Hubungan antara bos dan karyawan seringkali adalah hubungan love-hate relationship. Karyawan membutuhkan bos, demikian sebaliknya. Tetapi karyawan bisa jadi sangat jengkel dengan bos, begitu juga sebaliknya. Bila hubungan mutualisme ini berada dalam kategori sehat tentunya sangat baik karena akan meningkatkan produktivitas kerja. Tetapi bila hubungan antara bos dan karyawan berkembang menjadi hubungan yang tidak sehat, mulai disusupi dengan tindakan abusive dari pihak bos sebagai pihak yang lebih superior tentunya sang karyawan harus mulai mempertimbangkan pekerjaannya.

Sikap abusive dari atasan yang paling sering adalah berupa kekerasan psikis atau verbal. Memarahi karyawan di depan publik, kadangkala dibubuhi dengan kata-kata yang tidak pantas sering terjadi di tempat kerja, dan jarang dianggap sebagai tindakan abusive. Sikap ini tidak jarang berlanjut ke level berikutnya yaitu kekerasan fisik, finansial bahkan pelecehan seksual. Maka untuk mengurangi makin meningkatnya tindakan-tindakan abusive di tempat kerja, berikut saya sampaikan hal-hal yang bisa dilakukan bila sahabat Hipwee mulai merasakan adanya tindakan abusive dari atasan kalian.

1. Tetaplah bersikap sopan

Mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan dari bos bisa dibilang sebagian dari risiko pekerjaan. Kita harus menyadari posisi kita yang lebih inferior pastinya menyulitkan kita untuk bersikap semaunya di hadapan bos. Saat mendapat tindakan yang kurang menyenangkan dari atasan, misalnya kemarahan dengan kata-kata yang kurang pantas, kita sebagai karyawan berkewajiban untuk tetap bersikap sopan terhadap bos kita.

Ini adalah yang benar untuk dilakukan. Selain untuk menghindari semakin berkembangnya kemarahan beliau, ini bisa mencegah munculnya kejadian yang lebih tidak menyenangkan lagi. Bila Anda merasa sangat terganggu, sampaikan ke pihak yang berwenang tentang pengalaman Anda, misalnya bagian HRD.

2. Tetaplah bekerja sebaik mungkin, tingkatkan kinerja kalian

Meskipun menerima perilaku yang kurang menyenangkan, loyalitas kita sebagai karyawan adalah terhadap perusahaan, sehingga kinerja yang maksimal tetap harus menjadi prioritas. Jangan biarkan sikap atasan kalian mempengaruhi kinerja dan produktifitas kalian.

Advertisement

Ingat, kalian bekerja untuk kemajuan perusahaan dan pengembangan diri kalian sendiri. Bos yang baik tentunya akan merasa gembira melihat progress dan peningkatan produktivitas kalian.

3. Renungkanlah tindakannya

Tidak jarang atasan bertindak melewati batas, tetapi sebenarnya itu adalah upaya mereka untuk meningkatkan kinerja kita: untuk menjadikan kita lebih baik lagi, mendorong kita untuk berbuat lebih lagi.

Jangan selalu menganggap tindakan atasan sebagai kebencian atau sikap tidak menyenangkan. Ambil sisi positifnya dan jadikan sebagai cambuk bagi kita untuk tampil lebih maksimal. Seringkali terbukti, setelah mendapat caci maki dari atasan, performa karyawan menjadi lebih baik daripada yang diperkirakan. Atau lebih baik lagi bisa menjadi sumber rezeki lain bagi kita, misalnya menjadi sekuel buku My Stupid Boss. Siapa tahu?

4. Maafkanlah

Sulit untuk bisa tetap mempertahankan kinerja apalagi meningkatkannya bila kita tidak memaafkan atasan kita. Anggaplah apa yang dia lakukan sebagai dorongan bagi kita. Abaikan tinggi nada bicaranya, ambil intisari dari apa yang hendak dia sampaikan. Dengan segera memaafkannya, kita bisa melangkah maju dan menjadi lebih baik dalam bekerja.

5. Bila sudah keterlaluan, tinggalkan

tinggalkan via http://dagelan.co

Bila tindakan abusive dari atasan sudah makin tidak terkendali, tidak hanya kekerasan psikis atau verbal, tetapi sudah berlanjut menjadi kekerasan fisik, kekerasan finansial (tidak memberikan gaji sesuai hak kalian) atau bahkan pelecehan seksual, segera tinggalkan pekerjaan Anda!

Tinggalkan dengan segala resiko dan konsekuensinya. Bekerja harusnya menambah nilai diri Anda, bila Anda sudah tidak bisa belajar lebih banyak, malah hanya menambah luka dan kepahitan dalam diri Anda, sudah saatnya Anda mencari tempat kerja baru.

There is no paycheck in this world worth that much pain. Berapapun gaji yang kalian dapat, tidak akan sepadan dengan kesakitan yang kalian dapatkan.