Ada banyak kisah anak muda diluaran sana yang berkomitmen bersama, saling mendukung satu sama lain, namun kemudian cintanya kandas begitu saja. Sebab usia yang belum cukup dewasa, masih dalam tahap upaya memperbaiki diri, namun sudah berani berkomitmen menjaga satu sama lain. Padahal, hidup bukan hanya untuk masa muda saat ini, namun juga bersama selamanya. Maka saat ini jagalah jarak yang ada, meski tak bersama pun tak mengapa.

Bukannya tak saling cinta, namun bukankah setiap kita butuh ruang masing-masing untuk memperbaiki diri saat ini?

 

1. Untukmu yang namanya kusimpan di dalam hati, Tuhanku lebih kucintai sepenuh hati

aku sudah memilihmu..

aku sudah memilihmu.. via http://google.com

Aku membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk mematangkan pribadiku ini, sebab aku pahami ada hal yang jauh lebih penting sebagai upaya memanfaatkan waktu di usia mudaku saat ini, yaitu pendidikan agama, untuk bekal kehidupan kedepannya.

Aku tengah mempertegas keyakinan dan niat bahwa untuk menyempurnakan agamaku adalah dengan menikah, namun aku harus lebih dahulu menyempurnakan imanku yang meski kutahu takkan pernah mencapai sempurna itu.

Aku ingin mencintai Tuhanku dengan kecintaan yang paling utama, niat yang sepenuhnya demi beribadah pada-Nya. Dan aku sudah memahami tujuan hidupku dengan jelas di usiaku saat ini, maka sudah pula ku pahami betapa banyak sesunggguhnya Tuhanku harus kucintai diatas segala.

Aku tahu kelak akan ada waktu dimana kebahagiaan kebersamaan kita menjadi nyata, dan aku selalu meyakini kebenaran itu, kebenaran bahwa Tuhan akan menjawab pertanyaanku dari dulu tentang makna bahagia karena mencintaimu.

Dan aku sudah memilih untuk meninggalkanmu sementara waktu sebagai upaya dalam memantaskan diri agar lebih layak lagi bersanding di pelaminan bersamamu nanti.

Maka kini biarlah aku hanya bisa memasrahkan takdirku, dan aku tahu hanya kepada-Nya lah aku sepantasnya berharap, pun sepantasnya aku menerima akan ketetapan-Nya.

2. Aku ingin menjadi yang terbaik, maka akan kutempuh jalan dengan cara yang baik-baik

akan kutempuh dengan jalan terbaik

akan kutempuh dengan jalan terbaik via http://google.com

Menjadi yang terbaik adalah yang selalu ingin kulakukan padamu, namun menjadi yang selalu membuatmu bahagia rasanya percuma, sebab aku sering gagal membuatmu merasakan bahwa aku juga punya cinta padamu, maluku menutupi segala yang ingin kutunjukkan.

Dan sebab aku bingung pula tentang bagaimana cara menunjukkannya ketika ada kamu didekatku. Sementara aku tetap tak mau yang lain, hanya kamu, namun saat ini sungguh aku belum mampu menunjukkannya.

Cinta adalah alasan dibalik kedekatan kita selama ini, dan setiap hari aku semakin menyadari bahwa cinta ini semakin mendalam.

Mengapa aku seyakin ini akan perasaanku padamu? Tentu saja yakin. Bukan cinta namanya jika tidak yakin. Sejujurnya aku tak ingin buru-buru menjadi yang disisimu dengan tanpa batasan, aku ingin menjaga batas yang ada. Aku cukup menyimpan sementara dalam diam. Bukankah harus sama-sama saling menyadari bahwa penjagaan ini bersifat sementara? Karena aku sungguh mencintaimu, dan penjagaanku sendiri ini tentu juga karena untukmu.

Kamu pun harus sanggup menunggu sedikit lebih lama. Ya, barangkali itu lebih tepat berlaku untukku.

Bagaimanapun aku telah memilih jalan ini untuk suatu waktu yang entah, hingga di suatu waktu ketika engkau akhirnya berteduh di rumahku.

3. Sebab aku punya resolusi pendidikan dan cita-cita di masa depan, supaya kelak aku bisa jadi istri yang kamu banggakan

ada banyak persiapan bukan?!

ada banyak persiapan bukan?! via http://google.com

Aku cinta padamu, dan tidak ada yang tidak mungkin untuk ditunggu sementara keyakinan itu selalu ada, tanpa alasan, begitu saja. Ada rasa yang damai yang datang tanpa diundang, hingga tanpa sadar kuletakkan namamu pada urutan paling pertama dalam doa-doaku, meminta ketetapan hati hanya untukmu.

Ada cinta yang sampai kini masih terus kutumbuhkan. Sebab, memberi hati kepadamu pada awalnya hanya terpikirkan “kenapa sih kamu?”.

Namun barangkali begitulah seharusnya cinta, bukan?

Dari "kenapa" menjadi "entahlah dijalani saja.."

Selalu saja ada jalannya jika memang niatan awalku mencintaimu adalah untuk membawamu menuju sebuah pernikahan yang suci dan mulia. Sebab aku sudah mengerti semua hal perlu alasan, termasuk muara atas keinginanku ini.

Termasuk aku pun sudah menjawab banyak pertanyaan tentang mengapa akhirnya kita dipertemukan, bahwa cintaku padamu memang Tuhan izinkan, sebab aku telah tiba pada titik mengakhiri masa muda, dan memilihmu sebagai satu-satunya yang aku ingin menua bersama.

Keinginanku adalah bisa terus bertahan mencintaimu sepenuh hati tanpa sedikitpun kehilangan. Namun untuk mengertimu saat ini, aku juga sadari aku masih harus belajar terbang lebih tinggi, dan karena kusadari juga bahwa sepasang tanganmu akan selalu ada untuk menangkapku diatas sana nanti.

Maka mari saat ini berjuang untuk masa depan kita bersama, belajar dan bekerja demi masa depan yang lebih mapan!

4. Aku sudah mempertaruhkan hatiku padamu, jadi tenang sajalah, aku tidak akan pernah menyerah!

pertaruhan terbesar dalam hidupku

pertaruhan terbesar dalam hidupku via http://google.com

Jika mencintaimu berarti memberi hati seutuhnya padamu, berarti aku sudah mempertaruhkan hatiku padamu.

Memang tidak pernah ada yang tahu akan sejauh mana kakiku melangkah, terus kemana-mana bahkan kadang tanpa arah, namun aku tidak akan pernah menyerah, sampai nanti Tuhan menyatukan cinta kita dalam ikatan yang penuh berkah.

Aku tahu, tak baik terus begini. Bagaimana bisa ketenangan menyelimuti hati, jika aku mengakui bahwa aku saja masih takut. Didalam benakku ada ketakutan bagaimana jika pada akhirnya aku tak bisa denganmu, dengan alasan apapun yang bisa saja mengakhiri semua harapan masa depan? Dan toh semua kemungkinan bisa saja terjadi.

Meski sudah melangkah paling hati-hati saat ini, aku lelah terus menerus terjebak pada situasi yang serba takut begini. Maka jika aku boleh memilih, aku ingin mempercepat waktu, sehingga aku tak perlu jalani hari-hari ini, dan langsung sampai di pelabuhan terakhir bersamamu. 

Tapi toh inilah perjalanan hati, semua ada prosesnya. Aku bertugas menjalani hari demi hari dan mempelajari apapun yang terjadi. Dan atas sekian kejadian demi kejadian, setiap kita terus saja berkelana hingga nanti akhirnya berdiam di titik lelah, masing-masing dari kita semoga tidak akan menemukan seseorang yang lain bisa disebut rumah.

Karena akulah seorang rumahmu, dan hanya engkaulah, yang kuharap pula adalah rumah tempat berpulangku.

5. Nikmati saja prosesnya. Perjalanan cinta kita akan menjadi cerita indah untuk diceritakan dari masa ke masa

jalani proses yang ada

jalani proses yang ada via http://google.com

Bukan soal aku tak sabar menunggu, tentu bukan. Ini semua tentang proses kita menjalani, bertahan dan mendewasa atas setiap kejadian kehidupan.

Sebenarnya di hatiku pernah terletak beberapa nama, dan di setiap kisahnya ada ketakutan yang sama tentang hubungan kita yang mungkin saja akan berujung tanpa bersama. Tapi ini mungkin hanya soal masa lalu.

Jika ini hanya perihal waktu, dan angka hitungan tahun, aku pintar menunggu, semoga kamu pun begitu!

Namun berangkat dari alasan kenapa, barangkali sebab niatan hatiku mencintaimu adalah untuk menjadikanmu pendampingku. Dan kita telah lama mengetahui bahwa kita hanya boleh memberi tahu rahasia rasa jika kita telah betul-betul siap memilikinya.

Mungkin saja cintaku yang ada ini belum gamblang terungkap, sebab kita sama-sama belum siap menikah. Ya aku tahu itu, maka aku meyakini akan banyak hal-hal baik yang akan terjadi dalam hidupku dan menjadi cerita indah dimasa depan kita nanti.

Memang menjalaninya takkan mudah, tapi lebih baik saat ini aku menunggu akhir cerita kita, itu jauh lebih harus kulakukan daripada tidak berharap sama sekali.

 

6. Sementara ini, sebaiknya kita tidak bertemu dulu untuk saling memantapkan hati

menahan debaran jantungku saja sulitnya bukan main

menahan debaran jantungku saja sulitnya bukan main via http://google.com

Seringkali aku bertanya-tanya, adakah kau merasakan debaran jantung sedemikian kencang terhadapku? Atau di sekeliling terasa seperti banyak kupu-kupu beterbangan? Aku selalu begitu.

Semisal engkau menyebut-nyebut namaku, maka hatiku langsung tergelitik bahagia. Hanya kemudian akalku bilang tidak boleh lebih dari sekedar euforia, astaga! Ya! Sebab aku mau tak mau harus mampu menahannya.

Jika memang cinta, maka tak baik bila kubiarkan begitu saja meresponmu dengan kata-kata yang sama. Baiknya memang begini, tak perlu saling bertukar kata, sebab sepatah kata darimu saja cukup mampu memanggil jutaan debar di dadaku. Apalagi jika akupun begitu?

Ah aku tahu betul kelemahanku, jadi memang aku yang harus diam-diam menahan. Rasanya aneh, ketika ingin kau tak membuat hatiku berdebar, namun aku juga tak ingin kehilangan.

7. Karena aku pun menjaga hatiku untukmu, kumohon jaga hatimu untukku!

jagalah seperti aku menjaga

jagalah seperti aku menjaga via http://google.com

Menjaga? Ah, aku saja yang melakukannya.

Aku benar-benar ingin memilikimu. Ekspektasiku memang terlalu tinggi karena berharap cerita cintaku ini berakhir sempurna, berakhir bahagia, bahagia bersamamu! Dan yang perlu kulakukan saat ini hanya harus terus berusaha, memperjuangkan masa depanku, kehidupan kita bersama!

Cinta adalah sebuah pilihan hati, perjalanannya dilakukan setulus hati hari ini, juga untuk esok hari.

Meski masih terlalu rahasia untuk diketahui apa yang akan terjadi, namun janji hati tuk hanya mencintaimu adalah perjanjian kepada Tuhanku. Janji hatiku agar semakin berani mempertahankanmu sampai akhir cerita kita nanti. Maka hati ini perlu dilatih agar lebih kuat lagi, aku harus lebih berhati-hati menjaga diri.

Aku sangat mencintaimu. Dan hatiku telah memilihmu. Rasa ini adalah salah satu anugerah-Nya.

Mungkin aku tak mampu mengucapkan kalimat “Aku cinta padamu” Tapi aku tetap ingin  untuk mencintaimu, dan semoga akan selalu begitu.

8. Sampai bertemu dimasa depan nanti, calon pendamping hidupku!

sampai berjumpa, my future!

sampai berjumpa, my future! via http://google.com

Aku menunggu hari dimana kau sudah boleh menggenggam tanganku didepan teman-temanmu, sudah boleh juga aku mengaku kalau aku selalu luluh dengan segala perlakuan dan kata-kata manismu.

Padamu akhirnya hati ini kutitipkan, aku berharap hari itu tiba, hari dimana aku yang akan lebih kuat untuk menguatkanmu di hari-hari yang berat. Aku berharap bisa menjadi pendamping terbaik yang kan selalu menemanimu melewati hari-hari terburukmu sekalipun. Aku berharap aku mampu menjadi seseorang yang mencintaimu dengan cara-caramu yang sederhana. Aku berharap akan bersamamu selamanya.

Aku senantiasa berterima kasih kepada Tuhan karena kita telah dipertemukan, dan semoga kelak dipersatukan. Ya, aku mencintaimu, sepaket dengan ketulusan hatimu, duhai calon pendamping di masa depanku.

Tidak ada yang lebih membahagiakan selain mencintaimu, dan semoga akupun dicintai olehmu, selalu.