Kalau guru perempuan akrab dengan anak didiknya, sudah lumrah, kan? Pastinya bakal keren banget, guru pria mudah berbaur sama siswa-siswinya. Di Indonesia, cowok yang memilih mendedikasikan diri sebagai guru jumlahnya belum sebanding dengan guru perempuan. Mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, bukanlah hal mudah. Selain mesti punya stok cadangan kesabaran, jiwa penuh ketulusan para tenaga pendidik juga patut diapresiasi.

 

Kamu laki-laki berprofesi sebagai guru, yang kerap digambarkan dengan kesan kaku, tonton yuk film-film berikut, biar tak melulu membuat siswa merasa takut. Eksplorasi gaya mengajar mereka, agar cara mengajarmu enggak lagi monoton dan semangat kian kuat menghadapi kelakukan siswa yang penuh kejutan.

 

1. Dead Poets Society

Dead Poets Society

Dead Poets Society via https://id.wikipedia.org

Meski terbilang film lawas, namun patut ditonton bagi kalian para guru laki-laki. Dead Poets Society, judul ini diambil dari nama catatan tua dalam isi filmnya. Dibintangi aktor Robin Williams, mengisahkan kehidupan pendidikan Amerika yang serba mewah di kalangan elit Akademi Welton. Sekolah tersebut terikat pada disiplin tinggi dan menjunjung tradisi. Konflik antara seorang guru, pihak sekolah, dan orang tua siswa, mewarnai cerita di film. Kamu yang pengin belajar agar siswa aktif dalam beragam pembelajaran, pesan tersurat dari film ini yakni, terapkan pada siswa, “Lakukan apa yang ingin kamu lakukan.”

2. Taare Zameen Par’s / Like Stars on Earth

Taare Zameen Par’s / Like Stars on Earth

Taare Zameen Par’s / Like Stars on Earth via https://id.wikipedia.org

Ram Shankar diperankan oleh Aamir Khan, sebagai guru SD yang memiliki siswa disleksia. Kelainan yang diderita Ishaan, membuat orang tuanya menyimpulkan bahwa anaknya idiot, hingga kedua orang tuanya memasukkan Ishaan ke asrama. Kesamaan penyakit yang dimiliki, membuat guru Ram Shankar mudah mengenali masalah yang dihadapi Ishaan. Ram tak hanya bertugas mendidik, tetapi ia juga memberi kesembuhan bagi Ishaan yang semula pemurung, sampai siswa didiknya mampu mengeluarkan potensi dirinya jadi pelukis berbakat di sekolah. Sebagai guru, kamu akan mengerti bahwa mendidik bukan sekadar mengajar, tetapi juga melibatkan hati.

3. Khid Thueng Withaya / Teacher’s Diary

Khid Thueng Withaya / Teacher’s Diary

Khid Thueng Withaya / Teacher’s Diary via https://google.com

Berasal dari Thailand, film bergendre romantis ini bukan melulu ngomongin cinta. Seorang Song, atlet gulat yang banting stir menjadi guru, lalu memaksakan diri meski belum ada lowongan pekerjaan sebagai guru, membawanya dikirim untuk mendidik siswa SD daerah terpencil dengan sekolah terapung di sungai, yang berisikan anak nelayan kurang mampu. Song yang tak punya bekal apalagi bakat mengajar, mesti berusaha keras mencari metode mendidik supaya menarik, bagi siswanya yang hanya empat orang. Edukasi dan motivasi dalam film ini, membawa siapapun kamu yang berprofesi guru, menyadari kalau pendidikan ialah kemanusiaan. 

4. Guru Bangsa : Tjokroaminoto

Guru Bangsa : Tjokroaminoto

Guru Bangsa : Tjokroaminoto via https://id.wikipedia.org

Jasmerah, alias jangan melupakan sejarah. Jika ada yang belum kenal HOS Tjokroaminoto, beliau adalah gurunya para pahlawan yang mempelopori kemerdekaan Indonesia. Terlahir sebagai kaum bangsawan, beliau justru melepas kemewahan demi memperjuangkan perubahan. Gagasan dalam film ini berpuncak pada hijrah dan baca. Kunci dari seorang guru menurut HOS Tjokroaminoto terletak pada, “Hanya ada satu cara untuk berhijrah: setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.”

5. Stand and Deliver

Stand and Deliver

Stand and Deliver via https://google.com

Diangkat dari kisah nyata, film ini menyadarkan seorang guru tidak boleh kehilangan kepercayaan, bahwa tak ada siswa yang enggak mampu belajar. Jaime, dihadapkan dengan sekolah yang akan ditutup dan standar pendidikan jauh dibawah rata-rata, namun tetap diberi beban anak-anak anggota geng jalanan. Film yang telah meraih penghargaan Oscar dan Golden Globe ini, menunjukkan seorang guru harus mampu menemukan cara mengajar yang mudah dipahami agar siswanya termotivasi pada mata pelajaran sesulit apapun.