Sedari kecil, kita selalu ditanamkan bahwa beras adalah makanan pokok orang Indonesia dan selalu dikonsumsi keluarga setiap hari dan tanpa alternatif lain. Sehingga, tidak heran ketika sudah dewasa, kita menganggap konsumsi nasi adalah keharusan dan jika tidak makan nasi berarti bukan makan. Padahal, sebelum masyarakat mengenal beras, berbagai pangan pokok lokal telah dibudidayakan maupun dikonsumsi oleh masyarakat. Bahkan masih banyak komunitas di Indonesia yang masih mengandalkan pangan ini sebagai makanan pokoknya. Yuk intip apa saja pangan lokal pengganti beras yang dapat dikonsumsi.

 

1. JAGUNG

Jagung adalah pangan pokok yang masih familiar bagi telinga kita dan relatif maish bisa dijumpai sebagai panganan, meskipun tidak sebagai makanan pokok. Namun lain bagi masyarakat di daerah Flores, Sulawesi Tengah, Sumba, dan Timur dan beberapa komunitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang masih mengkonsumsi nasi jagung. Nasi jagung terbuat dari jagung pipil yang sudah tua, banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional dan tentu saja, harganya lebih murah daripada beras. Cara mengkonsumsi nasi jagung ini seperti nasi biasa dan yang paling penting, nasi jagung ini sangat bagus untuk pencernaan karena selain mengandung karbohidrat kompleks, nasi jagung juga mengandung serat. Cocok bagi kamu yang ingin diet karbo!

2. Singkong

SIngkong punya nama lain; ubi kayu atau ketela pohon. Sebagai tanaman, singkong dapat dimanfaatkan dari umbi dan daunnya sebagai pangan. Umbinya sendiri merupakan sumber karbohidrat yang kaya dan daunnya juga merupakan penghasil serat yang bagus bagi kesehatan. Meskipun demikian, Singkong identik dengan pangan kelas bawah, padahal singkong sebagai pangan pokok dapat dijumpai dimana-mana dan dapat tumbuh di halaman rumah, artinya, mengkonsumsi pangan tidak berarti harus membeli. Masih ingat fenomena singkong sebagai cemilan yang sempat trendsetter di akhir 2000an? Hal ini mengingatkan kita bahwa singkong adalah pangan lintas kelas, siapapun bisa mengkonsumsinya tanpa gengsi dong. 

3. Gembili

Gembili merupakan pangan pokok yang berjenis umbi-umbian dan sekilas seperti ubi rambat dan rasanya lebih manis daripada ubi madu. Pangan ini kini sudah mulai menghilang di pasaran karena masyarakat kini tidak lagi mengkonsumsinya sebagai pangan pokok. Setidaknya, terdapat 5 jenis Gembili yakni Gembili Gajah yang berukuran jumbo, Gembili Teropong yang bentuknya persis seperti teropong, Gembili Ketan yang rasanya lebih pulen dan enak, Gembili Srewot dengan rambut-rambut akar yang banyak, dan Gembili Wulung yang berwarna ungu. Pangan ini juga pernah popular bagi masyarakat yang tinggal di Gunung Kidul karena pangan ini memang mudah ditemukan dan bisa merambat di bebatuan di Gunung Kidul. Tanaman yang bisa dipanen setelah tiga tahun ini, dapat dikonsumsi dengan cara dikukus, direbus, digoreng, ataupun dibakar atau dapat menjadi cemilan seperti gethuk. Yum!

4. Kentang

Ayuk siapa yang tidak suka makan kentang??? Kentang adalah pangan yang lebih umum dan biasa kita konsumsi meskipun kentang tersebut sudah diolah dalam masakan yang tidak sehat lagi seperti digoreng, diberi bumbu-bumbu yang mengandung kalori jahat, atau menjadi teman pangan yang kita kenal sebagai pangan restoran-restoran junk food seperti French fries, potato nugget, dan lain-lain. Kentang sebagai pangan pokok memiliki karbohidrat kompleks dan kaya akan vitamin K dan vitamin C dan sebaiknya dikonsumsi dengan cara direbus dan dikukus sehingga tidak mengandung minyak, lemak, dan kalori yang jahat. Kentang juga dikenal sebagai lauk seperti balado kentang, perkedel, dan lain-lain.

5. Talas

Talas adalah tanaman pangan yang sangat familiar di Indonesia bagian barat terutama di Jawa. Tanaman ini merupakan sumber karbohidrat yang kaya akan nutrisi dan memiliki sifat yang mudha dicerna. Panganan dari Talas ini biasanya berupa kolak, gorengan, dan kue lain padahal kita dapat mengkonsumsinya layaknya panganan pokok seperti nasi dengan hanya merebusnya tanpa tambahan apapun. Dan tentu saja, bebas dari kolesterol!

6. Sukun

Seperti talas, sukun juga masih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan banyak tumbuh di hamper seluruh wilayah di Indonesia. Pangan yang kaya akan karbohidrat dan protein ini memiliki kalori yang rendah dan sangat mengenyangkan jika dikonsumsi sehingga tak jarang, orang-orang menyebutnya sebagia buah roti. Sukun juga biasa diolah sebagai cemilan seperti keripik manis dan asin, gorengan, kolak dan lain-lain. Jika direbus saja, panganan ini sangat sesuai bagi kamu-kamu yang ingin menjaga pola makan. 

7. Ubi Jalar

Ubi Jalar

Ubi Jalar via http://cara.media

Makanan ini juga masih popular meskipun semakin jarang ditemukan di pasar tradisional. Ubi yang akarnya berbentuk umbi dengan karbohidrat yang tinggi menjadi pangan pokok yang sangat disarankan oleh berbagai ahli nutrisi sebagai makanan diet karena struktur karbohidratnya dan kalorinya yang rendah namun seratnya yang tinggi. Di Papua, ubi jalar merah ini mengandung beta karoten dan menjadi pangan pokok dan dapat dijumpai di seluruh hutan-hutan Papua sebagai sumber makanan cadangan. 

8. Ganyong

Ganyong memiliki tekstur dan rasa mirip ubijalar, mengandung pati, meskipun tidak sebanyak ubi jalar dan merupakan tanaman semusim yang dibudidayakan masyarakat dengan cara yang sederhana. Pangan ini banyak dijumpai di Jawa Tengah.

9. Sagu

Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.) dan banyak ditemui di Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimatan Barat, Mentawai, Kepulauan Riau-Lingga, dan Sumatera.