Dari beberapa bulan terakhir, sosial media mendadak kurang seru. Sosial media yang dulunya jadi ajang berbagi seputar kehidupan, sekarang malah sering menjadi ajang menyebarkan berita palsu dan penyebar kebencian. Kami tidak bisa memastikan apa penyebabnya, yang jelas semakin banyak orang-orang merasa dirinya lebih benar. Teman, kami hanya ingin melihat halaman beranda sosial media yang seperti dulu. Beranda yang bebas dari link-link penebar kebencian.

Melalui tulisan ini, saya mewakili teman-teman yang lain akan menyampaikan sedikit kegelisahan yang kami alami. Saya mewakili hanya karena banyak dari kami yang memilih bungkam dengan alasan tidak enak hati mengatakannya kepadamu secara langsung.

 

1. Sosial media memang untuk berbagi, tapi tolong dipilih konten yang mau disebar

Memang dibuat untuk berbagi.

Memang dibuat untuk berbagi. via http://www.mrportfoliomanagement.com

Kami tahu kalau sosial media memang diciptakan untuk berbagi. Teman yang sekarang sudah berbeda kota, kawan lama yang lama tak berjumpa bisa kita temukan dalam satu halaman di internet. Kami tidak keberatan dengan foto-foto eksismu, karena dengan begitu kami merasa dekat satu sama lain. Tapi tolong, jika memang ingin membagikan suatu artikel, pilihlah yang bermanfaat dan tidak menyinggung perasaan. 

2. Jangan lupa untuk memastikan info yang disebar memang benar-benar akurat

Pastikan dulu ya.

Pastikan dulu ya. via http://lan01.wordpress.com

Di zaman yang telah modern ini, semua orang bebas berpendapat. Semua orang bisa menulis apa yang ada di pikirannya. Tapi demi menjadi viral, beberapa orang memilih untuk membuat berita palsu di intenet atau konspirasi-konspirasi yang sebenarnya hanyalah cocoklogi. Kami harap kamu bukanlah orang yang kami maksud. Jadi, pastikan kalau info yang disebar memang benar benar akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

3. Jangan ringan tangan untuk mencela suatu berita sebelum membacanya sampai habis

Pastikan baca sampai habis.

Pastikan baca sampai habis. via http://osxdaily.com

Karena ingin cepat laris, nggak jarang suatu sumber membuat judul yang bombastis dan menarik perhatian. Padahal kalau dilihat lagi beritanya nggak seperti yang ada di judul. Jadi sebelum memutuskan untuk membagikannya ke teman-teman, baca ulang lagi baik baik siapa tahu isinya nggak sesuai dengan dugaan kita.

4. Pikir ulang lagi sebelum share, siapa tahu akan ada suatu pihak yang tersindir

Gimana kalau kita hidup dengan damai aja?

Gimana kalau kita hidup dengan damai aja? via http://goodmenproject.com

Terkadang ada beberapa info yang sesuai dengan pendapat kita sehingga kita membagikannya supaya orang orang akan satu pendapat denganmu. Terkadang beberapa malah bemberikan komentar dengan nada menyindir.

Tuh kan, dia nggak percaya. Ini buktinya!

Teman, tidak semua orang akan berpikiran sama dengan yang kamu pikirkan. Maka jangan paksa kami untuk setuju dengan pendapatmu.

5. Pastikan tujuanmu membagikan suatu link hanya untuk berbagi kebaikan, bukan untuk sengaja menyindir seseorang

Apalalagi sengaja menyindir.

Apalalagi sengaja menyindir. via http://kimberlymringer.me

Tidak jauh berbeda dengan poin sebelumnya, tapi yang ini jauh lebih parah. Nggak tahu memiliki dendam yang seperti apa, ada saja orang yang malah dengan sengaja menggunakan sosial media untuk menyindir bahkan menjatuhkan orang. Hei! Sosial media digunakan untuk saling berteman, bukan untuk saling menyindir.

6. Sebagian besar dari kami membuka sosial media sebagai pelarian setelah sibuk di dunia nyata, maka jangan terlalu serius

Piknik dan bercanda perlu juga lho.

Piknik dan bercanda perlu juga lho. via http://deviantart.net

Pekerjaan kami di kantor, tugas-tugas di dunia perkuliahan sudah cukup membuat kami stress dan itu cukup menyebalkan. Oleh karena itu kami membuka sosial media untuk mencari sedikit hiburan untuk me-refresh pikiran sebelum kembali memulai aktifitas kami di dunia nyata.

Jadi tolong, berikan kami update hal-hal yang bermanfaat, menghibur atau paling tidak berhenti untuk terlalu serius menyebarkan berita berita hoaks dari sumber yang tidak terpercaya.

7. Kami ingin kabar darimu, bukan berita dari blog nggak jelas. Karena kenyataanya, sudah banyak fanpage berita yang kami likes

Jangan melulu berita konspirasi ya.

Jangan melulu berita konspirasi ya. via http://www.royalhighlandshow.org

Kami berteman denganmu di sosial media karena kami kenal denganmu. Itulah alasan kami add pertemanan atau accept permintaan pertemananmu. Kami tidak membutuhkan berita-berita konspirasi atau artikel yang menyangkut SARA, apalagi dari blog yang penulisnya nggak bisa bertanggungjawab atas tulisannya sendiri.

8. Kami masih ingin berteman denganmu, itulah alasan kami nggak enak hati remove kamu dari list pertemanan

Teman, tulisan ini tidak bermaksud menyakiti perasaanmu. Kami masih ingin berteman denganmu di dunia nyata dan di sosial media. Pertemanan kita terlalu sayang untuk dirusak hanya karena berselisih pendapat. Marilah kita berteman dan ayo kita bersama sama mencoba lebih bijak dalam memilih informasi yang akan di share.