K-POP? Ketika kalian mendengarnya terlintas dipikiran kalian cowok-cowok yang berparas cantik atau cewek-cewek oplas. Bagi kami, mereka adalah Oppa dan Eonni kami yang memiliki segudang bakat. Menurut kalian kami adalah sekumpulan orang-orang alay yang teriak-teriak melihat cowok 'cantik'. Tapi menurut kami, kami adalah sekumpulan orang yang mengagumi ciptaan Tuhan yang sayang untuk dilewatkan. Sebut saja kami norak, sebut saja kami alay, sebut saja kami tidak waras, tapi kami tidak peduli. Kalian bilang kami nggak waras karena kami sering membela Oppa kami, kalian tau? cinta itu buta. Iya, kami jatuh cinta sama Oppa kami. Heyyy... apa kalian tidak pernah merasakan jatuh cinta? Cinta kami berbeda, kami tidak mengharapkan untuk menjadi kekasihnya karena kami tidak boleh mengharapkannya. Sepatah hati apapun kami mendengar kabar datingnya Oppa kami, kami harus tetap mendukungnya dan mengikhlaskan.

Kalian pikir kami adalah sekumpulan orang-orang nakal karena terlalu membela Oppa kami. Tolong di ingat, tidak semua dari kami. Kalau kalian pikir karena kami rela untuk membeli tiket konser mereka, album mereka, dll dengan membohongi orang tua kami, itu salah besar. Kami tidak membantahnya pasti memang ada, tetapi tidak semua dari kami seperti itu. Kalian tidak boleh memukul rata semuanya seperti itu.

Ada beberapa hal yang menunjukkan bahwa fans K-POP tidak semuanya buruk, ada hal positif juga yang kami lakukan sebagai fans.

1. Kami giat menabung, bukan hanya minta orang tua

Tumblr concert jar via https://www.tumblr.com

Kami sebagai fans K-POP tidak harus membohongi orang tua atau meminta orang tua dengan segala ancaman. Kami selalu menyisihkan uang saku kami untuk menabung. Berat memang rasanya, kami harus sedikit mengurangi nongkrong kami dengan teman sekolah, kampus, kerja atau teman main rumah. Awalnya kami menabung karena memang 'terpaksa' untuk membeli tiket konser, album, merchandise, atau membeli lighstik official. Yakinlah tanpa kami sadari kami jadi terbiasa menabung. Bahkan dari kami ada yang sebagian dengan melakukan kerja part time atau berjualan.

2. Kami masih menggunakan prinsip Ridho Orang Tua, Ridho Allah

Kami tetap pada prinsip ini via http://pijarpsikologi.org

Kalian yang menilai kami suka bohong ke orang tua untuk melihat Oppa, itu salah besar. Sudah dibilang, sebagian dari kami memang pastinya ada yang lebih memilih cara instan dengan berbohong ke orang tua. Tapi, sebagian dari kami juga ada yang masih lebih memilih untuk meminta izin ke orang tua. Bahkan dari kami ada yang meminta izin membutuhkan berhari-hari berbicara kepada orang tua, ada yang langsung diizinkan, dan ada pula yang langsung tidak diizinkan. Apa yang tidak diizinkan itu memilih berbohong? Tidak semuanya, banyak dari kami rela tidak menonton konser dan galau dirumah dengan melihat postingan konser di timelines twitter atau Instagram.

3. Kecintaan kami kepada Idol K-POP menjadi peluang bisnis untuk kami

Kami jadi belajar berbisnis via http://nakeyjong.tumblr.com

Advertisement

Ada beberapa dari kami yang untuk membeli tiket, album, merchandise dan lighstik official dengan cara menabung. Ada juga dari kami yang memanfaatkannya dengan cara berjualan. Membuka online shop berbagai merchandise K-POP yang menarik. Bahkan tidak seputar menjual merchandise, tapi ada juga yang menjual komestik produk Korea dengan bantuan koneksi teman-teman dari Korea langsung.

4. Kami bergaul dengan teman di seluruh Indonesia bahkan juga dari luar negeri

Kami bergaul dengan siapa saja via https://www.youth.sg

Terkadang sebagian dari kami itu adalah anak rumahan, tidak bergaul ke tetangga sekitar. Sebagian dari kami memang waktunya kebanyakan dihabiskan dirumah, jarang nongkrong (kecuali mencari wifi), tetapi bukan berarti kami tidak memiliki teman. Ketika kami bertemu dengan orang-orang yang memiliki kesukaan sama dengan kami, kami akan langsung akrab. Bahkan walaupun kami baru bertemu sekalipun, kami bisa mengobrol lama membicarakan Oppa kami. Ketika itu terjadinya di dunia maya, kami bisa langsung berteman tanpa tahu siapa dia, bagaimana orangnya tanpa ada kecurigaan sama sekali. Kami memiliki grup chatting dengan berisi anggota dari daerah mana saja di seluruh Indonesia atau bahkan luar negeri dengan berbagai macam kepribadian orang tersebut serta bahasa. Dan anehnya, tanpa canggung kami berteman seakan-akan kami adalah teman lama tanpa terganggu bahasa.

5. Walaupun tidak banyak, kami juga melakukan donasi

Kami juga melakukan donasi via http://www.koreaboo.com

Kalian mungkin mengenal kami sebagai orang yang suka menghamburkan uang untuk membeli segala hal yang berbau Oppa kami. Tidak semua begitu, terkadang uang yang kami keluarkan itu berbau hal positif. Walau tidak banyak terkadang kami membantu fanbase-fanbase besar untuk melancarkan projectnya dengan mendonasikan uang ke orang-orang yang membutuhkan. Project yang dilakukan bisa hingga mancanegara dengan kerja sama dari berbagai fanbase di luar negeri atau hanya dalam lingkup negara sendiri.