Dulu bagiku, wanita berhijab adalah sekumpulan orang-orang yang kolot, tidak pernah bergaul dan terlihat selalu berkelompok pada setiap kesempatan. Aku selalu beranggapan, apa rasanya mengenakan kain di kepala pada siang hari yang terik? Tak berhijab saja, rasanya sengatan matahari seakan melelehkan kulit kepalaku. Apalagi saat berada di pub atau tempat nongkrong, aku selalu memandang sebelah mata pada wanita-wanita berhijab.

Namun suatu hari, Ibuku memberikan selembar artikel yang berisi tentang kewajiban wanita untuk berhijab dan tak pernah aku gubris segala nasihat beliau. Hingga suatu hari, aku tersentak haru melihat Ibuku duduk setelah selesai sholat dan berbisik lirih, .."Ini puteriku, mohon diberikan hidayah-MU, setidaknya untuk menutup dirinya sedikit dari para mata lelaki yang terlihat seperti binatang saat melihatnya.."

 

1. Aku Beradu Dengan Waktu, Untung Menentang Ragu

Untuk ragu yang sempat terlintas

Untuk ragu yang sempat terlintas via http://batamtoday.com

Aku berkali-kali diliputi perasaan ragu yang berkecamuk di hati dan pikiranku. Sudahkah pantas aku mengenakan hijab sebagai kewajiban wanita muslimah? Apa iya inilah jalan terang bagiku untuk meninggalkan masa laluku yang penuh maksiat sebelumnya?

2. Kuucapkan Bismillah dan Kukenakan Kain Ini Dengan Niat Ibadah

Memulai dengan Basmallah

Memulai dengan Basmallah via http://img1.beritasatu.com

Bulan Ramadan telah membuktikan kekuatan hebat padaku. Selain menahan lapar, haus dan juga hawa nafsu, Ramadan kali ini telah membukakan pintu hati dan jiwaku. Aku mulai mencoba-coba kerudung yang biasa Ibuku gunakan sehari-hari.

Aku memainkan puntiran ujung kain hijab sebagai kreasi moderen buatanku. Lalu saat bercermin, Aku terdiam lama sambil mengucap, 'Bismillahirrohmanirrohim..' dan air mataku kembali bercucuran sambil menata hijab yang sudah menghiasi kepalaku.

3. Semoga Keputusanku Ini Mendapat Barokah yang Berlimpah

Untuk berkah yang selalu kunanti

Untuk berkah yang selalu kunanti via http://alfattahpule.com

Sering Aku berpikir, apa kata orang nanti? Pakai hijab atau tidak? Orang-orang mengenalku sebagai pribadi yang terbuka. Terbuka dalam hal berpakaian, seenaknya berbicara luwes dengan lawan jenis, selalu menentang apa yang orangtuaku katakan, hingga berbuat sesuatu yang tidak mereka suka.

Alhamdulillah, Allah SWT mendengar apa yang Ibuku butuhkan untuk diriku. Aku akhirnya berhasil menurunkan ego dan tertunduk lemah. Kupikir rezeki mungkin akan berpaling bagi mereka yang mau berusaha kembali ke jalan yang diridhoi-NYA.

4. Inilah Waktuku, Menunjukkan Pada Dunia Aku yang Sesungguhnya

Hana Tajima

Hana Tajima via https://pbs.twimg.com

Setelah berhijab, Alhamdulillah segala hal menjadi lebih baik. Kehangatan keluarga yang dulu sempat hilang, kini kembali erat. Jalan hidupku yang entah kenapa kini selalu diterangi ide-ide cemerlang, bekerja dengan orang-orang luar biasa, berbicara lebih teratur dan santun, dan bersikap lebih ramah.

Meski banyak diantara temanku yang kini memandangku sebelah mata, karena ragu akan penampilan baruku, aku tak peduli. Inilah Aku yang baru. Aku yang kembali segar. Aku yang merindukan sikap peduli. Aku yang tak akan pernah putus asa. Aku yang tanpa diduga bisa menjadikan sabar sebagai bekal kehidupan.

 

5. Kuingin di Hari Ini, Esok dan Seterusnya Adalah Tujuan yang Mulia

Saban hari, Aku ingin semua orang percaya bahwa mukjizat itu nyata. Tuhan selalu mendengar segala do'a hamba-NYA. Hanya tinggal waktu yang membuktikan. Kuingin di hari ini, esok dan selanjutnya bisa menjadi tujuan hidup yang mulia.