"Mau ambil spesialis apa, Mbak?"

"Nggak berminat spesialis, Pak."

"Lho, kenapa? Bagus lho jadi dokter spesialis."

Salah satu pertanyaan yang cukup sering dilontarkan kepada saya adalah spesialisasi apa yang hendak saya ambil. Pertanyaan ini bahkan seringkali tidak didahului dengan pertanyaan apakah saya mau melanjutkan sekolah spesialis atau tidak; seakan-akan menjadi dokter spesialis adalah langkah yang sudah seharusnya ditempuh bagi seorang dokter.

Ya. Tentunya saya tidak bisa menyalahkan situasi seperti ini karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa ruang lingkup pekerjaan seorang dokter sebenarnya amat sangat luas sekali; bukan semata-mata hanya bekerja melayani pasien saja. 

Berikut ini penjabaran beberapa contoh variasi profesi yang bisa dikerjakan oleh seorang dokter. Semoga bisa menjadi referensi buat sahabat-sahabat Hipwee semua!

1. Dokter pun bisa jadi anggota militer: Dokter Militer.

dokter militer via https://nrmnews.com

Jangan membayangkan dokter di dunia militer seperti dalam film Descendant of The Sun, lho! Hahaha.

Dokter militer di Indonesia adalah sama seperti anggota militer lainnya. Mereka harus mengikuti proses seleksi yang sama persis dengan calon anggota militer lainnya yang non dokter. Perbedaannya adalah tugas-tugas dokter di militer berhubungan dengan kesehatan, antara lain: menolong anggota militer yang sakit, melakukan bakti sosial ke daerah-daerah di seluruh Indonesia, menjadi garda terdepan di bidang kesehatan saat terjadi bencana alam, bekerja di RS militer, dll.

2. Ada juga dokter yang kerjanya di perusahaan: Dokter Perusahaan

dokter perusahaan via http://shilaw.blogspot.co.id

Advertisement

Seorang dokter perusahaan tidak hanya bertugas untuk melayani karyawan perusahaan yang membutuhkan pengobatan tetapi mereka harus menjadi konsultan kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh karyawan.

Seorang dokter perusahaan harus menyeleksi karyawan yang sehat dan layak bekerja di perusahaan tersebut, mengatur jadwal rotasi kerja, mengukur resiko paparan bahan-bahan kimia terhadap karyawan, mengkoordinasi dan memastikan penggunaan alat pengaman kerja, mencegah terjadinya wabah di dalam lingkungan perusahaan, mengontrol higienitas perusahaan, mengatur pengelolaan limbah agar tidak mempengaruhi kesehatan karyawan, dll.

Baru tahu?

3. Ada pula nih, dokter sebagai verifikator asuransi

verifikator asuransi via http://poskotanews.com

Perusahaan-perusahaan asuransi membutuhkan dokter untuk menjadi seorang verifikator karena tentunya dibutuhkan seseorang dengan latar belakang pendidikan medis agar bisa menganalisa valid atau tidaknya klaim asuransi yang diajukan. Jadi, apabila kalian mengajukan klaim asuransi, klaim kalian akan melewati prosedur verifikasi yang salah satunya dilakukan oleh seorang dokter, sebelumnya akhirnya disetujui atau ditolak.

4. Dokter-dokter pun banyak yang tertarik menjadi peneliti, lho

dokter peneliti via https://health.detik.com

Kemajuan dunia medis tidak akan bisa dicapai tanpa adanya dokter-dokter peneliti. Para dokter peneliti berinteraksi dengan pasien bukan untuk menyembuhkan mereka secara langsung tetapi untuk mengambil sampel data mereka. Hal ini dilakukan untuk kemudian dianalisa dan menjadi suatu kesimpulan hasil penelitian. Tentunya ini bisa digunakan untuk mengobati pasien tersebut dengan lebih baik atau memberikan suatu wawasan baru bagi dunia demi kualitas hidup manusia yang lebih baik di bidang kesehatan.

5. Dokter Managerial; waduh, apalagi tuh?

Yang saya maksudkan di sini adalah dokter-dokter yang memegang jabatan di institusi-institusi kesehatan seperti direktur RS, kepala puskesmas, PNS di dinas kesehatan, menteri kesehatan, dll. Banyak jabatan di institusi kesehatan diisi oleh dokter karena pertimbangan-pertimbangan untuk membuat keputusan di institusi tersebut hampir selalu membutuhkan wawasan medis.

6. Dunia sekarang serba online, bahkan ada pula yang namanya Dokter Online

dokter online via http://flaxblaster.com

Dengan semakin majunya media informasi, banyak masyarakat bisa mendapatkan informasi kesehatan melalui dunia maya. Sekarang sudah makin menjamur media-media online yang memampukan masyarakat untuk bertanya atau berkonsultasi langsung dengan dokter tanpa harus bertemu langsung. Selain konsultasi online, banyak juga perusahaan media cetak yang membutuhkan jasa dokter untuk menerjemahkan buku-buku kedokteran. Pekerjaan seperti ini bisa dikerjakan di rumah tanpa harus ke kantor. Unik, 'kan?

7. Nah, dokter itu juga nggak haram buat berbisnis

dokter berbisnis via http://jateng.metrotvnews.com

Dahulu saat saya masih berkuliah, dosen saya pernah memberi wejangan "Kalau mau jadi dokter, jangan mikir bisnis. Kalau mau bisnis, jangan jadi dokter." Tetapi saat ini tentunya sudah banyak ditemukan dokter yang mempunyai bisnis sendiri, baik itu bisnis yang ada hubungannya dengan dunia medis atau bisnis lainnya. Yang bisa saya pastikan adalah (mudah-mudahan) tidak ada dokter yang berbisnis dengan nyawa pasien. Hahaha.