Malang, Si Kota Apel, Kota Terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur. Bukan rahasia umum bahwa Malang merupakan kota destinasi wisata yang sangat tersohor. Jika kamu menapakkan kaki disini untuk melancong, yang kamu rasa adalah cinta yang besar untuk kota ini hingga tidak mampu berpaling darinya. Tapi tahukah kamu bahwa pesona Malang bukan hanya wisata saja? Malang juga merupakan tujuan rantau yang ideal bagi para pencari nafkah maupun penuntut ilmu.

Banyak penduduk kota atau kabupaten di sekitar Malang yang merantau ke Kota Apel ini untuk mencari pundi-pundi uang demi membuat dapur rumahnya mengepul. Hal ini dikarenakan Malang merupakan kota besar yang menyediakan banyak lapangan kerja dan usaha yang menggiurkan. Selain itu karena banyaknya universitas negri maupun swasta, Malang merupakan kota tujuan  anak-anak muda dari berbagai penjuru Indonesia untuk menimba ilmu demi membangun daerahnya. 

Jika kamu bercita-cita untuk hidup di malang, alangkah bijaksananya jika kamu mengetahui beberapa hal umum tentang Malang sebelum kamu menginjakkan kaki di kota yang sejuk ini.

 

1. Yang Pertama: Cari Tahu Lokasi Tempat-Tempat Strategis

Ini lho stasiun Malang

Ini lho stasiun Malang via http://id.railfansid.wikia.com

Sebagai pendatang yang pertama kali kamu harus tau adalah lokasi-lokasi strategis yang ada di Malang. Lokasi strategis ini mencakup stasiun, terminal, kampus-kampus (negeri maupun swasta), pusat perbelanjaan, pasar-pasar, jalan-jalan besar, maupun tempat-tempat yang lainnya. Lokasi-lokasi tersebut bisa menjadi patokan jika suatu saat kamu harus pergi ke alamat di Malang yang belum kamu ketahui lokasi pastinya.

Temen: "Eh nanti kalo urusan kamu udah beres dateng ke rumahku ya, di Kalpataru."

Kamu (dalam hati): Where the heck Kalpataru is 

Kamu: "Kalpataru itu dimana bro? Mananya Soehat (Jl.Soekarno-Hatta)?"

Temen: "Dari arah kampus di perempatan Pizza Hot Soehat nanti belok kanan."

Kamu: "Oke sis!"

Jika memang kamu tidak bisa diharapkan dalam mencari alamat, maka jangan malu-malu untuk bertanya pada warga sekitar. Seperti kata pepatah: malu bertanya ya jalan jalan aja sesat di jalan. Warga Malang ramah kok!

2. Kemudian: Kenali Angkot-mu!

Angkotnya bagus kaaan?

Angkotnya bagus kaaan? via http://foto.metrotvnews.com

Gak semua dari kamu yang datang ke Malang langsung memiliki kendaraan pribadi. Mungkin ada yang kendaraannya dikirim melalui ekspedisi, atau bahkan memang tidak memiliki kendaraan pribadi. Terus gimana dong kalo mau kemana-mana? Angkot solusinya!

Perlu diketahui bahwa semua angkot di Kota Malang itu berwarna biru laut. Jika di Jakarta kode trayek angkot adalah angka, atau di Bandung yang kode trayek angkotnya adalah warna, maka kode trayek angkot di Malang adalah inisial dari daerah-daerah yang dilalui angkot tersebut (tapi biasanya hanya nama daerah asal dan tujuannya saja).

Beberapa contoh kode trayek angkot:

AL= Ankatan Laut berarti Arjosari - Landungsari

LG= Merek elektronik Korea berarti Landungsari - Gadang 

ABG= anak baru gede berarti Arjosari - Jl. Borobudur - Gadang

O ya, terkadang penduduk Malang menyebut angkot dengan sebutan 'LEN' lho.

Selain sadar angkot, yang mungkin kamu harus ketahui adalah angkutan-angkutan umum menuju kota-kota di sekitar Malang yang bisa dicapai via kereta maupun bis di stasiun dan terminal-terminal.

3. Lalu: Biaya Hidupnya Gimana?

Uang kamu di akhir bulan. hu hu hu

Uang kamu di akhir bulan. hu hu hu via http://tribunnews.com

Yang menjadi perhatian utama ketika kamu merantau ke suatu kota adalah biaya hidupnya. Bisa dibilang biaya hidup di Malang itu relatif murah (murah banget malah). Mungkin di Jakarta makan di warteg cuma bawa 10 ribu itu gak bisa memuaskan kamu. Hal itu gak berlaku di Malang! Nih ya:

Nasi + Sayur + Tempe = 5000

Tambah orek = 1000

Tambah kentang balado = 1000

Tambah kerupuk = 1000

Tambah es teh = 2000

Total = 10.ooo kenyaaaang

Atau jika kamu mau mencari alternatif lain pengganti warung nasi konvensional untuk makan:

8000 dapat tahu tek dengan sambal kacang yang menggoda plus nasi/lontong. Check!

Bakso khas Malang yang cuma 5000 udah bisa bikin puas. Check!

Sate ayam 10 tusuk plus nasi cuma 15.000. Check!

Juga jangan khawatir dengan jajanan jika suatu saat kamu ingin ngemil-ngemil lucu. Contoh:

Cilok = 5000 puaaasss

Pempek = 10.000 bisa menggantikan makan siang

Jus Semangka= 4000 bisa bikin kembung

Dan jangan bingung jika harus berhadapan dengan masalah tempat tinggal. Karena Malang merupakan kota pelajar di Jawa Timur, maka mencari rumah kost bukan perkara yang sulit. Dari rumah kost paling melarat yang kamar mandinya di dalam tapi kamu tidur diluar, sampai kost mewah dengan air conditioner dan keamanan 24 jam pun ada! Yang harus diperhatikan adalah seberapa lihai kamu dalam mencari kost-kostan. Jika kamu beruntung, mungkin kamu bisa mendapatkan kost dengan fasilitas wifi, bebas biaya listrik, bebas biaya air, plus ibu kost yang ramah dan sering berbagi rezeki hanya dengan 500.000 per bulan saja. Atau jika ingin menekan biaya tempat bernaung carilah teman-teman yang bisa untuk diajak mengontrak rumah bersama. Hanya dengan 2 jutaan kamu bisa mendapatkan tempat tinggal yang nyaman serta teman serumah yang asyik.

4. Perhatikan: Budaya Ngalam Kipa Sam!

Walikan sam!

Walikan sam! via http://instagram24.com

Hubungan culture shock dengan perantau adalah bagai semut yang pasti ada jika disitu ada gula. Tapi jangan takut dan jangan gelisah! Malang bukan Jakarta yang katanya lebih kejam dari ibu tiri. Hidup di Malang itu santai, maka dari orang itu orang-orangnya juga santai. Keramahan warga Malang itu tidak bisa dipungkiri lho. Hanya saja jangan harapkan sopan santun lemah lembut serta tutur bahasa jawa yang kromo inggil ala Jogja dan Solo, tapi bukan berarti mereka tidak sopan lho ya. Bertemu orang Malang seakan bertemu kawan lama yang sudah tak jumpa beberapa waktu. Cara bicara orang Malang tergolong ceplas-ceplos dan sering menggunakan nada yang tinggi. Ingat, mereka bukan marah-marah, itulah bentuk keramahan ala Malang yang manis lewat caranya sendiri.

Speaking of bahasa, Malang tak lepas dari dialek uniknya yang bernama bahasa walikan. Walikan secara harfiah berarti terbalik atau dibalik. Konon bahasa ini merupakan bahasa sandi pada masa penjajahan yang digunakan untuk mengecoh penjajah. Cara mengunakan bahasa walikan mudah saja = suatu kata dibaca dari belakang. 

Ayas = adalah saya yang dibaca terbalik

Umak = adalah kamu yang dibaca terbalik

Sam = teman dari Frodo adalah 'mas' yang dibaca terbalik

Oskab = adalah bakso yang dibaca terbalik

Oyi = adalah iyo yang dibaca terbalik

Kera Ngalam = adalah arek malang (orang malang) yang dibaca terbalik

Tahes = adalah sehat yang dibaca terbalik

Hal yang perlu diingat adalah tidak semua kata bisa diaplikasikan dalam bahasa walikan, hanya kata-kata tertentu yang enak didengar bagi orang Malang saja.

5. Nah, Refreshing Time!

Pantai Kondang Merak yang asyik buat tempat kemah

Pantai Kondang Merak yang asyik buat tempat kemah via https://ambarlila.wordpress.com

Saatnya melepas penat, yeah! Di Malang, gak perlu pusing-pusing mencari tempat refreshing yang oke. Yakin deh tempat wisata di kota ini tuh gak ada habisnya untuk kamu kunjungin. Mulai dari wisata pantai sampai gunung, atau wisata siang maupun malam (eits jangan mikir kemana-mana dulu ya) semuanya ada!

Mau ke pantai? Banyak banget opsi pantai yang bisa kamu kunjungin di Malang Selatan. Ada Pantai Kondang Merak yang letaknya agak terpencil, tetapi punya pesona khas tersendiri. Ketika pantai sedang surut kamu bahkan bisa berjalan sampai ke tengah dan melihat-lihat ikan berenang diantara karang di bawah kakimu. Tapi behave yourself karena pantai ini termsuk pantai konservasi alam ya.

Kamu anak gunung? Kalo ada weekend kaki Semeru yang gak kalah indah sama puncaknya siap menyambut kamu. Atau cari yang deket aja? Ada gunung Panderman di Batu yang oke buat hiking jangka pendek.

Mau wisata sejarah? Ada Museum Brawijaya di Jalan Ijen yang bakal membawa kamu ke zaman penjajahan belanda.

Mau wisata kuliner? Ada Bakso Cak Man di Jalan W.R. Supratman yang bisa bikin air liur kamu terus menetes. Atau kalau kamu mau mencari kesejukan di tengah teriknya siang, kamu bisa mampir di Waroeng Oen yang telah berdiri sedjak djaman dahoeloe.

Mau wisata gratis? Mampir aja ke Alun-Alun kota Malang yang baru diremake. Dijamin instagramable deh. Atau alun-alun batu yang ditata secara ciamik untuk wisata keluarga.

Mau wisata religi? Coba ke Masjid Tiban a.k.a Masjid Jin yang konon dibangun oleh jin dalam satu malam di Turen. Hiiii!

Intinya jangan takut kehabisan tempat wisata untuk melepas penat kamu selama hidup di Kota Apel deh!