Mungkin kalimat diatas adalah diantara alasan-alasan mengapa seseorang merasa malas untuk menulis. Bukan karena tidak bisa, tapi karena hadirnya pikiran-pikiran negatif diatas dan puluhan pikiran negatif lainnya tentang menulis. Padahal sama seperti membaca atau berhitung, menulis juga bisa dipelajari. Hal atau syarat yang terpenting untuk mulai  belajar  menulis adalah KEMAUAN. Ingat KE-MA-U-AN, jangan ditambah huruf “L”, nanti jadinya KEMAUANL, hehehehehe.

Menulis itu penting dalam proses belajar seorang manusia, entah itu menulis (ulang) pelajaran di sekolah, menulis sebuah karya (tulis & ilmiah), menulis diary atau tulisan lainnya. Menulis juga membantu mengasah otak kita untuk berpikir dan menyimpan memori tentang ilmu pengetahuan.

Nah, Bagi kamu yang ingin mulai belajar menulis, beberapa tips berikut mungkin bisa diterapkan agar lebih memotivasi kalian untuk mulai menulis

 

1. Mulai dengan rajin membaca

Mulailah rajin membaca

Mulailah rajin membaca via http://www.thencla.org

Syarat ini mungkin bisa dibilang wajib bisa juga tidak. Namun, jika ini sudah menjadi kebiasaan, modal kalian sebagai penulis sudah ada. Mengapa harus membaca?, seorang penulis, pembicara sekaligus pakar otak kanan, Ippho Santosa dalam sebuah bukunya pernah berkata,:

 “Guru yang baik adalah pembelajar yang baik, Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik, Penulis yang baik adalah pembaca yang baik”

Secara logika, tidak mungkin dia menjadi seorang guru (pengajar) yang baik, jika belum pernah menjadi pembelajar (yang baik). Seseorang akan menjadi Pembicara yang baik, jika tau cara menjadi pendengar yang baik. Begitupun Penulis, sebelum menjadi penulis yang baik, jadikanlah diri kalian Pembaca yang baik.

Membaca karya orang lain, adalah bentuk apresiasi, artinya secara sadar atau tidak, melatih kita untuk bisa membandingkan mana tulisan yang enak dibaca, enak dipelajari, dan yang memiliki tata bahasa yang baik (tentunya menurut kita sendiri). Hal itu yang akan menjadi modal ketika kita mulai mencoba menulis, kita mungkin dengan atau tanpa sadar akan mengikuti atau mengambil sebagian gaya bahasa dan cara penyajian penulis yang kita baca karyanya. Selain itu, membaca juga akan mengembangkan ilmu pengetahuan, imajinasi dan perspektif sesuatu dari sudut pandang orang lain, sehingga akan menambah pembendaharaan wawasan bagi penulis. Jadi, saran pertama saya adalah rajinlah membaca

2. Bawa alat untuk menulis kemanapun kalian pergi

Siapkan apapun alat untuk menulis

Siapkan apapun alat untuk menulis via http://www.aacc.edu

Ide untuk sebuah tulisan bisa muncul dimanapun, kapanpun dan dengan cara bagaimanapun. Bagi sebagian orang, menemukan sebuah ide untuk tulisan biasanya dengan cara, menyendiri, bermiajinasi di ruangan sepi. Namun bagi sebagian yang lain, ide bisa muncul disaat yang tidak terduga, misal ketika berpergian, mengobrol, bernyanyi, membaca buku, menonton film, berbelanja, bahkan (maaf) buang air. Hehehehehe

Untuk itu, saran saya selanjutnya adalah, bawa alat tulis kemanapun kalian pergi, Hal ini agar ide yang sewaktu-waktu muncul, bisa langsung kalian tulis. Karena jika tidak ditulis, kemungkinan ide itu akan hilang dan terlupakan, selain itu, menulis saat moment ide itu muncul pertama kali, lebih terasa hidup daripada saat kita mengingat-igat kembali moment tersebut.

Jika ribet membawa balpoin, buku atau laptop. Kalian bisa membawa buku saku, atau  menjadikan Handphone, sebagai media untuk menulis

3. Tulislah segera apa yang ingin ditulis, jangan menunggu !!!

Jangan menunggu, Write now!!

Jangan menunggu, Write now!! via http://unmgrc.unm.edu

Ini adalah fungsi lanjutan dari langkah sebelumnya. Setelah ide muncul dan kalian sudah membawa media untuk menulis ide tersebut, segeralah lakukan pencatatan. Tuliskan apa yang ingin kalian tulis, apapun!. Dalam step ini, kalian tidak usah memikirkan struktur tulisan, makna tulisan, bahasa yang digunakan atau apapun itu. Sudah, tulis saja!. Tulis semaumu, semua ide yang muncul, baik kedalam bentuk paragraf utuh ataupun berbentuk point demi point. Yang penting “harta karun” berupa ide bisa terselamatakan dan terdokumentasikan. Tulis sampai ide yang muncul tersebut benar-benar mentok, jangan berhenti menulis jika masih ada uneg-uneg yang masih muncul dan bisa digali. Jika ide tersebut bercabang, dan kalian harus memilih salah satu, saran saya adalah tuliskan seluruh cabang yang muncul tersebut.

Misalkan kalian mempunyai ide untuk menulis cerpen tentang persahabatan, cerita yang kalian tulis beradegan tokoh utama dan sahabatnya berjalan dan tertabrak mobil, kemudian kalian tiba-tiba ragu, apakah tokoh utama atau sahabatnya yang akan diceritakan mengalamai cedera parah, karena dua pilihan tersebut memunculkan ide yang berbeda namun sama-sama menarik. Maka saran saya, tuliskan saja kedua jalan cerita tersebut. Perkara cerita mana yang akan dipilih nantinya, silahkan dipikirkan lebih matang lagi saat proses editting.

Saya akui, menulis cerita memang bukan perkara mudah bagi sebagian orang termasuk saya,  namun yang penting adalah selalu mau mencoba dan belajar, Saya ingatkan lagi, Tulislah segera jika muncul ide segar yang ingin dijadikan sebuah cerita, jangan menunggu untuk membayangkan sebuah cerita menjadi utuh, karena penulis profesional pun tidak selalu melakukan itu. Jadi tulislah segera.

4. Jangan memaksa untuk mencari cerita berat, menggunakan gaya bahasa sulit, agar terlihat tulisan kalian berbobot. Pikirkan saja apa yang ada disekitarmu dan apa yang kalian suka dan tuliskan dengan gaya yang kalian punya

jangan stress, santai saja dan pede dengan gayamu

jangan stress, santai saja dan pede dengan gayamu via https://slcc2100students.files.wordpress.com

“Dinding tembok toko buku ini diganti seluruhnya menjadi kaca-kaca tebal, berdiri tepekur disini, kalian bak masuk dalam sebuah akuarium. Bebas memandang, bebas dipandang, arsitektur gaya “avant-grade”. Kaca, bukan beton, menjadi pilihan terbaik pembatas ruangan…” 

(kutipan novel “Daun yang jatuh tak pernah membenci angin”, karya Tere-Liye)

Kutipan parargraf diatas ingin menggambarkan keadaan tempat kejadian cerita. Penulis menggambarkannya menggunakan kalimat perumapamaan yang cukup menarik. Judul cerpen juga merupakan kiasan dari kisah inti dari novel tersebut.

Gaya penulisan tersebut memang bagus dan menarik, namun jangan terlalu memaksakan jika kalian bukan tipe orang yang bisa merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat yang indah. Gunakan saja bahasa sehari-hari kalian (tentunya yang bisa dimengerti pembaca), agar tulisan kalian terlihat lebih hidup, karena sebenarnya tujuan menulis adalah menyampaikan pesan dari penulis kepada pembaca. Akan sangat disayangkan, jika kalian mempunyai ide atau pesan yang bagus, namun karena cara menyampaikannya ikut-ikutan menggunakan bahasa kiasan atau sastra (yang kalian sendiri kurang menguasai), justru pembaca malah tidak mengerti. Sebaiknya menggunakan gaya bahasa yang kalian kuasai.

Begitupun dengan isi tulisan, tidak usah memaksa untuk berimajinasi yang jauh, jika itu malah akan mempersulit kalian. Yang terpenting adalah kita belajar menulis, dan mulailah dari apa yang ada disekitar kita. bayangkan, lebih mudah mana, menceritakan kisah cinta orang dimasa penjajahan, atau kisah cinta di zaman yang kalian lalui? Lebih mudah mana menulis tentang keadaan kota tempat tinggal kalian atau menulis tempat yang belum kalian kunjungi?

Kebanyakan penulis yang mahir pun memulai belajar menulisnya dari apa yang ada disekitarnya, (bahkan mungkin sampai sekarang mereka tetap begitu), karena lebih mudah dan nyata. Ketika menulis tips-tips suatu kegiatan pun, mereka menulis apa yang mereka tahu, baik melalui pengalaman langsung atau dengan belajar pustakan dan pengalaman orang lain

5. Belajar Struktur Tulisan, biar lebih keren!!!

Penting, tapi bisa di cicil kok belajarnya

Penting, tapi bisa di cicil kok belajarnya via http://www.qualogy.com

Struktur tulisan, bagi seorang professional umumnya dibuat sebelum tulisan kalian mulai ditulis, hal ini agar proses penulisan tidak menyimpang kemana-mana, terfokus. Karena biasanya mereka punya tema yang sudah direncanakan untuk ditulis. Namun, jika kasusnya seperti yang dibahas diawal, yaitu kalian tiba-tiba mendapat ide tema, kemudian kalian juga bukan seseorang yang mahir menulis, maka struktur tulisan ini bisa dibuat setelah ide-ide tadi berhasil kalian kumpulkan.

Artinya, setelah kalian menuliskan ide-ide yang kalian dapatkan dengan gaya bahasa yang kalian kuasai. Sekarang saatnya belajar membuat struktur tulisan, kemudian cocokan dengan ide yang ditulis tadi. Apa itu struktur tulisan? Sekali lagi, jenis tulisan itu ada beberapa jenis, dan masing-masing mempunyai struktur sendiri-sendiri. Namun secara garis besar, struktur tulisan itu adalah apa yang ingin kalian tulis dari awal sampai akhir. Urutannya, mana dulu yang ingin kalian sampaikan.

Misal kalian mau menulis opini tentang perbedaan gaya pacaran anak sekolah dan kuliah. Kalian membuat struktur diawali dengan definisi pacaran, contoh gaya pacaran anak sekolahan dan penjelasannya, kemudian gaya pacaran anak kuliahan, terakhir kalian menyampaikan rangkuman atau kesimpulannya.

Nah, Jika ide yang tiba2 muncul seperti dibahas diawal langsung kamu tulis menjadi sebuah tulisan yang lengkap dari awal sampai akhir, maka langkah selanjutnya adalah editing.. Pada tahap ini, kalian juga mulai memperhatikan tanda baca, kesalahan tulis, gaya bahasa dan kontinyuitas tulisan. Kalian harus meyakinkan diri apakah tulisan kalian sudah pas, masih kurang atau justru berlebihan. Jika menurut kalian sudah oke, mintalah beberapa teman untuk menilai tulisan kalian, hitung-hitung sebagai “tester” dan editor, karena sudut pandang seseorang mungkin berbeda dengan yang lainnya.

Namun apa jadinya, jika tulisan kalian baru berupa point-point, atau paragraph yang masih loncat-loncat belum disatukan layaknya sebuah tulisan yang enak dibaca?, maka yang harus kalian lakukan adalah mencocokan dengan struktur yang ingin kalian rangkai. Disinilah fungsi struktur tulisan, agar ide-ide yang tiba-tiba datang tadi tetap bisa enak dibaca, kalian harus menyusunnya sesuai urutan dari struktur tulisan yang kalian buat sendiri. Jika sudah terangkai dari awal sampai akhir, langkahnya tinggal mengikuti point A diatas.

6. Baca lagi, Tulis lagi !!!

jangan pernah bosan. baca, tulis, baca, tulis, begitu terussss

jangan pernah bosan. baca, tulis, baca, tulis, begitu terussss via http://www.childrenlearningreading.com

Tips selanjutnya? Bagikan tulisan kalian, agar orang membaca dan ikut mengapresiasi tulisan kalian. Setelah berhasil dengan satu karya, langkah selanjunya adalah Baca lagi, Tulis lagi,.. SemangArt !!!!!