Poligami yang berarti adalah punya 2 istri dalam waktu yang sama. Berarti memang mau tidak mau, suami harus meminta izin istri pertama sebelum menikah dengan calon istri kedua.

Walaupun memang seorang pria tidak diharuskan untuk meminta izin istri pertama, tapi bukankah niat baik harus dilakukan dengan cara yang baik juga agar tidak menimbulkan permasalahan ke depannya.

Izin dari istri pertama memang tidak mempengaruhi sah atau tidaknya poligami yang dilakukan seorang suami, tapi dengan meminta izin pada istri pertama sama juga memberikan hak pada istri pertama untuk tahu niat mu sejak awal untuk berpoligami atau hak istri pertama untuk mengenal calon istri keduamu (istri pertama akan memberi mu pertimbangan apakah memang dia wanita yang tepat untuk kamu jadikan istri kedua atau tidak)

Tidak masalah hasilnya nanti apakah istri mu mengizinkan mu untuk berpoligami atau tidak, yang paling penting adalah niat baik mu untuk meminta izin istri pertama untuk berpoligami. Istri pertama juga pasti punya alasan kalaupun dia menolak izinmu berpoligami.

Istri pertama mu punya pertimbangan mungkin kamu belum bisa bersikap adil saat berpoligami nanti ataukah kamu memang belum cukup mampu untuk menafkahi istri kedua mu nantinya.

Pastikan kamu mempersiapkan 7 hal ini sebelum memutuskan untuk berpoligami. Karena dengan punya persiapan yang matang, niat poligami mu tidak hanya untuk memuaskan kebutuhan biologis atau menuruti nafsu mu tapi juga memang ingin membentuk keluarga yang saling membahagiakan.

Kamu bisa lakukan cara ini untuk meminta izin istri pertama mu untuk berpoligami:

1. Jangan dulu pikirkan caranya, tapi tunjukkan sikap adil dan kemampuan mu untuk mengurus keluargamu dengan istri pertama mu

man-couple-love-people via https://www.pexels.com

Kamu harus tunjukkan pada istri pertama mu bahwa nantinya kalau kamu berpoligami, kamu bisa bersikap adil dengan menunjukkan jiwa kepemimpinan mu. Buktikan kalau kamu bisa mengurus lebih dari satu wanita dalam hidupmu.


Buktikan pada istri pertama mu bahwa mengurus satu wanita dalam hidup mu adalah hal yang mudah dan kamu sanggup mengurus lebih dari satu wanita dengan tanggungjawab dan jiwa kepemimpinanmu.


Kamu bisa latih dirimu menjadi pemimpin yang tegas dengan menyadari beberapa sikap kepemimpinan yang harus kamu miliki dan terapkan dalam kepemimpinan mu ini.

2. Berikan alasan yang logis kenapa kamu ingin berpoligami

Advertisement

adult-band-blur-bride via https://www.pexels.com


Kegagalan mu meyakinkan istri pertama mu untuk berpoligami karena kamu gagal memberikan alasan yang logis untuk berpoligami.


Alasan mu masih terlalu lemah untuk meyakinkan istrimu. Salah satu alasan tidak logis dan lemah mu diantaranya kamu ingin menikah lagi karena kamu sudah terlanjur mencintai calon istri keduamu. Pantas saja istri pertama mu menolak alasan ini, karena kamu hanya sedang menuruti nafsu mu saja.


Kamu harus pikirkan matang-matang sebelum menyampaikan niatmu untuk berpoligami. Pikirkan alasan kuat yang bisa meyakinkan istrimu untuk menerima niat mu.

Misalnya saja karena kamu ingin meringankan beban istrimu dan memberi kesempatan pada istrimu untuk lebih bisa punya waktu memanjakan diri dan melanjutkan pendidikannya, atau karena kamu ingin membantu keluarga dari calon istri keduamu (karena kamu mampu).


3. Kenalkan istri pertama dengan calon istri keduamu

midsection-of-woman-holding-coffee-cup-on-table via https://www.pexels.com

Mengenalkan istri pertama dengan calon istri keduamu adalah cara yang mungkin akan sulit kamu lakukan kalau kamu tidak cukup ilmu dan pengalaman dalam memimpin wanita.


Tujuan mengenalkan calon istri kedua dengan istri pertama mu adalah agar mereka bisa mengenal pribadi masing-masing dan menyesuaikan diri, karena nantinya tugas mereka sebagai istri-istrimu adalah saling membantu dan meringankan dalam urusan rumah tangga.


Kalau dari awal saja sudah tidak terjadi kecocokan diantara keduanya, bagaimana mungkin kamu bisa menyatukan mereka nanti?

Dengan mengenalkan calon istri kedua pada istri pertama akan membuat istri pertama lebih yakin dengan pilihan mu ataukah malah memberikan pertimbangan pada mu untuk memikirkan lagi rencana mu berpoligami karena mungkin ada sikap dari calon istri keduamu yang tidak dia sukai dan malah menimbulkan permasalahan untuk rumah tangga kalian ke depannya.

4. Buktikan kesungguhan niat mu dengan melatih dan membiasakan dirimu untuk menjadi pemimpin yang punya wibawa, menambah ilmu dan wawasan tentang poligami

woman-wearing-beige-bridal-gown-during-day-time via https://www.pexels.com


Daripada kamu terus merengek meminta izin pada istri pertama mu agar mengizinkanmu berpoligami, lebih baik kamu buktikan padanya kalau kamu mampu untuk bersikap adil.

Istri pertama tidak mengizinkan mu berpoligami karena dia masih menilai mu tidak mampu bersikap adil baik secara fisik maupun psikis.


Atau bisa jadi karena ada hak istri pertama yang belum kamu penuhi, sehingga istri pertama tidak yakin dengan kemampuan mu untuk menikah lagi, karena kamu saja sudah melalaikan kewajiban mu untuk memenuhi hak istri pertama, apalagi kalau kamu punya istri lagi?

5. Yakinkah istri pertama dengan memberi tahu manfaat poligami untuk wanita.

midsection-of-woman-making-heart-shape-with-hands via https://www.pexels.com

Kamu bisa meminta izin istri pertama dengan memberikan penjelasan manfaat poligami untuk wanita. Selain bisa meringankan beban istri pertama untuk mengurus rumah tangga, istri pertama juga lebih punya banyak waktu untuk melanjutkan pendidikan dan membangun karirnya.

Selain ke-5 cara itu, hal pertama yang harus kamu lakukan saat punya niat untuk berpoligami adalah apakah niat poligami yang kamu lakukan sudah benar, perbanyak wawasan dan ilmu tentang poligami, latih dan biasakan jiwa kepemimpinan mu.


Berpoligami sama saja menambah tanggungjawab untuk memimpin dan mendidik 2 keluarga. Kalau kamu tidak membekali dirimu dengan sikap dan ilmu yang cukup, niat baik mu untuk berpoligami akan percuma saja, karena cepat atau lambat kalau terjadi sedikit saja konflik dalam rumah tangga mu, kamu tidak akan bisa menyelesaikannya.


Kamu bisa mulai melatih jiwa kepimpinan mu dengan cara ini, jadilah pria pemimpin yang tegas. Apa saja tugas dan tanggungjawabmu sebagai pemimpin, bukan hanya pemimpin yang bisa mengarahkan tapi pemimpin tegas yang bisa memutuskan.

Kalau kamu sudah bisa meyakinkan dirimu bahwa kamu bisa melakukan tanggungjawabmu sebagai pemimpin yang tegas, baru kamu bisa menyampaikan niat mu untuk berpoligami pada istri pertama mu.

Sebenarnya, kalau kamu sudah berhasil meyakinkan istri pertama dengan bukti bahwa kamu mampu mengatur dan mengurus keluarga pertama mu dengan baik, kamu tidak perlu bersusah payah minta izin pada istri pertama untuk berpoligami. Dia pasti akan merelakanmu.


Tapi permasalahan utama kenapa suami gagal mendapatkan izin istri pertama saat ingin berpoligami karena mereka tidak punya jiwa kepemimpinan yang cukup baik untuk mengurus keluarga pertamanya dan kurangnya ilmu mereka untuk memberikan wawasan pada istrinya tentang kebaikan poligami.


Secara tidak langsung itu disebabkan karena kegagalan mu mengurus keluarga pertama mu lah yang menyebabkan istri pertama mu tidak mengizinkanmu untuk berpoligami. Istri pertama merasa kamu tidak bisa memimpinnya dan bersikap adil padanya. Adil dalam hal waktu ataupun materi

 

Nah, itu dia cara agar rencana poligami bisa direstui oleh istri pertama. Semoga saja bisa bersikap adil ya