Kehidupan ini layaknya drama atau film-film romansa cinta, terkadang sesuatu datang dengan tiba-tiba atau orang-orang pada umumnya mengatakan “tak lari ke mana jika itu memang rezekimu!”

Terdengar sangat klasik, tapi itulah beberapa hal unik di kehidupan yang hanya satu kali ini dapat terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana kita meyakini ada perkara-perkara lain lagi selain rezeki yang disebut tak ke mana. Dalam agama yang saya anut yaitu Islam, ada 3 perkara lagi yang juga tak usah dirisaukan jika memang itu hak untuk kita.

"3 perkara itu adalah kehidupan, kematian dan jodoh"

Mari kita telusuri beberapa perkara tersebut :

1. Kehidupan

Janin bayi dalam rahim Ibu via http://wisatasukses.com

Pernahkah kita berpikir, bertanya bahkan merenungkan bahwa mengapa kita lahir di tanggal, bulan dan tahun tersebut? Apakah kita pernah bertanya mengapa kita lahir, ada dan hidup di dunia ini?

Ini adalah nikmat yang agung dari Sang Maha Cinta yakni Allah subhanahu wa ta'ala. Betapa moment yang mengharukan adalah ketika seorang ibu yang berusaha melahirkan bayi yang ada di janinnya, malah keduanya meninggal.

Artinya kehidupan adalah sesuatu yang tak bisa dielakkan karena kewenangan Allah adalah mutlak telah menciptakan kita didunia ini, ya perkara yang tak ke mana bahwa ruh seseorang lahir dengan sebaik-baik penciptaanNya.

Advertisement

Semoga hidup kita dapat bermanfaat bagi sesama.

2. Kematian

tergeletaknya mayat via http://radiorodjabandung.com

Penjemputan yang mengerikan adalah kematian, betapa tidak! Manusia terkadang lupa akan hal yang tak kemana ini. Saking asyik dengan dunianya tentang harta, tahta, serta wanita. Menjadikan silau dan tidak berbekal diri dengan baik. Padahal hal ini pasti datang. Karena adanya fase kehidupan, pastilah ada fase kematian.

Tak dapat dinego, waktu, tempat dan cara kematiannya. Kita yang menentukan dengan tata cara berkata dan berperilaku kita didunia. Jika kita menanam kebaikan selama hidup. Insyaallah kita akan mati dengan cara yang baik, dan sebaliknya

Mari berbekal diri dengan hal-hal yang baik.

3. Jodoh

jodoh adalah cerminan diri via http://sarungpreneur.com

"Mau dapat yang sholeh/sholeha, tapi kita jarang sholat. Puasa ramadhan bolong, apalagi puasa sunah. Zakat apalagi, terus nggak sedekah. Lalum kita mau pasangan kita sholeh/sholeha? Mimpi kali…"

Mungkin kita pernah mendengar statement di atas. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Allah dalam surat An-Nur ayat 26 yang artinya : "Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik".

Ringkasnya, wanita baik untuk lelaki yang baik dan sebaliknya. Namun hal tersebut berlaku juga kepada lelaki/wanita yang memiliki masa lalu kelam dan ia sungguh-sungguh bertaubat, maka ia pun sudah dikategorikan baik.

Dalam perkara jodoh ini. kita pun bebas memilih. ingin menemukannya di mana. Di tempat baik atau buruk. Ingin kaya atau tidak. Ingin yang cantik atau tidak, namun yang terpenting adalah harus yang agamanya baik.

Sebagai contoh tak sedikit orang yang berkeinginan bersanding dengan pasangan yang rupawan, berharta, bertahta, namun oleh Allah disandingkan dengan yang tidak terlalu rupawan, tidak jua terlalu berharta apalagi bertahta akan tetapi ia sholeh/sholeha.

Karena Allah lebih mengetahui mana yang baik dan buruk, Allah tahu bahwa ia lah cerminan pribadi yang cocok dan setia mendampingi kita dengan segala kekurangan.

Cintailah ia karena agamanya, maka bahagia di kehidupan mendatang.

4. Kesimpulan

Fase demi fase via http://axltwentynine.com

Jadi. tak hanya rezeki yang tak ke mana, namun kehidupan, kematian dan jodohpun juga.

Maka tanamlah di setiap perkara-perkara tersebut dengan nilai-nilai kebaikan, bila noda-noda menghampiri. Mari lekas bersihkan dengan nilai-nilai kebaikan tersebut.

5. Epilog

Embun dan terbenamnya matahari via http://www.indonesianholic.com

Tak ke mana,

Pasti datang dan terjadi. Yang menghambatnya hanya ketetapan ilahi, layaknya embun yang ikhlas muncul di pagi hari dan sunset yang tenggelam ikhlas di sore hari.

Mari relakan, tuluskan dan ikhlaskan yang terjadi atas apa yang diusahakan.