Setiap orang pasti pernah atau bahkan sering menelan pahitnya rasa kecewa, pengkhianatan atau apapun itu yang berkaitan dengn hal yang menyakitkan hati. Dan hal yang manusiawi jika seseorang tak ingin lagi merasakan hal yang sama atau jatuh pada lubang yang sama, meskipun terkadang tanpa sengaja atau tanpa kita sadari kita bukan hanya jatuh untuk yang kedua kali tetapi kesekian kalinya.

“Hanya manis di awalnya saja, pahit di akhirnya”

Itulah yang seringkali terucap dalam hati, ketika seseorang pada akhirnya menyakiti kita, Ada beberapa alasan yang membuat seseorang pada akhirnya memutuskan untuk sendiri terlebih dahulu sampai waktu yang tepat, daripada harus mengulang dengan cerita yang sama.

1. Lelah rasanya jika harus berada dicerita yang sama, Padahal bertemu dengan orang yang baru.

Ditinggalkan seseorang atau memutuskan pergi dari seseorang karena sebuah alasan adalah hal biasa terjadi pada dua orang yang menjalin hubungan. Seseorang yang pergi dengan meninggalkan rasa sakit dan memberikan luka yang mungkin lama hilangnya. Sendiri lagi dan harus melewati semuanya tanpa dia, rasanya butuh teman penghibur untuk melupakan. Lalu yang dibutuhkan pun datang, seolah Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan.

Di awal datang untuk menghibur dengan segala cerita yang baru membuat kita lupa sosok yang pernah menyakiti, hari demi hari semakin dekat dan nyaman sampai akhirnya terbuai kembali dan benar – benar bisa melupakan, berharap dia berbeda. Namun siapa sangka ketika luka mulai sedikit terobati dan rasa mulai terbuai, ternyata dia sama seperti yang sebelumnya meninggalkan, bukannya menyembuhkan luka malah membuat luka yang baru dan terulang kembali cerita yang sama tetapi dengan orang yang berbeda.

2. Sampai kapan berjalan tanpa kepastian?

tanpa arah yang jelas via http://www.favim.com

Advertisement

Mencari sosok yang benar – benar bisa menerima kita itu bukan perkara yang mudah, butuh proses yang lama dan banyak hal yang harus dilalui. Kita tidak ingin kan terus berjalan tanpa tahu harus kemana? Ketika kita berjalan kita harus tahu dimana titik pemberhentian kita, karena tak mungkin bisa terus berjalan tanpa tahu arah tujuan. Seperti halnya dalam cinta, mendapatkan kepastian yang membuat kita berhenti untuk mencari.

3. Hati tak siap untuk tersakiti kembali.

Sudah cukup, mau sampai kapan menjadi korban keegoisan orang lain? Menjadi tumbal untuk kebahagiaan orang lain yang hanya sesaat. Disayang saat dibutuhkan, ditinggalkan saat tak lagi butuh, di perlakukan seenaknya oleh orang lain. Jika fisik yang sakit membutuhkan pemulihan untuk bisa beraktifitas kembali. Hati pun sama, membutuhkan pemulihan untuk siap menerima kembali, untuk jatuh cinta kembali. Tetapi tidak dengan rasa sakit yang sama.

4. Menutup hati sementara sampai yang tepat benar – benar datang.

close heart via http://www.bhmpics.com

Mungkin sementara sendiri adalah keputusan yang terbaik untuk saat ini, memperbaiki segala sesuatu yang salah agar tidak terulang kembali. Mengobati setiap luka yang ada seorang diri daripada diobati oleh orang lain yang bukan menyembuhkan tetapi malah menambah luka.

“Bukan mati rasa yang akhirnya membuat kita memetuskan untuk tidak mencintai, tetapi menutup hati sementara sampai yang tepat benar – benar datang”

Datang dengan cerita yang benar – benar baru, datang karena Tuhan telah mengizinkan dia untuk menemani bukan hanya dalam waktu yang sesaat, tetapi datang untuk tidak pergi.

5. Akhir cerita yang berbeda menjadi pengharapan yang terakhir

Happy Ending via http://tumblr.com

Seperti halnya dalam cerita dongeng Cinderella atau cerita dongeng Disney lainnya yang memiliki akhir cerita yang indah bersama dengan cinta sejatinya, kita pun ingin memiliki akhir cerita indah dan bahagia yang berbeda dengan cerita di awal. Menemukan cinta sejati yang Tuhan kirimkan untuk kita dengann cerita yang berbeda dengan orang yang berbeda menjadi pengharapan terakhir untuk seseorang yang sering kali tersakiti.

Setelah semua itu harus dilalui dengan banyak hal akhirnya kita memutuskan untuk sendiri terlebih dahulu. Sejatinya cinta terbaik akan datang pada saat yang tepat, Tuhan pun sudah menyusunnya untuk kita dengan sangat rapi. Mungkin di awal kita harus bertemu dengan orang yang salah terlebih dahulu sampai pada akhirnya kita bertemu dengan seseorang yang tepat, di waktu yang tepat pula. Pada akhirnya akan ada pelabuhan terakhir, tempat pemberhentian terakhir setelah berjalan jauh dengan melewati banyak hal. Akan ada pelangi setelah turunnya hujan, dan akan terbit matahari setelah gelap nya malam.