Para kaula muda seluruh Indonesia, tentunya terkadang (atau mungkin seringkali) terngiang dalam benak pertanyaan,

Gimana ya nasib gue nanti 5 tahun lagi? 

Pertanyaan semacam itu memang cenderung membuat diri kita cemas, cemas akan hal terpenting dalam hidup kita para kaula muda, yaitu masa depan. Masa depan memang penting sekali untuk dipikirkan, namun, gimana jadinya kalau kita terus melewati hari baru dengan gelisah yang sama akibat terlalu mencemaskan masa depan kita? Lagipula, siapa yang bisa tahu akan masa depan yang begitu abstrak?

Bagi kamu yang sudah jatuh ke jurang kecemasan, melakukan hal-hal ini mungkin bisa jadi solusi untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi resah gelisah kamu akan misteri masa depanmu.

1. Jadikan idiom ‘jangan menyesali susu yang telah tumpah’ salah satu pegangan hidup kamu

move on dong! via http://i.huffpost.com

Jangan menggergaji serbuk gergaji.

Maksudnya adalah kita tidak akan mungkin mengulang sesuatu yang telah terjadi. Terkadang, kecemasan memikirkan masa depan didasari oleh pengalaman masa lalu yang kurang mengenakkan, sehingga kita khawatir dengan apa yang akan terjadi kelak. Oke, yang terjadi sudah terjadi bukan? Untuk apa kita berkubang dalam penyesalan yang sudah terjadi dan begitu mencemaskannya?

Kalau kamu mulai mencemaskan apa yang sudah terjadi, otomatis pemikiran mengenai masa depan kamu mulai memasuki taraf gundah gulana berkelana jalan panjang dunia. Kalau kita tidak menyesali apa yang telah terjadi, masa depan nanti sudah tak perlu dicemaskan lagi, akan indah pada waktunya!

2. Bekerja keras itu harus, tapi jangan lupa, kamu juga perlu bahagia

Advertisement

jangan lupa bahagia kata orang via https://www.pexels.com

Work hard, play hard.

Maksud work hard, play hard disini bukan memasuki lingkaran setan dimana manusia menjadi lebih konsumerisme loh ya. Kebahagiaan dalam hidup kamu jelas bisa mengurangi kegelisahan kamu akan pemikiran mengenai masa depan kamu. Kunci kebahagiaan dalam hidup adalah keseimbangan. Dalam hal ini kita bisa menginterpretasikan kepada seimbang dalam bekerja dan bersenang-senang.

Menyibukan diri dengan segala aktivitas kerja maupun diluar itu penting, karena bisa meminimalisir kemungkinan cemas kamu akan masa depan. Namun, hal itu harus diimbangi dengan istirahat yang cukup dan bersenang-senang. Hidup kamu perlu keseimbangan.

3. Sharing masalahmu dengan kerabat dekatmu

nongkrong-nongkrong juga lah! via http://cdn.playbuzz.com

Ini serius. Kamu butuh orang untuk membagi kegelisahan kamu sambil kamu mengambil pengalaman baik dari masing-masing kerabat. Jika keluarga, atau pacar sedang tidak bisa mengatasi kegelisahan kamu akan masa depan, berbicaralah kepada kerabat yang satu era atau sedang menjalani problematika yang sama dengan kamu.

Selain nongkrong jadi lebih bermanfaat, kamu juga bisa bersama-sama mencari solusi pasti untuk memecahkan suatu permasalahan. Dan pastinya kamu juga bisa mendapat wawasan dan pengalaman lain dari kerabat kamu yang bisa kamu ambil sebagai pelajaran dalam kehidupan. Kuy!

4. Medekatkan diri kepada Tuhan dan jangan lupa bersyukur

Kepada siapa lagi kita meminta pertolongan kalau bukan kepada-Nya? Dekatkan diri saat ada problematika seperti ini, syukur-syukur kalau kamu jadi terbiasa menjadi dekat dengan-Nya. Setiap agama mempunyai cara masing-masing untuk mengatasi permasalahan duniawi yang dialami oleh tiap umatnya. Contohnya bagi kawan muslim, ada beberapa ayat suci Al-Qur’an yang bisa menghilangkan kegelisahan dan sebagainya.

Bersyukur pun menjadi kunci akan terjaminnya masa depan kamu sehingga kamu tak perlu mencemaskannya. Dibalik setiap usaha yang sudah kita rencanakan dan jalankan, tetap ada yang telah mengatur segalanya.

5. Berfikiran maju kedepan memang ada baiknya, tapi ‘Hiduplah di hari ini’.

gurat asa kamu untuk hari ini! via https://www.pexels.com

Bukan suatu kesalahan jika kamu memikirkan masa depan kamu, tapi apa kamu mau terus-terusan memikirkan hal yang belum pasti dengan mengorbankan apa yang terjadi hari ini?

21 kata ajaib Thomas Carlyle mungkin bisa menjadi inspirasi kamu dalam hal ini,

“Kepentingan utama kita bukanlah untuk melihat apa yang terletak samar-samar di kejauhan, tetapi untuk mengerjakan apa yang jelas berada di tangan.”

Memikirkan dan khawatir tentang masa depan, wajar, karena setiap orang pernah mengalaminya, namun jangan terlalu berlebihan mengadu masa depanmu dalam kecemasan berujung gundah gulana. Kita harus hidup pada hari ini dengan baik, jangan mengingat masa lalu terlalu dalam dan jangan memikirkan masa depan terlalu berlebih. Kerjakanlah apa yang berada didepan kita hari ini, masa depan yang indah akan mengalir dengan sendirinya, hiduplah hari ini!