Memang kekurangan itu hal yang manusiawi, tapi, terkadang ada-ada saja standar pribadi yang dibebankan sesama manusia hingga kita tidak sanggup memenuhinya. Rasanya gimanaaa gitu, kalau sampai merangsang insting pembunuhan seseorang secara tidak sengaja? (Padahal, kita tidak ingin melakukannya!). Demikian juga dengan si dia. Mungkin dia sudah bikin kamu ill-feel dengan perbuatannya yang nyampah pake banget. Mungkin juga kamu tidak ingin mengingat-ingat kebiasaan buruknya.

Sebelum kamu kabur, ada baiknya kamu membaca 5 kelemahan ‘fatal’ ini, yang menunjukkan kalau dia sebenarnya calon pasangan yang tak tergantikan.

1. Kalau dia suka ngupil dan kentut sembarangan di depan umum… Mungkin kamu perlu pikirkan lagi untuk meninggalkannya

Tukang ngupil tidak seharusnya dicampakkan! via http://lifestyle.okezone.com

Di sinilah peribahasa lama itu berlaku: Bukan hanya buku yang tidak boleh dinilai dari sampulnya, manusia pun tidak hanya dinilai dari kebiasaan luarnya.

Kita tahu, kalau orang pada umumnya gengsi dalam menampilkan kebiasaan buruknya di depan umum, termasuk ngupil dan kentut sembarangan. Justru inilah saat di mana inner power kepribadian si jorok itu keluar. Dia yang kamu pikir ‘si jorok’, ternyata adalah orang yang nyaman dengan diri mereka sendiri dan tidak suka menutup-nutupi keadaan sebenarnya; kalau dia cinta padamu, dia tidak akan segan-segan mengatakannya. Kalau dia berkata tidak suka dengan kebiasaanmu, memang itulah adanya.

2. Dia orangnya terlalu jujur, kadang naif… Jangan salah, dia tidak sedang menjajakan dirinya

Jujur memang sifat yang positif. Tapi karena dunia saat ini tidak suka kejujuran, jadilah jujur merupakan sifat yang negatif. Semakin parah kalau ternyata orang tersebut naif. Dalam menjalin hubungan, orang-orang jujur ini justru sering dituduh menjajakan diri mereka. Kasihan.

Advertisement

Padahal, inilah ciri-ciri pemimpin masa depan. Kalau perempuan, berarti dia pendamping hidup yang paling setia. Dia ini orangnya decisive; kalau sudah menetapkan hati dan pikiran pada satu hal tertentu, dia tidak akan berpaling hati. Kebayang ‘kan, kalau dia melakukannya untukmu?

Masih mau bilang dia menjajakan diri?

3. Jangan campakkan dia hanya karena dia berpenampilan kumuh, dia tahu (banget!) kapan waktunya berdandan dan kapan tidak

“Teganya kamu mencampakkan saya!” via https://pixabay.com

Dear readers, ada yang tahu mengenai meme ‘Kalau sudah dandan, kelar hidup lo’? Itu ‘kan meme yang menceritakan seseorang yang berdandan untuk membuat mantan pasangannya menyesal…

Nah, yang ini beda lagi; Dia bukan sengaja tidak berdandan, tetapi memang dia tahu tempat-tempat dan acara di mana dia harus berdandan, dan di mana tidak harus berdandan.

Karenanya, dia adalah calon pasangan prospektif, sekaligus calon pengatur keuanganmu yang paling handal. Tanpanya, kamu akan jatuh miskin dan dijauhi orang-orang sekitarmu, termasuk dia yang kamu sakiti hatinya.

4. Dia suka diskusi topik berat saat first date? Ya, hadapi saja, toh!

Kalau nggak mudeng topiknya apa, ya belajar! via https://pixabay.com

Ekspektasi kita saat first date adalah kencan bahagia yang dipenuhi dengan canda tawa dan kemesraan. Kenyataannya, ia memulai diskusi tentang ketahanan pangan, kebijakan visa, dampak kebijakan Amerika untuk perekonomian negara, mengkritisi penggalangan dana, sampai menjelaskan step by step penanganan bayi tabung…

Untuk sejenak, kamu pun merasa berkencan dengan dosen.

Justru kamu harus bangga, readers! Bukan hanya nggak gampang merebut hati seorang bapak atau ibu ‘dosen’, tapi kamu juga akan mendapat nutrisi untuk otakmu. Bagaimanapun juga, otak itu organ manusia untuk survive, lho!

Apakah kamu mau menjadi zombie pemakan otak? Tidak, 'kan?

5. Kamu komplain dia terlalu banyak mimpi yang tidak bisa terealisasikan… Saatnya kamu membantunya, bukan malah mencampakkannya

Mungkin gedung ini salah satu mimpinya… via http://www.kostjakarta.com

Sudah jelek, jorok, bahasannya ‘ketinggian’, pemimpi lagi. Sudah begitu, kamu pun tidak melihat bagian mana dari mimpinya yang sudah terealisasi. Semakin parah, kalau ternyata dia memaksamu untuk mewujudkan mimpinya yang impossible punya itu…

Sebentar, sebentar, itu bukan ‘memaksa’; dia hanya ingin berbagi mimpi denganmu. Hanya saja, dia susah membahasakan ke bahasa yang dapat kamu terima.

Kalau kamu bisa membantunya merealisasikan, bagus, kamu akan menjadi permata di mata dia. Namun apabila tidak bisa, paling tidak kamu sudah meluangkan waktu untuk mendengarkannya. Sebab, di matanya, itulah cara berbagi kasih; dengan cara berbagi dunia dan mimpi.