Girls, pernah gak sih kalian ditanyain mau ngapain setelah lulus sekolah? Pasti pernah kan ya? Tapi pernah gak kalian disalahkan karena menjawab ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi? Well, kasus ini banyak dialami oleh kita para perempuan yang berniat lanjut kuliah ke jenjang sarjana, pascasarjana, atau doktoral. Anehnya lawan bicara kita tidak hanya laki-laki tapi juga sesama perempuan. Apa yang kalian rasakan? Kecewa, kaget, marah, atau bahkan setuju?

Masih ingat R.A. Kartini, 'kan? Yup, Beliau susah payah mencetuskan istilah emansipasi wanita di Indonesia. Kalau masih ada aja orang yang menyalahkan wanita hanya karena ingin melanjutkan studi ke jenjang advance , please think again!  Do we want to jump again in colonialism?

Berikut alasan-alasan mengapa seorang wanita justru perlu untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya:

 

1. Jadi wanita itu harus ‘mahal’ dengan apa yang ada di dalam kepala. Bukan cuma 'mahal' karena penampilan.

Tentunya kita pernah mendengar bahwa wanita baik ditakdirkan pula untuk lelaki baik. Salah satu cara mendapatkan pangeran berkuda putih bak negeri dongeng adalah dengan menambah kualitas diri kita.

Wanita harus terlihat mahal agar dapat menarik pria yang mahal pula. Tentunya wanita itu harus terlihat ‘mahal’ dari dalam dirinya. Bagaimana ia berperilaku dan berpikir jikalau mahal dari penampilan saja hanya akan bertahan sementara (remember aging!). 

Wanita cerdas dan pintar akan mampu menempatkan dirinya dalam lingkungan apapun. Melanjutkan studi mungkin memang tidak akan menjamin kepribadian yang baik, namun tidak ada salahnya untuk terus belajar bukan?

Bukankah lebih mengagumkan jika kita dapat menarik perhatian lawan jenis dengan kecerdasan atau prestasi daripada memperlihatkan fisik kita yang akan segera termakan usia?

Ingat, ilmu tidak akan pernah habis jika trus dipergunakan, sebaliknya akan terus bertambah.

2. Wanita harus terampil dan juga mampu mengatur urusan domestik dalam rumah tangganya.

Nah ini dia topik yang kerap menjadi bumerang bagi seorang wanita yang ingin melanjutkan pendidikan. Ya..ya..ya... Wanita memang memiliki kodrat untuk melahirkan anak dan patuh pada suami kelak. Kalau orang jawa bilang macak, masak, manak (berhias, memasak, melahirkan).

Ya, hal itu memang benar loh guys. Tapi istri yang pintar akan melakukannya dengan penuh perhitungan dan tidak asal-asalan. Dia akan melakukan secara cerdas, di sinilah letak keuntungan menempuh pendidikan tinggi diperlukan. Secara tidak langsung pengalaman kita selama menempuh pendidikan akan menentukan keputusan-keputusan yang kita buat. 

Semua wanita memiliki kodrat untuk menjadi seorang ibu rumah tangga terlepas dari semua embel-embel gelar atau jabatan. Jika seorang wanita menikah sudah di rumah, maka identitasnya akan kembali menjadi ibu rumah tangga yang harus mengkoordinir segala kebutuhan rumah tangga.

Namun menjadi ibu rumah tangga bukanlah hal yang mudah, karena rumah tangga yang harmonis akan berawal dari kemampuan istri dalam mengatur segala tanggung jawab domestik dalam rumahnya.

Jadilah ibu rumah tangga yang cerdas dan bangunlah rumahmu menjadi istanamu.

3. Saat menjadi istri sekaligus ibu, seorang wanita harus mampu memberikan solusi-solusi permasalahan keluarga.

Husband and Wife

Husband and Wife via https://blogs.zoho.com

Setiap keluarga pasti akan mengalami masalah, dan jika saat itu tiba diperlukan kerjasama seluruh anggota keluarga untuk dapat menyelesaikan. Peran orangtua sangat penting dalam meredam konflik dalam keluarganya, bukan hanya suami namun juga istri.

Wahai para suami, bukankah kalian akan lebih berbahagia jika istrimu juga bisa memberikanmu solusi-solusi atas segala permasalahan keluarga, keuangan, pekerjaan, atau sekedar hubungan pertemanan? Absolutely!

So, poin penting disini adalah kita para wanita harus sadar bahwa suatu saat nanti ada seorang pria yang harus kita temani selama-lamanya. Layaknya seorang partner yang baik tentunya kita harus bisa saling membantu satu sama lain.

Pasangan yang baik akan selalu terbuka. Nah, bagaimana kalau ternyata dia bercerita mengenai masalahnya dan kita hanya melongo tidak tau harus memberikan saran apa? Padahal kamu adalah belahan jiwanya, tempatnya mencurahkan segala perasaannya.

Jadilah partner hidup yang selalu menjadi tempatnya ‘pulang’. Seorang isteri tidak hanya harus jago masak tapi juga harus jago menganalisis segala problematika keluarganya, konselor terbaik suami, dan anak-anaknya. Mereka harus berwawasan luas dan mampu memberikan solusi bijak.

So, darimana dapet ilmu kalau bukan dari belajar dan pengalaman?

4. Mendidik anak adalah tugas yang berat. Saat menjadi ibu, seoran wanita harus bisa mendidik anaknya dengan cerdas.

Jangan kira mendidik anak nggak pakai ilmu -- salah besar! Banyak anak-anak yang salah didik dan akhirnya dalam perkembangannya menjadi terganggu. Misalnya salah terjebak dalam pergaulan yang salah dan keluar dari norma. Itu semua bisa jadi karena kesalahan orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

Masih ingat 'kan pepatah kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya?  Mendidik anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Jadi peran ibu sangat penting untuk membangun kepribadian seorang anak. Seorang ibu harus cerdas merawat anak karena apa yang dilakukan akan berpengaruh terhadap perkembangannya. 

Jika seorang ibu cerdas mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang, maka bisa dibayangkan kelak akan jadi seperti apa buah hatinya.

Cara berpikir ibu akan sangat mempengaruhi caranya mendidik anak. Seorang ibu cerdas akan mengajarkan hal-hal yang cerdas untuk anak-anaknya.

5. Kecerdasan seorang anak sangat bergantung pada kemampuan intelektual sang Ibu.

Masih juga ragu kalau cewe gak penting buat sekolah setinggi-tingginya, soalnya toh akhir-akhirnya cuma jadi ibu rumah tangga biasa? Coba deh, buka search engine kamu, dan cari tahu informasi-informasi mengenai hubungan antara kecerdasan ibu yang mempengaruhi kecerdasan anak.

Banyak studi yang menjelaskan bahwa ada pengaruh keturunan pada tingkat kecerdasan anak dan gen yang mempengaruhi tersebut berasal dari ibu! Hal ini dikarenakan kecerdasan terkait dengan kromosom X yang berasal dari ibu.

Hai para lelaki disana, carilah calon ibu dari anak-anakmu yang cerdas. Kenapa? Kalau kalian menginginkan anak-anakmu kelak tumbuh menjadi seorang yang pintar dan dapat diandalkan lingkungannya, tidak ada salahnya bukan memilih wanita-wanita cerdas itu untuk menjadi isterimu. 

 

Kesimpulannya sih simpel aja, pepatah aja ada yang bilang

Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri Cina.

Dan pada pepatah itu tak ada tambahannya ‘khusus untuk cowok’ kan? Nah, trus kenapa lagi cewek harus dibatasi untuk mendapatkan ilmu? 

Namun tetap ingat ya girls, kodrat kita adalah melahirkan, merawat anak, patuh kepada suami dan menjadi ibu rumah tangga. Jadi, sepandai-pandainya kita jangan sampai lupa kodrat itu.  Arti emansipasi adalah bagaimana seorang wanita mampu mengaktualisasikan dirinya tanpa harus melupakan kodrat. So, please let us to be smarter!