Di sela suasana sepi saat malam, kadang beberapa dari kita ada yang ingin mencairkan suasana itu dengan memutar lagu dari smartphone ataupun mendengarkan lagu random dari radio. Jika pada smartphone kita bisa menentukan lagu atau  playlist lagu yang ingin diputar, lewat siaran radio mungkin kita harus menyerahkan semua padakehendak si broadcaster yang sedang bertugas saat itu. Walaupun kadang ada sesi titip salam dan request atau permintaan lagu lewat SMS yang dibacakan, si broadcaster tetap saja memutar lagu tidak semuanya sesuai dengan permintaan dengar.

Mungkin juga kita harus memaklumi suasana hati si penyiar. Yang mungkin saja juga sedang dilanda galau dan menghindari lagu–lagu perminaan pendengar yang malah membuat mood-nya berantakan seperti alur kendaraan di jalanan Jakarta pagi hari.

Dari banyaknya survei, program–program radio yang paling ditunggu dan disukai para pendengar setianya adalah program radio pada malam hari. Yang mana kebanyakan terdapat sesi tanya curhat mengenai tumpahan segala keluh kesah dan beban hidup para pendengar yang harus selalu dimengerti oleh si broadcaster, terutama penyiar laki – laki. Hal ini sepertinya akan memberatkan jika pada saat itu yang bertugas penyiar perempuan yang mana secara garis kodrat selalu meminta hak untuk selalu dimengerti apapun suasananya. Kejam.

Bukannya si pendengar malah tenang suasana batinnya karena keluhannya direspon dengan baik oleh psikiater dadakan penyiar radio malam, malah bisa–bisa terjadi live debat dadakan antara si penyiar dan si pendengar menurut cara berpikir menggunakan perasaan mereka masing–masing. Hahaha.

 

1. Siaran radio malam hari itu biasanya penuh deretan lagu galau. Iya nggak, sih?

Listening radio via https://www.google.nl

Program radio pada jam insomnia remaja ababil dan kaum puber dewasa selalu dan bisa dipastikan memutar playlist lagu-lagu galau dan mendayu-dayu. Mungkin di sela pemutaran semua lagunya, si penyiar juga memendam perasaan yang entah harus diungkapkan kepada siapa selain lewat lagu.

2. Banyak moonolog si penyiar yang mematik api galau di hati

broadcaster via https://www.google.nl

Pada saat sesi pembacaan keluhan para pendengar, pasti ada saja celetukan curhat yang secara tidak sengaja sama dengan suasana hati pendengar lainnya dan berhasil membuat suasana hatinya tambah galau padahal harusnya itu sudah masuk jam tidurnya.

Biasanya, jika curhatan itu secara tidak langsung menyayat hati si penyiar, si penyiar cukup menjawabnya dengan kata "sabar" dan secepat kilat membaca curhatan berikutnya. Jika ketika dibaca isinya sama, lanjut ke SMS selanjutnya sampai ketemu yang paling berbeda dengan suasana hatinya.

3. Waktunya tidur kepakai buat radio-an, ya boros listrik hasilnya

Advertisement

Program siaran radio tengah malam dan bahkan ada yang nonstop sampai pagi pun sebenarnya tidak terlalu berharap akan banyaknya pendengar yang mengirimkan respon atau tanggapan. Si penyiar juga akan berpikir lebih hemat tenaga di mana pada jam–jam itu kapasitas daya tahan mata dan pikiran sudah mulai menemui sisi blur-nya.

Dan kebanyakan para pendengar yang juga sudah ngantuk berat akan membiarkan radio terus menyala. Kadang juga ketika channel radio tersebut sudah dalam mode senyap, radio juga masih dalam keadaan menyala. Sedangkan para pendengar tertidur dan mengumpamakan lagu–lagu galau itu adalah siraman rohaninya di malam hari.

 

4. Karena kebanyakan hanya berisi curhat kegalauan, pendengar jadi kurang informasi terkini, deh

information via https://www.google.nl

Sebenarnya program siaran radio di malam hari lebih baik lagi jika di sela sesi tanya jawab dan playlist lagu galaunya diselipkan beberapa info penting dan terkini.

Paling tidak itu akan mengurangi sejumlah besar populasi galau si pendengar, bukan?

5. Keasyikan dengerin radio sampai mata panda menyapa esok paginya, hehehe

Seiring antusiasnya kamu dengerin curhat para galauers yang mungkin curhatan dia juga sama dengan kisahmu, kamu jadi lupa waktu dan akhirnya nggak jadi tidur. Nah, dari yang awalnya ada niatan dengan dengerin lagu melow setidaknya bisa bikin ngantuk, malahan kamu nemuin kebalikannya. 

Insomnia yang berkepanjangan ini alhasil akan membuat bagian bawah mata kamu jadi menghitam dan bisa disamakan sama matanya panda. Untung kalau masih kurus orangnya, kalo udah kelebihan berat badan terus ketambahan mata panda, kamu bisa dikejar sama petugas kebun binatang karena dianggap panda beneran lagi? Hahaha.