Ritual pulang kampung ala mahasiswa tidak hanya dilakukan saat lebaran, tetapi diusahakan setiap weekend atau setiap ada hari kosong yang dosennya nggak masuk kelas. Berbicara tentang pulang kampung, pasti ada hubungannya sama jenis kendaraan yang dipakai. Kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Kalau untuk yang rumahnya nggak terlalu jauh, pasti pilih naik kendaraan pribadi. Tapi untuk rumahnya yang jauh, lintas provinsi misalnya, pasti naik kendaraan umum. Yang jauh banget naiknya peswat, yang agak jauh bisa naik kereta api, travel, shuttle bus yang khusus ada di agen-agen, atau bus biasa yang harus naik dari terminal umum. Nah, masalahnya, anak jaman sekarang paling males kalau disuruh naik bus umum sendirian. Banyak banget alasannya. Takut dicopet lah, takut dihipnotis, takut ketiduran di jalan, sumpek, dan segudang alasan manja lainnya. Padahal sebenernya ada banyak alasan juga kenapa kita harus naik bus umum dan itu sendirian. Mau tahu? Ini dia!

 

1. Tarif Murah

Jual-Sepatu-Futsal-Murah-Sampai-Kapanpun

Jual-Sepatu-Futsal-Murah-Sampai-Kapanpun via http://sepatufutsalasli.com

Mahasiswa yang duit masih minta orang tua jangan belagu sok milih kendaraan yang nyaman. Dengan jurusan yang sama, kalau dibandingkan travel atau kereta api, bus umum pasti yang tarifnya paling murah. Pengalaman saya sendiri, pulang dari Jogja ke Ponorogo (Jawa Timur), kalau naik kereta sampai Madiun lanjut naik bus ke Ponorogo habisnya minimal Rp. 95.000,00, tergantung tarif kereta api pas hari itu. Kalau naik travel Rp. 90.000,00. Tapi kalau naik bus umum cuma Rp. 37.000,00. Nah, lumayan kan selisihnya?

2. Lebih Greget

Kalau pulang kampung naik kereta, turun stasiun, terus dijemput bapak mah cemen banget. Apalagi kalau naik travel. Dijemput di rumah, tinggal tidur, eh tahu-tahu udah sampai kos. Duh, anak SD juga bisa begitu. Jadi mahasiswa kan berarti udah gede, harus berani lah naik bus umum sendiri. Memang ribet, harus ke terminal, naik busnya rebutan, harus berdiri kalau kehabisan tempat duduk, panas, sumpek, dan yang paling nyebelin adalah kemungkinan untuk oper-oper ke bus lain. Nggak enak ya? Tapi itu yang bikin greget. Percaya deh. Setelah kalian bisa melewati tantangan itu, pasti kalian akan merasa bangga. Karena kalian berarti lebih berani dan lebih mandiri daripada para mahasiswa cupu bin manja.

3. Ini Bus di Dunia Nyata, Bukan di Film

Sinopsis%2BFilm%2BNight%2BBus.png

Sinopsis%2BFilm%2BNight%2BBus.png via http://3.bp.blogspot.com

Cuma anak lebay yang suka takut naik bus umum sendirian. Percayalah padaku, gaes. Dari SD naik bus umum sendirian nggak pernah membuat diriku celaka seperti yang kalian bayangkan. Buktinya sampai hari ini masih bisa kuliah dan tetep naik bus. Kejahatan itu bisa terjadi dimana saja, nggak cuma di bus atau terminal. Orang-orang atau pengamen yang ada disana biasa-biasa aja kok. Cuma di film aja yang kayaknya mereka itu serem banget, tato disana sini, terus di pipinya ada codet gitu. Yang penting jaga diri baik-baik. Berdoa dulu sebelum berangkat, jangan bawa tas kebanyakan, jangan suka main handphone, jangan pakai perhiasaan yang mencolok, tetep berpikiran positif, dan jangan kelihatan kalau kalian takut. Itu kuncinya. Kalau kalian nggak aneh-aneh, pasti nggak ada yang mau berbuat jahat. 

4. Perjalanan Lama Tapi Menyenangkan

Kelemahan naik bus umum adalah lama dan bikin capek di jalan. Apalagi kalau sendirian, pasti bosan banget. Tapi jangan salah, ada cara biar happy selama perjalanan. Caranya adalah pilih tempat duduk pas di samping jendela, pasang headset, putar lagu-lagu favoritmu, kepala hadap keluar jendela, nikmati apapun yang kalian lihat selama perjalanan. Karena naik busnya lama, pasti lama-lama kalian akan merasa rileks dan terbawa suasana. Itulah enaknya sendiri. Nggak perlu peduli sama orang-orang di sebelah. Kalau lagi jatuh cinta, bisa senyum-senyum sendiri terus. Kalau lagi galau. bisa baper gitu Tapi jadi lupa sama bosennya naik bus kan? Kalau buat aku yang berimajinasi tinggi sih, pas suasana syahdu di bus kayak gini, rasanya jadi kayak lagi syuting FTV. Hehehe

5. Wahana Belajar

Dengan naik bus umum sendirian, tanpa disadari, ada banyak hal yang bisa dipelajari. Yang pasti belajar mandiri dan jadi pemberani. Nggak usah ngaku mahasiswa deh, kalau naik bus umum sendirian aja takut. Kedua, belajar sabar karena naik bus itu emang sering bikin kesel. Entah itu kondekturnya yang suka godain, sopir yang ugal-ugalan, penumpang lain yang rese, pengamen dan pedagang asongan yang ganggu, dan lain-lain. Dari mereka kita belajar tahan emosi. Apalagi kalau mereka itu orang tua yang harus dihormati. Nggak mungkin kan mau marah-marah? Ingat, udah mahasiswa. Ketiga, belajar bersyukur. Dengan melihat banyak orang yang harus bekerja keras, kepanasan, naik turun bus, kita belajar buat lebih bersyukur sama yang kita punya sekarang. You’ll know how blessed you are. Dan yang terakhir, belajar untuk tidak mempercayai stereotype tentang orang lain. Kalau ada yang bilang pokonya orang-orang yang ada di terminal atau bus umum itu orangnya kriminal, kasar, atau sangar, jangan mudah percaya terus jadi takut. Kalau ketemu langsung sama mereka, kalian akan tahu kalau mereka tidak seseram itu. mereka juga baik dan punya rasa sopan