya dengan berselancar (surfing) maka kunjungilah Pantai Lakey. Saat ini memang sebagian besar yang datang ke Pantai Lakey adalah wisatawan asing seperti dari Australia, Amerika Selatan, Amerika Serikat, dan lainnya. Pantai ini berlokasi di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pantai Lakey sebenarnya adalah salah satu pantai yang tersohor sebagai salah satu kawasan surfing terbaik dan unik di dunia. Apa yang unik? Ombaknya ternyata memiliki arah sapuan ke kiri bukan ke kanan sebagaimana umumnya. Keunikan ini juga nyatanya telah disempurnakan dengan keindahan pantai yang sudah menjadi buah bibir terutama di kalangan penggila surfing. Selain itu, angin laut yang terbilang kencang di kawasan ini juga mendukung kegiatan surfing, wind surfing, atau kite surfing.

Pantai Lakey memiliki ombak yang terbilang stabil sepanjang tahun (tak terpengaruh musim) dan karenanya beberapa kali menjadi lokasi diadakannya kompetisi selancar tingkat dunia. Puluhan peserta kompetisi ini biasanya datang dari berbagai belahan dunia dan juga Indonesia. Keunggulan wisata pantai yang ditawarkan oleh Pantai Lakey sebenarnya sudah dapat terlihat di pusat Kota Dompu, ditandai dengan adanya patung orang yang tengah berselancar.

Bagi penggila selancar (surfing), ombak besar dan tinggi memang sangat dicari tetapi ombak di Pantai Lakey yang tidak terlalu tinggi (berkisar 6-8 meter saja) justru jadi menantang ketika harus ditaklukkan dengan arah ombak kidal yang membutuhkan keahlian khusus. Wisatawan mancanegara sengaja datang jauh-jauh ke pantai di Selatan Pulau Sumbawa ini untuk menjajal keahlian berselancarnya.

Pantai Lakey memiliki empat jenis ombak yang disebut-sebut oleh para peselancarnya, yaitu Lakey Peak, Cobble Stones, Lakey Pipe, dan Periscope. Jenis yang paling menantang dan hebat untuk berselancar adalah Lakey Peak karena menyuguhkan tantangan ombak dari arah kiri maupun kanan; pada bagian kiri berbentuk terowongan panjang, sementara di bagian kanan berupa gulungan ombak yang sempurna untuk berselancar.

Dari pesisir pantainya yang berpasir putih, pemandangan lepas Pantai Lakey didominasi birunya hamparan air laut sebiru langit yang menaunginya. Suara debur ombak yang memecah menjadi media bagi para peselancar untuk menjajal kemampuannya. Jangankan untuk beratraksi di atas papannya, untuk melihat ketetampilan para peselancar ini saja sudah cukup menyenangkan.

Sumber:http://travellersindo.blogspot.co.id/2016/05/pantai-lakeylakey-beacg-dompu-nusa.html

3. Masih di sekitar Dompu, kamu pun bisa mengunjungi Pulau Nisa Pudu

Pulau Nisa Pudu

Pulau Nisa Pudu via https://www.facebook.com

Next yang ketiga Pulau Nisa Pudu

Nisa Pudu adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Teluk Saleh. Akses termudah ke tempat ini adalah menggunakan jalur udara dan mendarat di bandara yang ada di Bima. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju ke desa Soro, kecamatan Kempo. Dari sana traveler masih harus menyewa perahu nelayan untuk menyeberang. Umumnya para nelayan siap mengantar traveler ke Nisa Pudu dengan tarif Rp.300.000 pulang pergi.

Penyeberangan dari Kempo ke Nisa Pudu memakan waktu sekitar 15-30 menit. Tidak lama untuk melihat pulau hijau yang “mengapung” di tengah lautan yang tidak lain adalah Nisa Pudu. Semakin dekat akan makin terlihat jelas jika pulau ini terbagi menjadi dua bagian, pulau yang besar dan kecil. Pulau besarnya diselimuti dengan rerumputan hijau dan juga kumpulan pepohonan.

Semakin mendekati pulau, warna air laut pun berubah yang tadinya berwarna biru secara bertahap menjadi warna hijau tosca yang sangat jernih. Gradasi warna air laut ini akan terlihat keren saat dilihat dari pinggir pantainya. Yang menarik adalah di perairan dangkal Nisa Pudu terkadang terlihat kawasan anak hiu yang berenang ke sana kemari seperti di perairan Karimunjawa gitu deh.

Nisa Pudu berukuran kecil yang bisa traveler kelilingi dengan jalan kaki dalam tempo waktu 10 menit saja. Untuk wisatawan yang datang mau berenang dan snorkelingan sebaiknya melakukan kegiatan tersebut di pantai sisi selatan yang lebih landai dibanding sisi utara yang lebih besar dengan arus yang kuat. Jangan lupa pula untuk membawa bekal karena tidak ada warung makan di pulau ini.

Sumber : http://travelingyuk.com/nisa-pudu-bukti-dompu-tak-kalah-indah-dari-lombok/16637/

4. Pantai Wane, Kabupaten Bima ini menyajikan pemandangan yang luar biasa

Pantai Wane

Pantai Wane via https://www.facebook.com

Pantai Wane tepatnya berada di Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, juga termasuk dalam deretan pantai sebelah selatan Bima yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, artinya pantai ini merupakan bagian dari Samudra Hindia. Tentu saja memiliki ombak yang begitu besar, begitu juga dengan ombak yang ada dipantai Wane sedikit lebih besar dibanding ombak yang ada Pantai Rontu.

Jika Traveler ingin mencari pantai yang sepi dan tenang, Pantai Wane bisa menjadi pilihan yang tepat. Traveler hanya akan menemukan hamparan pasir putih dan suara gemuruh ombak, karena tidak banyak orang yang berkunjung disini. Mungkin alasan orang jarang yang mengunjungi pantai ini, karena  letaknya yang cukup jauh dari kota dan juga akses jalan yang kurang baik. 

Selain hamparan pasir putih dan air laut yang jernih di Pantai Wane juga anda dapat menikmati ikan segar hasil tangkapan nelayan dengan harga yang cukup murah karena disini juga dijadikan pusat keluar masuknya nelayan yang akan melaut sehingga anda dapat membeli ikan dengan harga asli dari nelayan setempat. 

Dengan melihat potensi yang ada di Pantai Wane sudah banyak investor asing dan investor luar daerah yang telah menanam saham dengan membeli lahan warga yang ada disekitar pantai yang akan dijadikan Hotel dan Villa untuk kepentingan wisata kedepannya. 

Ketika anda ingin mengunjungi Pantai Wane membutuhkan perjalanan sekitar 2 jam dari ibukota Kabupaten Bima dan 1,5 jam dari terminal Tente Kecamatan Woha. Meski demikian, Pantai Wane masih cukup alami dengan air laut yang jernih dan panorama yang masih betul-betul alami yang bisa anda nikmati.

Sumber: http://tantonga.blogspot.co.id/2012/09/panorama-pantai-wane.html

5. Yuk, segera lepaskan penat dan stres-mu di Pantai Lariti, Kabupaten Bima!

Pantai Lariti

Pantai Lariti via https://www.google.com

Nah, yang terakhir

Indah serta uniknya pantai Lariti ini perlu traveler tau, Pantai ini terbelah menjadi dua seperti pantai yang terbelah karena tongkat nabi musa saat kaum Nabi Musa di kejar oleh raja Firaun, kini tempat ini menjadi tujuan wisata di Bima, serta sensasi di pantai ini, berasa berjalan di atas laut.

Pantai ini terletak di wilayah selatan Kabupaten Bima, tepatnya Desa Soro, Kecamatan Lambu Sape. Lokasi pantai tidak jauh dari Pelabuhan Sape, gerbang laut yang menghubungkan Pulau Sumbawa dan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari Kota Bima, pantai ini bisa ditempuh satu jam perjalanan mengendarai mobil.

Tetapi sayangnya, kawasan pantai ini belum ada penginapan, jadi traveler jika mau bermalam di kawasan pantai ini, biasanya menginap di pondok Hamsin Puasi di Nisa Jara. Wisatawan asing di kenakan biaya membayar Rp 100.000 per orang per malam, Pengunujung juga mendapat hidangan beberapa gelas kopi.

Berkunjung ke pantai ini, tak hanya menikmati sensasi berjalan diatas air saja, traveler akan menyusuri belahan pantai menuju pulau kecil, yang dahulu konon katanya pulau ini adalah ladang kuda milik Sultan Bima.

Pantai ini masih ditemukan pada 2014 lalu, jadi panati ini masih jarang di kunjungi para wisatawan luar Bima atau mancanegara, hanya beberapa saja yang berkunjung ke pantai ini, jadi tak usah ragu untuk berkunjung di Bima, pastinya pantai ini masih asri

Sumber:http://surabayanews.co.id/2016/06/23/65611/pantai-lariti-bima-miliki-pesona-seperti-pada-zaman-nabi-musa.html