Saat kurasa hari tenang melewati hal bersamamu, saat hatiku tentram menjadi bagian dalam hidupmu, saat semua indah bila kau tersenyum bersamaku dan ketika aku nyaman untuk menghabiskan waktuku bersamamu. Dan saat semua rasa itu berubah, segala hal terasa hambar, segala cerita hanya kisah berlembar-lembar dan segala senyuman hanya untuk diumbar, maka saat itu kau menyadarinya bahwa dia pergi, cinta itu telah pergi, dan hatimu menyadarinya bahwa separuh dirimu terbawa olehnya. Di saat itulah kau mengatakan, mengapa cinta datang terlambat?

 

1. Friendzone

Kamu terlalu takut untuk jatuh cinta pada seseorang, entah mungkin karena masa lalumu atau karena apapun itu dalam hidupmu. Kamu takut menerima seseorang baru dalam hatimu sehingga membuatmu untuk memutuskan berteman saja dengannya atau dalam kata lain "friendzone". Di awal pertemanan berjalan biasa saja, lambat laun kamu semakin dekat hingga tanpa sadar ada rasa yang berbeda tumbuh diantara kalian.

Kamu hanya memungkiri hal itu dan tetap saja jalan di tempat dalam pertemanan. Karena kamu menyadari bahwa berteman lebih membuatmu nyaman, tapi yakinkah kau bisa bertahan? Percayakah kau bahwa ia akan tetap tinggal?

2. Kau Membohongi Hatimu

We Heart it

We Heart it via http://data.whicdn.com

Kamu membohongi hatimu dalam segala hal yang berhubungan dengannya. Mengelak segala rasa dan menganggap seakan rasa itu tiada. Justru semakin kau ingin membuangnya, semakin terpuruk kau dalam perasaanmu itu. Seharusnya biarkan rasa itu tumbuh dengan sendirinya dan membuatmu yakin bahwa perasaan itu nyata. CObalah untuk mengerti akan hatimu sendiri, bukan menuruti ego yang kau yakini.

Perasaan bisa saja berubah karena hati ada yang membolak-balikan.

3. Terlalu Yakin Untuk Tetap Bersamanya

Kau terlalu yakin akan sering terus bersamanya tanpa ingin tau apa yang diinginkannya. Saat ini mungkin dia masih bersamamu dan terus menemanimu, namun tak tentu pula apakah dia dapat bersikap seperti itu seterusnya. Yang ada dalam benakmu hanyalah kalian masih bersama dan akan terus bersama dalam hubungan pertemanan ini. Kamu terlalu menekankan dan percaya pada dirimu sendiri bahwa kebersamaan itu tak akan berubah.

4. Membebaskan Hatinya Untuk Dimiliki Orang Lain

Menurutmu jalan terbaik dalam hubungan kalian adalah membebaskan hati dan diri kalian untuk dimiliki orang lain. Meskipun ada secuil rasa tak rela melihat kebersamaan ataupun waktu yang dia miliki untuk orang lain, kau hanya menganggapnya hal yang wajar.

Dari hal inilah kau perlahan menyiksa batinmu untuk diduakan dengan kehidupannya yang lain, sebab kamu bukanlah teman yang diprioritaskan lagi.

5. Tanpanya, Kau Merasa Hidupmu Akan Baik-Baik Saja

Ketika kau telah menyadari dia tak lagi di sisimu, saat itulah kau merasakan perih yang nyata dalam lubuk hatimu. Kau menyadari betapa banyak hal yang berarti untuk kau lewatkan bersamanya. Namun semua berubah ketika dia sudah menemukan sandaran hati yang lebih baik darimu. Penyesalan memang tiada arti, namun sakit yang kau rasa selalu membekas dalam hati. Itulah hidup daninilah kehiduoan cinta. Kontras dengan apa yang sehari-hari kau lakukan dalam hidup, tanpa disadari cinta telah melekat dalam nadimu dan tiap nafasmu. Jagalah dia yang berarti untuk tetap disisimu, jangan segan untuk mengungkapkan apa yang kau rasakan pada dia yang mungkin kini menunggumu. Makanya PEKA!