Sadar nggak sadar, banyak anak muda yang lagi krisis identitas. Kewarganegaraan sih, Indonesia, tapi kelakuannya, nggak mencerminkan itu. Apa pun yang dipakai, dibicarakan, dan dikonsumsi kebanyakan merupakan hasil adaptasi dari negara orang. Jadi, bagian mana yang menunjukkan kalau darah Indonesia masih mengalir dalam diri mereka?

Nah, jangan sinis dulu. Ternyata masih banyak, kok, kebiasaan yang Indonesia banget yang masih bisa ditemuin di zaman modern ini.

Jadi, kalau kamu ngerasa krisis identitas, mungkin aja ternyata salah satu poin di bawah ini masih lekat dalam keseharianmu. Namun, jangan terlalu dibawa serius, ya. Ini nggak perlu dijadikan patokan yang saklek karena kebiasaan itu sifatnya relatif.

1. Makan pakai tangan

Kamu masih ngelakuin ini nggak?

Kamu masih ngelakuin ini nggak? via https://geogle.co

Kalau darah Indonesia masih kental dalam dirimu, sudah nggak terhitung berapa kali kamu makan pakai tangan. Memang makan pakai tangan itu bisa nambah cita rasa pada makanan, khususnya dua makanan berikut: nasi Padang dan ayam goreng tepung cepat saji.

Kenapa harus dengan tangan telanjang, sih? Nggak harus, kok. Cuma dengan makan tanpa sendok, rasa bumbunya jadi berasa banget. Selain itu, ketika masuk ke mulut, makanan terasa lebih lembut karena alat yang jadi pengantar bukan sendok plastik atau besi, melainkan tangan empukmu itu. Nggak percaya? Kalau belum pernah, paling nggak kamu perlu nikmatin sensasi makan pakai tangan di restoran Padang.

2. Masuk angin

Penyakit sejuta umat

Penyakit sejuta umat via https://geogle.co

Biasanya penyakit ini datang ketika kamu terkena banyak angin di luar rumah (bisa karena kipas angin di rumah juga, sih). Gejala-gejalanya adalah perut mengeluarkan bunyi-bunyi misterius, akhirnya kentut pun nggak bisa ditahan lagi. Biasanya, suhu badan akan mulai hangat atau panas.

Advertisement

Penyakit ini nggak pandang bulu. Mulai dari kalangan rendah sampai atas pasti pernah merasakan gejala atau pun masuk angin. Namun, penyakit ini memang bukan penyakit serius. Makanya, obatnya bisa kamu temui di apotek-apotek terdekat. Ribetnya adalah ketika kamu masuk angin bukan di Indonesia. Namun, ada satu cara mujarab yang bisa bikin kamu sembuh tanpa obat. Poin nomor 3 jawabannya.

3. Kerokan

Siapa orang Indonesia yang nggak kenal dengan yang satu ini?

Siapa orang Indonesia yang nggak kenal dengan yang satu ini? via https://geogle.co

Sederhana banget. Cuma sediakan satu koin dengan diameter cukup besar (biasanya tukang pijat pakai koin nominal Rp100 zaman dulu karena ukurannya besar) dan minyak pijat. Dengan kekuatan “super” dari dua tangan, angin niscaya keluar dari tubuh. Kmau pun jadi segar kembali.

Walau begitu, kerokan juga punya efek samping, Guys. Kerokan itu bikin pori-pori kulit jadi tambah lebar yang pada akhirnya bikin tubuh jadi lebih rentan terkena stroke. Selain itu, kenikmatan dikerokin bikin orang-orang suka ketagihan dan nggak bisa lepas dari cara alternatif ini ketika masuk angin menyerang.

4. Nyirih

Sudah jarang sih, tapi masih ada loh

Sudah jarang sih, tapi masih ada loh via https://geogle.co

Kebiasaan ini tampaknya sudah nggak dilakuin sama generasi milenial. Biasanya, liat ibu-ibu nyirih atau juga disebut nginang di sinetron zaman dulu. Kebudayaan ini nggak cuma di Jawa loh, tapi juga di pulau-pulau besar Indonesia lainnya. Marco Polo pernah mencatat, pada abad ke-13 orang-orang di Indonesia suka makan sirih.

Daun sirih nggak dimakan begitu aja, tapi dicampur dengan kapur, buah pinang, dan gambir. Setelah diramu, sirih dikunyah sampai ngeluarin sari. Kalau rutin ngelakuin ini, warna gigi bakal berubah jadi hitam kecokelatan. Air yang dihasilkan dari ramuan itu bakal ninggalin warna pada gigi. Katanya, sih, manfaatnya biar gigi makin kuat. Sayangnya, peneliti berpendapat kalo nyirih kebanyakan bisa bikin kanker mulut. Kandungan dalam ramuan itu, tepatnya kapur, bikin sel-sel di mulut jadi mati.

5. Buang air besar butuh air

Cuma orang Indonesia yang begini..

Cuma orang Indonesia yang begini.. via https://geogle.co

Di Tiongkok dan negara bagian Amerika, masyarakatnya sudah biasa pakai tisu buat bersih-bersih saat buang air besar (BAB). Orang Indonesia nggak bisa nerima perilaku ini. Kalau cuma pakai tisu, rasanya ada yang mengganjal perasaan hati. Rutinitas pun rasanya jadi terganggu karena pikiranmu masih tertinggal di bilik toilet itu.

Makanya, bukan hal yang aneh kalau lagi di luar negeri dan butuh ke toilet umum, ada orang Indonesia yang bawa botol air. Itu cerita seorang teman tentang pengalamannya dengan toilet kering di Belanda. Modern sih, boleh. Namun, kalau udah menyangkut toilet sepaket dengan shower-nya, orang Indonesia masih nggak mau kompromi.

6. Mandi dua kali sehari

Mandi dua kali sehari

Mandi dua kali sehari via https://geogle.co

Kebiasaan ini dipengaruhi oleh musim di Indonesia yang cuma dua: kemarau dan hujan. Saat musim hujan tiba, panas matahari aja masih nyengat banget sampai kita mandi keringat. Wajar aja, dong, kalau orang Indonesia nggak betah mandi cuma sekali?

Mandi dua kali sehari itu wajib hukumnya. Ada dua pendapat berbeda soal peraturan nggak tertulis ini. Pertama, setuju banget karena badan bakal terasa lengket dan nggak segar kalau mandi cuma sekali. Kelompok kedua, kurang setuju dengan peraturan mandi dua kali sehari. Alasannya, mereka adalah jenis orang yang nggak gampang berkeringat atau nggak banyak beraktivitas di luar. Ada juga, sih, yang memang malas.

***

Nah, di antara kebiasaan-kebiasaan di atas, mana yang masih akrab buat kamu?