''Gagal,kali ini gagal bersembunyi di balik kata-kata bijak yang selalu mampu membuat aku terlihat tangguh padahal hancur lebur harapan.'' (Kutipan lagu The Rain - Gagal Bersembunyi).

Walaupun kamu sudah tidak cinta atau sayang lagi terhadap pacarmu,mungkin kamu masih menyimpan rindu yang teramat dalam. Ya, rindu yang selalu membuatmu tidak bisa tidur atau tidak bisa makan. Menahan sendu dikala hujan datang, menyimpan pilu saat tahu dia telah bersama yang lain, semua yang berlalu pasti akan menyimpan sendu bernama rindu.

Nah,bila kamu sedang rindu dengan mantan kekasih, redamlah dengan hal-hal berikut ini:

1. Bila rindu mengetuk, berdoalah untuknya agar hidupnya dan hidupmu lebih baik dari sebelumnya.

Bila rindu mengetuk, cukupkan air wudhu di dalam sujud yang mengobatimu.

Saat rindu benar-benar merasuk,jangan kalian tepis atau jangan di hindari, rasakan rindunya,menangislah bila memang tak kuat untuk menahan rindu itu. Satu hal penting yang perlu kamu lakukan adalah jangan hubungi dia, dan segeralah berdoa, doakan dia yang terbaik dan kembali sadarlah bahwa dia memang bukan untuk kita, tapi pelajaran hidup yang pernah dia ajarkan ambil dengan sebaik-baiknya.

2. Bila rindu merasuk, hubungilah teman-temanmu yang dulu pernah kamu tinggalkan demi kekasihmu.

Best Friends. via http://7-themes.com

Advertisement

Hubungilah teman-teman lamamu yang dahulu pernah kamu tinggalkan saat bersama pacarmu. Beritahu mereka bahwa kamu adalah kamu yang baru, bukan kamu yang dahulu meninggalkan mereka saat kamu terlalu fokus dengan pacarmu

Sampaikan kepada teman-temanmu bahwa jangan membahas mantanmu didepan dia, biarkanlah semua mengalir apa adanya. Bila temanmu keceplosan berbicara mantanmu, anggaplah itu melatih kesabaran jiwa mu.

Jujurlah pada temanmu bahwa, keadaan sekarang sudah berbeda.

3. Bila rindumu sudah terlanjur sendu membiru, menulislah dan curahkan segala kegundahanmu.

Saat BJ Habibie kehilangan belahan jiwanya, Ibu Ainun, beliau setiap hari hampir menangis. Beliau hampa karena kehilangan belahan jiwa yang menemaninya berpuluh-puluh tahun. Tapi, tahukan kalian saat beliau rindu melakukan apa? MENULIS!

Ya, menulis. Pak BJ Habibie menulis dan menjadikannya sebuah buku walaupun setiap paragraf yang dia tulis beliau menahan air mata yang sangat deras.

Menulis membuatmu akan mengingat cerita masa lalu, namun percayalah saat kamu menulis ada kelegaan yang tak biasa yang akan kamu dapatkan. Ada kelapangan dada yang membuatmu merasa tenang perlahan.

Rindu ini mungkin milikmu, namun aku hanya mampu berdoa semoga rindu ini tak pernah lagi mengetuk, sampai nanti atau sampai mati.

4. Namun bila rindu masih juga mendayu-dayu di kepalamu, berkaryalah agar emosimu bisa tertuang dengan positif.

Banyak sekali manusia mati sia-sia karena cinta, melompati jembatan, menyilet tangan, berteriak seperti orang gila, banyak sekali ekspresi manusia saat menahan rindu yang terbendung.

Rindu merupakan hal yang lumrah terjadi di dalam jiwa manusia, tapi ketahuilah bahwa sesungguhnya semakin kamu rindu akan semakin banyak karya positif yang bisa kamu tuangkan. Seperti berpuisi tentang rindu atau menulis lirik lagu tentang rindu.

Rindu itu ada 2, rindu karena sesal dan rindu karna menyesal, bila bukan keduanya itu adalah sendu.

5. Ketauhilah, sejatinya rindu yang abadi adalah rindu seorang manusia kepada pencipta-Nya

Dari segala Rindu di dunia ini, ada satu rindu yang tidak akan pernah boleh kamu hilangkan, yaitu rindu manusia terhadap pencipta-Nya. Rindu ini adalah rindu yang paling suci dan abadi, rindu manusia bertemu Maha segalanya.

Ketika kamu tiba-tiba merasa galau hanya karena rindu kepada mantan kekasihmu, selalu ingatkan kembali dirimu bahwa ada satu rindu yang seharusnya kamu pelihara.

Ya, rindu ini tentu bisa kamu redam dengan senantiasa berdoa kepada-Nya agar dipertemukan di alam sana nanti. Ketahuilah bahwa Tuhan selalu rindu dengan hamba-hambanya.

Tingkatan rindu ini sudah paling tinggi dari segala rindu di dunia ini. Ketahuilah rindu terhadap pencipta adalah rindu yang abadi, dan rasa rindu ini di ciptakan oleh-Nya. Oleh sebab itu,teruslah melangkah walau rindu suci ini belum dipertemukan, kelak kita akan bertemu dengan rindu yang suci ini.