Waktu remaja kamu boleh saja jatuh cinta, tapi kalo segede gitu kamu masih jatuh cinta, kapan bangunnya?? Sekarang, masanya kamu untuk bangun cinta. Semua orang bisa jatuh cinta, tapi sedikit yang berhasil bangun cinta. So, mau yang mana? Move on lah ya, gimana mau ikut membangun negara, kalo bangun cinta, eh, -rumah tangga- saja kamu nyerah

 

1. Bangun dulu dong. Kalo bangun cinta - *Eh maksudnya rumah tangga- aja nyerah, gimana mau membangun negara?

Hei lelaki tampan, aku tau kamu risau, sejak banyak pertanyaan tentang kapan menikah mulai muncul seperti hujan di bulan Desember, tiap hari tanpa jeda iklan.

Sudahlah maklumi saja mereka, mereka hanya ingin melihatmu lebih bahagia –tanpa tahu versi bahagiamu sendiri-. Sudahlah bung, lagipula kamu juga sudah cukup dewasa untuk saatnya menerjemahkan cinta menjadi sebuah tanggung jawab untuk keluarga.

Cinta di usiamu sekarang bukan lagi soal–melulu- rasa. Dulu waktu remaja kamu boleh saja jatuh cinta, tapi kalo segede gitu kamu masih jatuh cinta, kapan bangunnya?? Sekarang, masanya kamu untuk bangun cinta.

Percayalah bangun itu terdengar lebih optimistis dari jatuh. Dan terlihat jauh lebih lelaki. So move on dong, gimana mau ikut membangun negara, kalo bangun cinta, emm, -maksudnya rumah tangga- saja kamu nyerah.

2. Sendiri saja kamu bisa semangat dan bahagia, apalagi ada supporternya

kado ultah islami

kado ultah islami via http://www.busanamuslim.com

Oh ya, ngomong-ngomong sudah ada belum calonnya? Jangan-jangan sudah ada yang kamu kagumi pribadinya, tapi kamu tidak cukup percaya diri untuk memilikinya. Lalu kamu memilih diam dan mengubur semua harap.

Kamu boleh mengatakan bahwa kamu baik-baik saja, karena memutuskan untuk segera memilikinya akan membuat hidupmu semakin berat, karena tanggung jawabmu akan bertambah, untukmu dan untuknya. Fine kok, all is well, you said, tapi kamu lupa ya... sepasang mata itu lebih fasih berbahasa dari pada sepotong lidah, memang anggota badan yang berpasangan selalu lebih unggul kinerjanya dari pada yang diciptakan sendiri dan satu itu, lidahmu.

Coba kau perhatikan anggota tubuhmu yang berpasangan, semua begitu sinergis vital menopang hidupmu, dua tangan kanan dan kiri, dua kaki, dua mata, dua telinga, bahkan lubang hidung juga berpasangan. Yakin,, sampe kiamat masih mau sendirian? Oh ya satu lagi. Jangan pura-pura amnesia kalo jantung dan paru-paru penopang hidup kita itu dirancang Tuhan sebagai organ yang mempunyai dua sisi kanan dan kiri.

Look at your self, Kamu adalah pribadi yang mandiri, itulah yang membuat wanita-wanita semacam aku –atau jangan-jangan hanya aku saja -_-  pernah kagum padamu, buktinya kamu sekarang sudah bekerja. Katamu itu biasa saja, standar. Namun bagi penonton macam kami itu adalah pencapaian bagus. Banyak lho di luaran sana sarjana nganggur.

Gaji kecil? Tenang aja, kalo sudah berdua akan ada yang bantuin kamu mikir. Setidaknya kamu telah membuktikan bahwa kamu bisa survive untuk dirimu sendiri. Dan sekarang aku bertanya, di titik itu kamu masih mengatakan kamu belum siap menikah?

Oh come on dear, kamu hanya perlu cukup untuk sedikit lebih percaya diri. Atau jangan-jangan kau tidak cukup percaya bahwa wanita baik-baik semacam kami –baca:semacam aku :D- mampu menguatkanmu? Fix, mewakili semua wanita baik di dunia, Aku tersinggung. Aku bisa kok jadi supporter. Wanita baik itu tipe supporter fanatik lho.. setia tanpa tapi.

Oh ya satu lagi yang paling penting, mampu menerimamu menang atau kalah, Hehe

3. Mengikhtiarkan cinta itu tidak cukup dengan berdiam, kejar dong. Ke rumah orang tuanya

Jodoh itu sebenarnya sederhana, ribuan hari kau mencarinya, mendaki gunung lewati lembah tak jua kau temui, hingga kini kau sampai di titik terlelahmu sebagai seorang tuna cinta.

Hei, Kamu sudah bangun tidur belum? Sini kuberi tahu, jodoh itu sebenarnya tak jauh darimu, dia ada persis tepat di tulang rusukmu sendiri. Coba flashback sejenak, pada suatu hari -dulu mungkin-, kau pernah bertemu dengan seorang wanita, baik budi pekertinya, yang inner beautynya lebih cantik dan menarik dari sekadar fisik parasnya–ah cantik nomor dua, nomor satu dia harus punya bakat jadi Ibu yang baik buat anak-anakmu. 

Nothing spesial memang, hanya seseorang, tapi–masalahnya-kau percaya pada takdir Tuhan kan? Dan aku teramat yakin kau yakin, bahwa pada semua apapun pertemuan yang Tuhan gariskan, ada sesuatu yang Tuhan maksudkan.

Tak terkecuali pada sebuah takdir pertemuan itu. Siapa tau dia jodohmu, jodoh itu tidak harus pacaran bilangan tahunan, eh ujung-ujungnya nikah sama orang. Kasian amat bertahun-tahun jagain jodoh orang, makanya begitu ada wanita baik di dekatmu, kejar.

Nggak perlu pedekate berlebihan, wanita yang berbakat jadi Ibu yang baik buat anak-anakmu itu lebih menghargai hubungan serius dengan mengajaknya menikah daripada hubungan penuh drama yang ujung-ujungnya bubaran.

Lagian juga, cuma wanita tidak serius yang mau diajak menjalin hubungan yang tidak serius. Karena prinsip wanita baik, hidup itu tentang mengabdi pada Tuhan, dan pengabdian bukanlah perkara main-main. Komitmen itu terlalu serius untuk dibuat main-main. Dan asal tau saja, wanita macam begini limited edition, ayo..Sebelum dijanur kuningin yang lain.

Maka, begitu radarmu menyadari keberadaan wanita macam itu, kejar... Ke rumah orang tuanya. Orang tua mana yang sanggup menolak jika putri kesayangannya dijaga oleh pejuang yang serius memperjuangkan hubungan segigih itu. Semangat ya...

4. Mintalah restu Tuhan

Ridho Tuhan diperoleh dengan halal

Ridho Tuhan diperoleh dengan halal via http://www.kangabay.tumblr.com

Mungkin sekarang kamu belum puas berkeliling dunia, masih ingin bebas naik gunung tanpa ada gangguan, masih ingin begadang main PS tiap hari semalaman, masih ngotot-ngototnya mengupayakan pencapaian, lagi greget-gregetnya skripsi, atau thesis yang harus selesai sebelum deadline, lagi semangat-semangatnya kejar target kerjaan.

Apapun itu, sejauh apapun kini perjalananmu, pasti akan ada titik dimana kamu merasa butuh pulang, mengambil bekal, mencharge semangat, berbagi rasa dengan orang lain–karena fitrah manusia memang senang berbagi-.

Semua homo sapiens itu selalu butuh rumah permanen untuk rehat dari perjalanan sejauh apapun,  itulah jawaban logis mengapa pitecanthropus erectus hidup nomaden, dan manusia modern hidup sedenter, karena semua manusia itu selalu butuh pulang.

Apa nggak nambah semangat tuh kerja kalo kamu punya bidadari jelita dan baik budi yang halal kamu pake kapan saja –eh- yang setia menunggu di rumah setiap harinya.

Semoga wanita baik itu akan menjadi rumah hangat yang kemanapun kamu pergi, selalu kapadanya kamu ingin kembali. Wanita yang setiap paginya akan membekalimu dengan cinta sebelum berangkat kerja, setelah sebelumnya menanam doa di langit untukmu, setiap hari.

Wanita yang mengahargai perjuanganmu.

Sekarang jika kamu yakin padanya, langitkan ikhtiarmu. Wanita baik-baik itu hobinya mengunjungi langit, karena dia itu makhluk kesayangan Tuhan. Maka setelah orang tuanya, dekati yang terdekat denganya, Tuhannya. 

5. Eksekusi Tuhan tergantung eksekusi Kamu

Dan, saat ikhtiar telah berada di garis batas, maka biarkan doa dan takdir bertarung di atas langit. Semoga kau mendapatkan hatinya. Good luck ya...^_^