Desiran ombak di pantai tak lekas membuatku lupa memori ini

Ternyata kedatanganku kemari-pun tak lantas membuatku lebih baik

Aku terus mengingatmu, melihatmu ada disini denganku seperti dulu

Bisakah kau benar-benar datang kesini?

 

1. Mulai dari sini, aku merindukanmu, segalanya yang pernah kita lakukan walau terbilang singkat

Suara ombak dan matahari yang seperempat lagi tenggelam seakan mengajakku mengingat hal yang pernah kulakukan di pantai ini.

Sekitar 5 tahun yang lalu, dengan pria yang sebenarnya tak ingin ku ingat lagi namanya. aku berjalan di tepi pantai ini sambil merasakan hembusan angin pantai yang semilir menerbangkan ingatan-ingatanku, dulu. 

Aku sengaja ke pantai ini, ku fikir aku bisa membuang kenangan dengan dia bersama ombak-ombak yang menerpa kakiku lalu kembali ke tengah laut, atau bahkan berpencar menyatu dengan partiker-partikel air disana. Aku tak tahu jelas harus berbuat apa ketika menginjakan kaki lagi di tepi pantai yang jauh ini, pantai Kuta, Bali.

2. Aku rasa disinilah memori terindah tercipta diantara kita

Telingaku padam, keramaian tak membuatku terganggu untuk lebih merasakan aroma pantai ini sendiri daripada mendengar suara-suara mereka yang sedang mengukir memori.

Sedangkan aku, aku sedang mencoba mengikis memoriku yang terlanjur pernah tercipta seindah-indahnya ditempat ini.

Aku pernah, melihatmu berlari menghindari ombak tinggi, tertawa bersamaku bermain pasir disini, basah kuyup, tak segaja menenggak air asin sang laut. Aku pernah, berjalan di tepi pantai denganmu, mengayun-ayunkan jemari kita sambil menyapa banyak turis-turis dengan pertanyaan lucu.

Bukankah itu begitu menyenangkan untukmu?

Apa hanya aku, yang masih mengenangnya sedalam ini?

3. Berada disini tak lantas menolongku dari memori ini, kau malah semakin jelas kurasakan

Semakin sore, desiran pasir dan karang2 semakin terdengar jelas ditelingaku, bahkan dimataku terekam jelas 5 tahun lalu bersamamu disini. Ku rentangkan tanganku ditepi pantai, terpejam, sambil merasakan dingin air laut yang menyentuh kakiku berkali-kali, desiran ombak.

Semua ternyata tak membuat dirimu perlahan lenyap dari memoriku, malah aku semakin ingat apa saja yang kamu katakan di tempat ini.

4. Faktanya, kedatanganku kesini adalah sebuah kesalahan.

Bagaimana lg caraku agar bisa menghipnotis diriku sendiri, agar aku tak begitu dalam mengingatmu.

Aku lemas dan menyembahkan dudukku di tepi pantai tanpa berkata apa apa. Aku tak menangis, aku hanya menyanyangkan kenapa dirimu begitu kuat untuk hidup selama itu dihatiku. Kenapa tahun-tahun berlalu aku belum bisa menebus semua memori bersamamu yang kukira singkat.

Lalu, menurutmu, kenapa aku datang lagi ke tempat ini? Tempat terindah yang pernah kau izinkan aku untuk mengukir memori denganmu; dulu.. Kenapa pernah kau janjikan aku ke tempat ini lagi waktu itu? Kenapa hanya tempat ini yang mampu membuat kenanganku malah semakin utuh.

Aku putus asa, ternyata bayanganku tak pernah nyata, ternyata anganku tak pernah ada. Ternyata kembaliku ketempat ini adalah salah

5. Aku pulang....

kamu hanya memori

kamu hanya memori via https://www.google.co.id

Baiklah, aku pulang. Aku kembali menyendiri tanpa ada siapapun yang tau dan tempatku berbagi. Aku tak butuh telinga-telinga yang siap mendengar kesahku, aku hanya ingin kau kembali kemasa itu.