"Neng lagi apa nih, asyik bener?"
"Ini lho bang, lagi nonton dunia terbalik. Si Tuti anaknya Ceu Yoyoh minta kawin".
"Minta kawin? Bukannya minta diberangkatin ke Korea ya, neng?"
"Aduh iya iya bang. Aye lupa, hehe...."

Hayo ngaku siapa yang nggak tahu kalau sinetron 'Dunia Terbalik' lagi eksis nongol di tv? Itu loh yang ceritanya para istri-istri mencari nafkah. Berjuang di negeri orang mencari berkah. Strong woman ya, hehe...

Eits, tapi di balik kesuksesan mereka ada para pria gagah menunggu kepulangan mereka di rumah, merawat anak tanpa berkeluh kesah, dan setia menampung rindu yang terpupuk dalam kalbu.

Perlu kita ketahui, hidup itu memang sulit. Terkadang menyepelekan orang lebih sering digeluti daripada introspeksi diri.
Nih, kehebatan mereka yang katanya dipandang sebelah mata, apa masih mau kembali untuk mencela. Simak deh, di antaranya:

 

1. Tidak ada yang bisa menampik cemas saat orang tersayang jauh dari pandangan

Hanya dengan memanjatkan doa, semoga baik-baik saja di sana adalah hal yang dilakukan untuk menepis rasa khawatir dan berharap dijauhkan dari segala mara bahaya. Itulah sebabnya, mengapa Ceu Yoyoh melarang anaknya si Tuti untuk berangkat mencari nafkah di luar negeri. Karena dia telah merasakan pahit yang begitu membelit sampai dikenang hingga pulang ke tanah air.

 

2. Bersabar menunggu adalah hal yang tidak diharapkan setiap orang

Sabar Menunggu

Sabar Menunggu via http://media.mbigroup.co.id

Jangan gagal paham ya. Bukan bersabar menunggu gebetan peka lho, hehe. Tapi menunggu akhir yang baik setelah memulai dengan cara baik-baik. Bukan bermaksud menakuti, namun fakta berkata tak sesuai dengan hati. Banyak kasus yang buruk terjadi. Kekerasan, pembunuhan, dan masih banyak lagi. Seperti yang pernah diceritakan Ceu Yoyoh pada Tuti, jika dia pernah merasakan cambukan kejam sang majikan.

 

3. Kesederhanaan Guntara Hidayat dalam perannya sebagai Koswara

Kang Koswara

Kang Koswara via https://2.bp.blogspot.com

Lok...Lok...Ciloooooook!
Lok...Lok...Ciloooooook!
Beli ciloknya dong bang satu, satu paket ya sama kamu hehe...

Duh, siapa yang nggak meleleh lihat suami kerja keras banting tulang hanya untuk anak dan istri. Di tengah keramaian warga yang berangkat demi mengais rezeki, justru Koswara enggan memberangkatkan istrinya ke negeri orang. Kurang apa lagi? Semua itu karena rasa cinta yang tulus membuatnya cukup dengan hidup ikhlas walau dalam kesederhanaan.

Hidup bukan cuma soal uang melulu. Tapi ada kebahagiaan yang harus senantiasa hangat dalam menjalin hubungan dalam setiap keluarga. Dan satu lagi, saling percaya adalah kuncinya. 

 

4. Lagi galau? Nonton deh kepolosan Kang Idoy

Lihat aja gayanya. Nggak nahan bro!

Dengan model rambut berponi lebat dan mimik muka yang luar biasa. Membuatnya sukses menampilkan karakter seseorang yang unik alias lucu. Biar mau dikata culun bin cupu, namun Idoy tetap menjadi Idoy bukan Akum ataupun Aceng.

Jarang ada orang yang berlapang dada mendengar hujatan yang datang akibat kekurangan yang lahir dalam diri. Peran Idoy mengajarkan kita arti hidup tanpa memikirkan omongan orang. Hidup hanya sekali buat apa menyusahkan diri. Walau sedikit telmi tapi Idoy tetap happy hehe...

 

5. Meskipun pria, tapi Kang Akum berhati mulia

Selalu ada sabar dalam cobaan

Selalu ada sabar dalam cobaan via https://klikharry.com

Bukan cuma Kang Akum doang kok, kamu juga.
Kamu.
Iya, kamu.

Berperan sebagai Akum, Agus Kuncoro Adi memiliki satu orang anak dengan istri yang turut berangkat ke luar negeri. Dalam memainkan perannya sebagai Akum, tampak sekali karakter yang diperlihatkannya sebagai bapak yang lemah lembut, luwes dalam membenahi rumah, dan penuh perhatian. Selalu mencemaskan anaknya yang kadang belum juga pulang, menjadikan Akum sebagai bapak idaman bagi setiap anak di Indonesia.

Bukan untuk menjerumuskan anaknya ke lubang kelam nan menyedihkan, tapi merangkulnya agar menjadi anak kebanggaan keluarga. Selalu memberi motivasi dan dukungan moril di saat anaknya merasa putus asa.
Banyak kasus yang marak terjadi melibatkan anak-anak negeri. Semoga dapat dibenahi untuk membangun generasi bangsa yang menjunjung tinggi nilai budi pekerti.

6. Sekadar mengingatkan, tampang bukan jadi patokan suatu profesi lho

Suger, sugeeeeeer.
Susu segeeeeeeeer!!!

Eits, jangan mulai salah fokus ya. Cucu cuma lagi cari nafkah. Begitu sebutannya di dalam peran. Sebagai gadis berparas cantik, dia tidak malu membantu ibunya berjualan susu dalam kemasan botol rasa vanilla dan strawberry. Bahkan, dia juga mulai menapaki dunia TKW untuk menjadi agen. Disela berjualan suger sambil berkeliling, dia mencari pekerja yang siap berangkat ke luar negeri.

Tidak peduli apa kata orang. Selagi mencari rezeki yang halal untuk makan apapun boleh dilakukan. Toh, yang di kata orang nggak bikin perut kenyang.

Jadi, apa lagi yang masih dipikirin? Hidup setiap orang punya porsi tersendiri dari Tuhan. Hanya bagaimana kita mensyukurinya saja.

Selamat menikmati hidup teman.