Bagiku jatuh cinta tak sesederhana seperti banyak peribahasa diluar sana. Sering aku menemui kata cinta tanpa makna bahkan beberapanya hanya dusta. Lalu, masihkah aku harus percaya kata cinta tanpa usaha? Pertanyaan yang sudah jelas jawabannya tentu tidak. Sudah beberapa kali kubilang pada banyak orang, tak ada asuransi untuk hati. Masih berani menggadai hati sembarangan?

Untuk apa? Kesenangan atau hanya coba-coba?

Lupakan, jawab saja sendiri dalam hati. Itu hanya masalah prinsip masing-masing pribadi yang tentu saja tak satupun sama persis. Dan dengan ini kunyatakan tak percaya. Jika kamu mau menyerah, menyerahlah saja sedari awal. Aku tak menerima permainan yang kau tawarkan. Yang kubutuhkan hanya kepastian yang tercermin lewat usaha nyata.

Dengan sikapmu yang seolah-olah ogah berusaha mengambil hati, hanya mengandalkan janji yang kamu rangkai sesukanya. Akupun sama, ogah menanggapi. Jangan salahkan aku, aku hanya belum terlalu butuh orang yang tak sungguh-sungguh.

 

1. Maafkan aku yang sedikit angkuh, kamu belum benar-benar serius dan tulus.

mungkin kau tak bersungguh-sungguh...

mungkin kau tak bersungguh-sungguh... via http://www.google.co.id

Kamu datang dengan tutur kata yang sungguh manis. Bisa merayu dengan mendayu-dayu. Sayangnya aku hanya pendengar dan tak menerima omongan. Penilaianku tergantung usahamu, sudah itu saja. Jika kamu saja tak sebegitu serius, untuk apa aku membuang waktu mendengar gombalan yang jelas-jelas fana. Jadwalku padat, hatiku penuh dengan ambisi-ambisi besar, jika kamu ingin aku menyisihkan ruang untukmu kejarlah aku hingga dapat.

 

 

2. Kamu lelah? berarti kamu tak cukup hebat menandingi kecepatanku.

Kejar aku...

Kejar aku... via http://www.google.co.id

Sudah seberapa jauh kamu mengejarku, apakah sudah seperti mengejar seekor cheetah yang kencang berlari ribuan kilo jaraknya didepanmu? Jika belum dapat mengapa berhenti. Ahh kurasa hanya coba-coba. Nyatanya hari belum terlalu petang kau sudah hilang tak kelihatan. Lagi-lagi orang seperti itu yang mengejarku. Istirahat sajalah dulu..

3. Sejauh ini, aku lebih percaya intuisiku dibadingkan gombalmu.

Aku percaya diriku..

Aku percaya diriku.. via http://www.google.co.id

Untuk apa meladeni jika kamu datang dan pergi? Usahamu tak sesuai tutur kata gombalmu. Maaf aku menyebutnya gombal karena memang tak terbukti kebenarannya. Lalu untuk apa? Bagiku itu sudah mencerminkan jati dirimu dan aku tak mau ber spekulasi terlalu jauh perihal urusan hati. Hati kecilku agak ragu dan aku percaya itu.

4. Jika kamu benar mencintai, kamu pasti akan berusaha sekeras yang kamu bisa.

Jika suka kamu akan berusaha...

Jika suka kamu akan berusaha... via http://www.google.co.id

Aku bukan wanita yang tak punya indra. Aku bisa merasa dengan peka. Siapapun orangnya, ketulusan dan usaha akan selalu jadi hal berharga. Kini aku tak semuda dulu, yang bisa coba-coba kapan saja. Aku selalu menilai apa adanya dan jika kamu tak bisa ya sudahlah lupakan saja. Jodoh tak akan kemana, jodoh sudah ada jalannya.

Buta karena cinta bukan kebiasaanku. Logika perlu aktif sepanjang waktu. Jika kamu memang memutuskan berhenti ya sudah, aku tak berharap banyak. Kuanggap saja kamu salah seorang yang datang dan pergi di gerbang hati yang tak diminta untuk datang tak pula diantar ketika pergi.

5. Terimakasih mengerti aku... Semoga harimu menyenangkan selalu.

semoga kau segera temukan bahagia...

semoga kau segera temukan bahagia... via http://www.google.co.id

Tak perlu risau karena aku. Banyak wanita lain menunggu dirayu olehmu. Mungkin memang bukan orang macam aku yang pas untukmu. Semoga kita tetap menjadi kawan dan tak saling lawan. Lagipula kita baru bertemu dan belum sehangat itu. Ya, mungkin kamu belum cukup pandai memanfaatkan kesempatan yang kuberi untuk mengetahui seluk-beluk diriku. Bukan salahmu, bukan juga salahku karena kita berdua sama-sama mengikuti kata hati. Semoga harimu menyenangkan selalu.

Dari aku yang kurang kau perjuangkan.