Sebagai seorang laki-laki sudah sewajarnya melamar seorang perempuan untuk dijadikan istri. Namun, pada kenyataannya hal tersebut tidak selalu berjalan semudah yang dibayangkan, terkadang kita sebagai seorang laki-laki menemsui jalan terjal untuk melakukannya.

Terkadang niat baik belum tentu menghasilkan hasil yang baik, karena terkadang Tuhan punya cara lain terhadap diri kita. Beberapa saya paparkan seluk beluk ketika seorang laki-laki melamar dan hasilnya kurang memuaskan dapat dikarenakan beberapa sebab (berdasarkan pengalaman pribadi dan pengalaman orang-orang disekitar hehe)

 

1. 1. Lamaran laki-laki ditolak karena agama

Alasan agama sering kali menjadi tolak ukur camermu untuk menentukan lamaranmu diterima atau tidak. Orang tua perempuan tentu menginginkan jika calon imam anaknya kelak mempunyai agama yang tinggi. Akan tetapi sering kali hal ini menjadi lebih rumit kalo camer mempunyai ekspetasi yang terlalu tinggi, padahal syarat minimal baik untuk perempuan maupun laki-laki masih satu agama dan keyakinan itu sudah modal yang cukup.

Bukankah “menikah” itu menyempurnakan setengah agama?

Maka dari itu wahai kaum laki-laki, jika kalian ditanya camermu tentang bagaimana agamamu maka jawablah kalian ingin beribadah dan menyempurnakan agama dengan menikahi anak perempuannya.

2. 2. Lamaran laki-laki ditolak karena harta

Seorang laki-laki dinilai siapa menikah atau tidak, biasanya dilihat dari seberapa banyak harta yang dimilikinya. Kemungkinan lamaran dapat “diterima” jika seorang laki-laki sudah MAPAN, meskipun tidak semua orang tua perempuan berfikir seperti itu.

Pada umumnya para orang tua merasa aman dan tenang jika anak perempuannya menikah dengan laki-laki yang mapan. Hal ini kadang terasa memberatkan bagi laki-laki yang belum mapan akan tetapi ingin segera menjalankan ibadah dengan menikah.

Wahai laki-laki jika kamu melamar seorang gadis dan kamu ditanya tentang harta, sedangkan kamu tidak punya apa-apa, maka tenanglah…. Jawablah dengan yakin bahwa salah satu pintu rezeki yang diberikan Allah SWT adalah dengan jalan pernikahan.

Berilah keyakinan pada dirimu sendiri dan camermu, bahwa Allah tidak akan menyalahi janjinya akan hal itu.  

3. 3. Lamaran laki-laki ditolak karena perbedaan level keluarga

Dalam menentukan pasangan untuk anak gadisnya biasanya orang tua akan mempertimbangkan latar belakang keluarga pihak laki-laki. Faktor nama besar, kekayaan ataupun tingkat sosial di masyarakat akan berpengaruh pada hasil akhir penilaian calon mertua.

Namun, tak jarang akan terjadi perbedaan level keluarga, bisa terjadi ketika pihak perempuan yang berasal dari keluarga ningrat akan menolak laki-laki yang berasal dari keluarga yang biasa saja atau bahkan pihak laki-laki dinilai berasal dari keluarga yang tidak baik.

Untuk kaum laki-laki dalam menghadapi hal ini maka jawablah justru dengan melamar itu membuktikan bahwa kamu dan keluargamu adalah keluarga yang baik. Karena sejatinya melamar adalah tindakan terhormat daripada kamu hanya memacari perempuan saja.

4. Lamaran laki-laki ditolak karena alasan tidak jelas

Ketika seorang laki-laki melamar maka tentunya akan ditanyakan tentang kesiapan pihak perempuan untuk menuju ke jenjang pernikahan. Akan tetapi tidak jarang ketika ditanya kesiapan untuk menikah kepada pihak perempuan, ada beberapa pihak yang menjawab jika perempuan yang dilamar masih terlalu kecil, pengen main-main dulu atau bahkan mengejar karir dulu bahkan ada yang menjawab jika pernikahan harus dipersiapkan tahunan dan lain sebagainya.

Dalam hal ini ada sebagian masyarakat juga yang harus mencari hari baik, sehingga ketika melamarpun terkadang belum ada kejelasan terkait dengan masalah pernikahan.

Memang setiap orang boleh mempunyai pemahaman tertentu dalam penentuan pernikahan, akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana bernegosiasi menyatukan setiap keinginan dari pihak laki-laki maupun perempuan. Jangan sampai salah satu pihak egois, belum apa-apa langsung memutuskan.

Jangan sampai memberikan alasan yang tidak jelas untuk secara halus menolak lamaran, atau hanya untuk mengulur-ngulur keputusan terkait pernikahan. Pernikahan adalah ibadah sudah sebaiknya untuk disegerakan tanpa harus diperlama, apalagi dengan alasan yang tidak jelas.

5. 5. Lamaran laki-laki ditolak mentah-mentah (dicuekin)/tanpa jawaban

Jika kamu laki-laki melamar seorang gadis, kemudian lamaranmu tidak diindahkan atau tanpa ada jawaban maka itu merupakan tanda bahwa kita harus bersabar. Perbanyaklah solat, berdoa dan bersedekah mudah-mudahan Allah menyegerakan niat baik kita. Entah dengan siapa, entah kapan waktunya kita tidak tahu, yang pasti kita meminta kepadaNya biarkan Allah yang mengaturnya.