Masih sering mendengar pertanyaan “Kapan menikah?”

Yeah, selamat berarti kita senasib. Hehehe... Entah kenapa pertanyaan satu itu menjadi hal yang sangat menyebalkan dan menjengkelkan, terlebih bagi kita yang sebut saja masih menikmati sendiri di usia-usia yang mereka bilang rawan. Awalnya memang pertanyaan ini hanya sebagai bahan candaan yang mungkin tujuannya hanya basa basi. Namun percayalah, pertanyaan itu adalah basa basi paling basi yang harus mulai dipikir ulang sebelum di lontarkan.

Ketika usia beranjak dewasa, disaat teman sebaya satu-persatu sudah mulai melenggang kepelaminan atau bahkan sebagian dari mereka sudah menimang bayi mungilnya. Perkara jodoh yang menurut kita tak kunjung hadir memang menjadi sebuah ujian tersendiri. Terkadang berbagai cara sudah kita tempuh ditengah sibuknya usaha memantaskan diri. Lalu bagaimana dengan usaha perjodohan. 

Eits... Jangan keburu menolak dulu. Hal yang satu ini bagi kebanyakan orang memang dianggap kuno, seolah-olah kehilangan gengsi karena tak bisa mencari sendiri. Namun, tidak ada salahnya bukan dicoba? Sebagaimana kita tidak tahu di mana letak rezeki kita, begitu juga dengan jodoh. Karena perkara jodoh itu misteri.

Jodoh memang misteri. Misteri orangnya siapa. Misteri waktunya. Misteri juga cara bertemunya.

 

1. Jodoh adalah bagian dari misteri pemilik semesta.

semua masih misteri

semua masih misteri via http://www.huffingtonpost.com

Jodoh itu benar-benar misteri yang hanya diketahui oleh sang Maha Cinta. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa berusaha dan berdoa. Nah, dari sisi misteri itulah kita ga seharusnya menolak usaha perjodohan. Namanya saja misteri, bagaimana kalo justru misteri itu terkuak dan menemukan titik terangnya justru berkat usaha perjodohon dari orang-orang terdekat kita. Siapa yang tahu?

2. Perkara jodoh pun butuh perantara.

semua butuh perantara

semua butuh perantara via http://www.nairaland.com

Bukan hanya perkara tanah, rumah, mobil dan lain sebagainya. Terkadang dalam beberapa hal perantara itu penting, termasuk jodoh. Tanpa bermaksud menyamakan manusia dengan barang, tapi kenyataan memang kadang orang lain tidak tahu betapa berharganya sesuatu karena ketidaktahuan khalayak atau istilah bisnisnya kurang promosi. Dari sisi inilah perantara jodoh alias mak comblang beraksi.

Hanya sebagai penyambung lidah, selebihnya tetap hak kita yang melanjutkan prosesnya.

3. Keluarga atau orang-orang terdekat pasti punya pertimbangan yang baik untuk kita

keluarga menginginkan yang terbaik

keluarga menginginkan yang terbaik via http://www.huffingtonpost.ca

Jangan keburu mengambil keputusan dan mencap keluarga atau orang-orang terdekat kita sebagai orang jadul atau kuno yang masih menggunakan metode perjodohan. Percayalah, mereka hanya bermaksud baik mengenalkan seseorang untuk kita dengan pertimbangan sudah mengenal orang tersebut dan dimata mereka dia orang yang baik.

Mereka tidak bermaksud mengkerdilkan kita dengan anggapan tidak bisa mencari sendiri, tapi kembali pada poin di atas sebelum ini, terkadang perantara itu perlu..

4. Perjodohan bukan harga mati, anggap saja langkah awal menyambung silaturrahmi.

Dijodohin? Harus langsung nikah, dong?

Oh plis deh, ini kan jaman internet yang serba canggih, masa sih pikiran kita masih dijaman batu ? perjodohan bukan harga mati, itu hanya gerbang awal penyambung silaturrahmi. Siapa tahu, nggak jadi suami/istri eh bisa jadi partner bisnis. Untung lagi kalo bisa jadi dua-duanya.

5. Sudah bukan waktunya, bermain-main dengan cinta yang bermula dari pacaran ala anak muda

Waktu terlalu berharga dan singkat untuk kita yang masih ingin mencoba-coba, berpacaran putus nyambung putus nyambung... Aaargh, kalo masih duduk di bangku SMP sih ga masalah. Tapi, kalo sudah dewasa. Yakin waktunya mau terbuang sia-sia ?

Saya bukan biro jodoh, atau mak comblang. Hanya mengajak kita semua untuk berpikiran luas dalam menanggapi perkara perjodohan yang bagi sebagian orang masih dipandang sebelah mata namun selalu saja mengeluh "kapan jodohku tiba ?"

Tidak ada yang salah dengan perjodohan selama kita tahu perantaranya adalah orang-orang terpercaya. Jangan keburu mengkerdilkan sebuah usaha, karena bisa jadi di usaha itulah kita menemukan apa yang kita cari, karena jodoh adalah misteri

Jodoh memang misteri..

Misteri orangnya siapa…

Misteri waktunya….

Dan misteri juga cara bertemunya