Perselingkuhan, “momok” yang menakutkan pada tiap pasangan, baik suami istri maupun yang masih pacaran. Ini cukup menarik, karena di satu sisi perselingkuhan memiliki label sangat buruk, terlebih bagi banyak orang yang menganggap dirinya makhluk setia atau mungkin tak pernah memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Namun, menurut perspektif lain mengatakan bahwa hal ini wajar. Apalagi untuk beberapa orang yang memiliki pergaulan yang sangat luas.

Saat kesempatan itu terbuka sangat lebar, sehingga hampir mustahil untuk bersikap abai. Jika kamu termasuk dalam kategori ini dan memilih untuk setia, yup kamu luar biasa. Tapi jika kamu mengambil kesempatan itu, bukan berarti kamu selamanya tidak akan dapat dipercaya sebagai pasangan yang setia. Pilihan akan selalu ada, akan kamu lanjutkan atau kamu perbaiki. Tapi mari kita bawa ke arah yang rasional, tanpa unsur judgement dan menggiring ke arah semestinya.

1. Menjadi orang yang banyak dipuja itu memang menyenangkan, tapi hati-hati sama dampaknya di masa mendatang!

Menjadi pusat perhatian via https://www.instagram.com

Bagi cewek, menjadi pusat perhatian tak dapat dipungkiri adalah hal yang menyenangkan, mungkin bagi sebagian cowok juga. Kamu ingin tampil menarik sehingga orang melihatmu, dan sebaliknya orang suka melihat kamu karena kamu menarik. Ini hukum semesta, jika kamu berusaha untuk terus menerus menyangkalnya, itu berarti kamu telah menyalahi sistem alam itu sendiri.

Namun meski demikian, akan selalu ada pilihan dalam sebuah interaksi. Iya, kamu menarik dan orang tertarik denganmu. Seimbangkan hukum semesta itu dengan pilihan dan sikap rasional. Kamu lebih suka dianggap luar biasa dengan tidak memilih untuk berselingkuh, atau orang akan menganggap “ternyata kamu tidak ada bedanya”.

2. Selingkuh adalah sebuah hal yang menantang dan nggak bisa kamu anggap sembarangan!

Menantang via http://google.com

Mengenal dan berinteraksi dengan “orang baru” memang menantang. Kadang kala, kita memiliki couriousity terhadap watak, karakter, perilaku orang yang baru saja kita kenal karena memang akan menambah knowledge kamu dalam banyak aspek. Dan salah satu kenapa hal ini terjadi adalah tentu saja karena ketertarikan. But yeah, once again its depend on you.

Advertisement

Akan kamu bawa ke arah pertemanan atraktif yang mungkin membawa benefit dalam beberapa hal, atau malah membawanya ke arah yang tidak semestinya dan cenderung pada hal negatif. Yah tidak dapat dipungkiri, perselingkuhan sebagian besar bermuara pada ‘hawa nafsu’, yang sebenarnya telah kita ketahui memiliki cost yang tidak sedikit.

3. Memangnya, kamu tega menyakiti pasanganmu hanya demi nafsu dan kepuasan semata?

Berempatilah via http://google.com

Oke, saatnya untuk membawanya ke arah perasaan, lebih spesifiknya mungkin ‘empati’. Sederhana sebenarnya, ada satu prinsip dasar yaitu “kita tidak akan pernah merasa nyaman atau senang saat pasangan kita berselingkuh”. Hal yang menyakitkan dari perselingkuhan adalah mengetahui ternyata pasangan kita bahagia bersama orang lain. Cobalah tempatkan diri kamu saat mengetahui kenyataan pahit itu, tidak nyaman bukan?

4. Benarkah kamu merasa nyaman dan bahagia saat berselingkuh?

Bahagiakah kamu berselingkuh via http://google.com

Pastinya ada banyak risiko dan ancaman saat kamu melakukan perselingkuhan. Lebih-lebih bagi pasangan yang telah menikah. Memang balutan hawa nafsu tadi kadang kala sangat membutakan. Namun biasanya akan ada masa-masa di mana kamu sadar akan resiko yang mungkin terjadi, dan jika masa itu datang, bayangkanlah betapa buruknya hal yang bisa kamu dapatkan.

Betapa malunya kamu pada orang-orang yang percaya padamu, maka sebenarnya banyak momen di mana perselingkuhan menjadi sangat tidak nyaman. Dan kalau tidak nyaman, mengapa harus kamu lakukan?

5. Mungkin hal berikut menjadi alasanmu berselingkuh. Tapi, yakin sebenarnya ini yang kamu butuhkan?

Sebenarnya apa yang kamu inginkan via http://google.com

Kamu jenuh dengan pasanganmu, butuh variasi atau sesuatu yang menantang, lalu kamu lari pada hubungan perselingkuhan atau alasan lain yang bersifat pembenaran. Benarkah perselingkuhan yang akan membawa kehidupan kamu lebih menarik? Jangan-jangan penyebab kejenuhan itu adalah kamu yang kurang kreatif dalam berinteraksi dengan pasangan. Kamu bersikap monoton terhadap segala sesuatu yang terjadi di antara kalian. Hal yang dulu diperjuangkan menjadi amat flat.

Coba pikir ulang, solusi dari kejenuhan kalian sepertinya bukan perselingkuhan, namun upaya kalian untuk membuat hubungan ini kembali mengasyikkan.

6. Perselingkuhan itu belenggu dalam hidup! Sudahlah, mau sampai kapan kamu menggila?

Kamu membutuhkan pencapaian via http://google.com

Nah, ini ada hubungannya dengan passion, pemikiran, dan karir. Salah satu dari beberapa yang saya amati, “berselingkuh” mereka tak lagi berpikir tentang pencapaian dalam hidup. Mereka merasa telah memiliki segalanya, hingga akhirnya tidak ada lagi yang dapat dipikirkan. Cobalah buat resolusi-resolusi yang benar-benar kamu pikirkan dan lakukan, upayakan agar tidak jauh dari passion yang kamu miliki agar bisa bersifat menyenangkan. Dan saat kamu berpikir tentang pencapaian, hidup kamu akan lebih menarik dari sekadar memiliki hubungan perselingkuhan.

7. Komitmen dan cinta saja tidaklah cukup, buat hubunganmu lebih menarik biar nggak membosankan!

Buat hubunganmu kembali menarik via http://pexels.com

Kenapa kita menjalin hubungan dengan seseorang, karena cinta. Atas dasar cinta, kita membuat komitmen dengan pasangan dalam ikatan yang lebih sakral. Lalu pada perjalanannya, kita jadikan “cinta” sebagai satu-satunya alasan untuk tetap bersama. Dan cinta juga yang membuat orang tidak selingkuh, benarkah begitu? Jawabannya bisa iya bisa tidak, dan itu sangat realistis. Sebagai bukti yaitu adanya kejenuhan, meski mungkin juga tidak selalu berakhir pada sebuah perselingkuhan.

So, minimalisir kejenuhan atau apapun yang tidak bisa lagi hanya berlandaskan cinta dengan aksi yang nyata. Dengan membuat komitmen untuk selalu membuat hubungan kalian menarik. Buat dia, sang pendampingmu memiliki banyak peran. Sebagai adik, pacar, teman, atau bahkan lawan.