Saat sahabat-sahabatku berceloteh tentang kekasihnya, tentang acara ngambek-ngambekan atau bersenda gurau dengan pasangan masing-masing, aku hanya bisa meringkuk dan mendengarkan. Mendekap erat hatiku yang melirik iri pada mereka.

Tak ayal kubayangkan aku ada di posisi mereka, ohhhh mungkin sangat menyenangkan. Saat aku tak perlu pergi sendirian memilih sepatu yang kusuka, bisa bercerita kekonyolan kepala puskesmas dan teman-temanku kerja. Rasanya aku ingin sekali memiliki seseorang selain teman.Tapi kenapa aku masih saja sendiri seperti sekarang?

 

1. Sudah berapa lama sediri wahai diri?

Ini sudah sepanjang umurku aku melalui ini sendiri, "23 tahun" . Hebat bukan? ahhh harusnya kalian memberiku tiara dan selempang yang bertuliskan "Queen of Jomblo".

Walaupun aku menyandang gelar jomblo seumur hidupku, aku tak pernah sekali pun merasa fakir kasih sayang, tidak sama sekali. Aku merasa cinta dan kasih sayang menari mengelilingiku setiap harinya, dari mereka yang aku sayangi, mamak, bapak, saudara dan kawan. 

Dan aku tak pernah merasa sendiri ataupun kesepian, kunikmati 23 tahun ini dengan bahagia, meski terkadang tak dipungkiri aku merindukan seseorang tuk menjadikanku sesiapa.

"People think being alone makes you lonely, but i don't think that's true. Being Surrounded by the wrong people is the loneliest thing in the worls" . -Kim Culbertson

Advertisement

Ahhh tenang saja, hidup tak semengerikan itu meskipun aku sendiri. Hidup akan tetap berjalan dan akan baik-baik saja bukan?  Aku hanya ingin menjadi baik dalam kesendirianku ini.

2. Menunggu memang melelahkan, tapi aku percaya akan ada hal indah dari sebuah penantian panjang

Menikmati Waktu Menunggu via http://Nonikhairani.com

"Menunggu itu pekerjaan yang sangat melelahkan", ketika aku bertanya kepada sahabat apa itu makna menunggu. Namun untukku menunggu itu baik, menunggu itu menyenangkan dan menunggu itu membahagiakan. Karena aku menunggumu dalam perbaikan, memperbaiki diriku, memperbaiki ibadahku, memperbaiki sikap dan lakuku. Aku ingin menjadi madrasah yang terbaik untuk anak-anakku nanti. Karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.

"Secantik apapun kamu saat ini, gak ada manfaatnya bagi anakmu nanti. Anak membutuhkan Ibu yang sholehah bukan yang cantik". -Berdakwah.net

Aku akan mempersiapkan ini sebaik baiknya. Mungkin salah satunya belajar memasak, karena ini kelemahanku (sering kali keasinan) hehe, ataukah belajar sedikit memoleskan bedak di pipi agar nanti berlimpah pahalaku, karena berhias diri untuk pasangan halal itu ibadah bukan?

Kepada kamu, aku akan menunggumu dan aku tak akan kemana-mana, aku akan bersabar dengan kesendirian ini. Menjaga kemuliaanku dan menjaga kehormatanku. Maka tak perlu terburu-buru, aku masih bisa menunggumu dengan baik.

3. Jika sudah saatnya nanti, kalian akan mendapatkan undangan pernikahan dariku

persimpangan jalan kehidupan, a atau b via http://pinguinshowtime-wordpress.com

Ketika aku memilih jalan ini, aku harap aku tak salah. Jangan salah paham, aku mohon jangan. Aku sendiri bukan berarti aku tidak menyukai lawan jenisku, bukan. Terkadang rentetan pertanyaan menguji kesabaranku. Alasan kenapa aku tak tergoda untuk pacaran, kenapa aku betah sendiri, yang paling menusuk hati ketika kalian bertanya apa aku ini tidak normal karena tak pernah terlihat bergandengan tangan dengan lawan jenis atau senyum-senyum sendiri didepan layar hanphone seperti kebanyakan muda mudi yang terserang virus merah jambu.

Bukan karena kalian tak pernah melihatku berkirim pesan mesra dengan lawan jenis atau melihatku berjalan dengan pacar lantas menempelkan stiker aku tidak normal itu tepat di keningku, please kalian salah besar. Percayalah itu sangat menyakitkan dan hidup tak sebercanda itu. Aku menghormati pilihan kalian, maka sudah sepatutnya kalian menghormati pilihanku bukan?

Jika sudah saatnya nanti kalian akan mendapatkan undangan pernikahan dariku, bukan kabar aku jadian dengan si a, b, atau c, itu bukan gayaku.

Don’t judge the book by its cover.

4. Terima kasih diriku sudah belajar ikhlas dalam menjaga kesendirian dan dalam penantian panjang

Wanita muslimah via http://Fauzi.com

Aku selalu berfikiran positif tentang jomblo, karena banyak hal yang bisa aku lakukan dan yang bisa aku nikmati. Aku bahagia ketika melakukan semua yang aku sukai, aku mempunyai banyak waktu untuk diriku sendiri, dan yang paling penting aku tidak pernah takut sama yang namanya diputusin (siapa yang mutusin, pacar aja ndak punya haha), apalagi diduain/diselingkuhin (haha ngawur kan).

Jomblo itu mengurangi jumlah manusia stres karena pertengkaran, perselisihan pendapat saat pacaran, kalau stresnya karena pekerjaan masih wajarlah ya. Ngegalaunya juga ngegalau positif. I feel free, bebas dari serentetan drama, drama-drama gak penting, saat masalah kecil yang dibesar-besarkan (maaf tidak berniat menyinggung siapapun).

Untungnya aku jomblo, jomblo berkualitas dengan kebebasan untuk menjadi diri sendiri, tanpa harus merasa dituntut harus ini dan harus itu, harus kesini dan kesitu. Terima kasih diriku sudah belajar ikhlas dalam menjaga kesendirian dan dalam penantian panjang.

Tanpa menyinggung dan menjudge siapapun, bukan berarti aku mengklaim kalian (teman) yang berpacaran itu buruk, bukan. Karena ini pilihan dan kita saling menghargai pilihan kita masing-masing. Kamu bahagia dan kita bahagia dengan cara kita masing-masing.

5. Pada akhirnya aku percaya penantian ini pasti ada akhir yang bahagia

Hai jodoh, sedang apa?

Ketika nanti piala penantianku beujung padamu, semoga kita bertemu karena saling menemukan. Dengan senyum manis kau ucapkan " terima kasih sudah jomblo till Ahad", itu mimpi yang selalu aku rangkai setiap malam, dan semoga segera usai.

Saat sahabat satu persatu mulai menggandeng pasangan halalnya sungguh aku pun ingin demikian juga, mengusaikan penantianku ini, dan semoga kamu adalah piala penantianku. Yang akan menerima ku apa adanya, menerima ku si tulang rusuk yang bengkok (penuh dengan kekurangan ini). Duduk berdua memandang keelokan senja bersama. Jika kamu bertanya kenapa aku memilih sendiri dalam penantian ini, maka jawabanku adalah karena aku tak mau menjaga dan dijaga jodoh orang lain, aku bisa menjaga diriku sendiri. Dan ini hadiahku untukmu karena mengusaikan penantianku.

Aku mencintaimu dengan cara yang paling rahasia dengan doa-doa panjang yang mengetuk pintu langit berharap segera dipertemukan, dengan siapa dan bagaimana aku serahkan semua padaMu. Aku harap aku tak pernah keliru dengan pilihanku, memilih menjadi jomblo kenapa tidak?