Siapa yang tidak kenal dengan Kabupaten Pacitan? Daerah tempat lahir Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih dikenal dengan Pak SBY. Rumah pak Preisdenpun juga kerap dikunjungi ketika berada di Kabupaten ini. Rumah dengan arsitek lawas ala Indonesia ini menyedot perhatian banyak wisatawan. Pacitan terletak di Propinsi Jawa Timur, berdekatan dengan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek.

Banyak tempat menarik di Pacitan, karena geografisnya yang sangat menakjubkan, baik dari segi pertanian, pegunungan, bukit, serta perkebunan, bahkan sekarang Pacitan terkenal sebagai daerah penghasil batu bernilai, yakni batu akik. Karena geografisnya yang dominan pesisir serta pegunungan, menjadikan daerah ini kaya akan objek wisata atau pemandangan alam.

     

1. Sungai Maron

Beberapa tempat di Pacitan sudah menjadi kawasan pariwisata, mulai dari pantai sampai perbukitannya yang menakjubkan. Kabupaten Pacitan masyarakatnya lebih banyak bermatapencaharian di sektor pertanian dan kelautan.

Banyaknya pantai serta garis pantai yang panjang, menjadikan Pacitan sebagai lintas Jalur Selatan yang nantinya akan berujung sampai daerah Malang Selatan. Dari pintu masuk Pacitan dijalur lintas selatan sudah disajikan banyak bibir pantai, yang paling ramai dikunjungi yakni pantai soge, dan jalur lintas selatan idaman bagi para penggemar touring.

Sepanjang jalur ini pengunjung juga sudah dimanjakan dengan pemandangan laut serta pertanian mulai dari awal masuk yang berbatasan dengan Kecamatan Panggul Kab. Trenggalek, hingga memasuki wilayah pemerintahan Kab. Pacitan, dijamin tidak bosan berkendara melewati jalur panjang ini.

Advertisement

2. Sungai Maron

Dari kesekian destinasi pariwisata Pacitan, baik yang sudah tenar seperti terkenal Pantai Klayar, Watukarung, Goa Lowo masih ada objek wisata mempesona, tempatnya di Desa Dersono Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan, destinasi nan eksotis dengan suguhan kawasan alami yang bernama Sungai Maron.

Objek ini masih belum banyak didatangi pengunjung, maklum memang masih dalam tahap pembukaan, baik dari segi jalan serta fasilitasnya. Dari segi jalan kawasan ini masih perlu diperbaiki, mengingat banyaknya pengunjung yang berdatangan ke desa kecil penghasil akik ini.

3. Sungai Maron

Sungai Maron termasuk dalam kawasan perlindungan yang bermuara di Pantai Ngiroboyo. Menurut penduduk sekitar, sebelum dibuka jalan, jika hendak ke Pantai Ngiroboyo hanya bisa ditempuh melalui sungai Maron. Aksesnya bisa ditempuh sekitar 10 Km dari pusat Kota Pacitan.

Jalan yang masih bernuansa pedesaan serta pemandangan alam yang sangat kaya mengiringi perjalanan menuju desa dimana sungai Maron berada. Penduduk sekitar Maron kebanyakan memiliki perahu sebagai alat transportasi lokal, yang sekarang banyak disewakan untuk para penikmat traveling menuju pantai Ngiroboyo atau sekedar menikmati eksotisnya kawasan sepanjang Sungai Maron.

4. Sungai Maron

Hal yang menarik lagi yakni sambutan masyarakat sekitar ketika ada wisatawan datang sangat akrab dan ramah. Penduduk lokal memang berperan penting dalam perjalan di Sungai Maron, mereka tidak enggan untuk memberi informasi bahkan menawarkan rumahnya untuk tempat peristirahatan sementara, ini menjadikan poin plus ketika datang ke sungai Maron, tidak khawatir salah arah atau kesulitan apapun.

Banyak warga yang menawarkan perahu serta fasilitas lainnya, tapi disini masih belum banyak dijumpai toko atau warung makan, jadi siapkan bekal sebanyak mungkin.

5. Sungai Maron

Sepanjang aliran sungai wisatawan akan disuguhkan pemandangan eksotis, mulai dari pohon kelapa, tanaman sungai, bahkan terkadang menjumpai biawak kecil yang berenang di pinggiran sungai. Jernihnya sungai Maron terlihat indah, disertai pemandangan tebing di kiri kanan sepanjang perjalanan.

Menurut penduduk lokal, sungai Maron banyak menghasilkan batu akik dari dulu sebelum setenar sekarang, namun sayangnya eksplorasi akik yang berlebihan membuat Maron terancam hingga Pemerintah Daerah menutup Maron untuk penambangan batu akik.

Sungai Maron sudah melambung namanya, eksotisme serta alaminya alam membuat Pemerintah Daerah terus mengembangkan potensi ini, salah satunya pagelaran lomba dayung yang sempat digelar di kawasan Maron.

Sungai Maron sendiri memiliki panjang sekitar 4 km hingga bermuara di Pantai Ngiroboyo. Para wisatawan bisa menikmati aliran sungai jernih dengan perahu sampai ujung bertemu dengan keindahan Pantai Ngiroboyo.

Sepanjang perjalanan menggunakan perahu, beribu keindahan siap diabadikan dengan lensa agar tidak terlewatkan setiap momen melewati maron. Tak rugi bukan, dengan perjalanan yang lumayan jauh, ketika sampai di Maron terbayarkan dengan lunas dengan pengalaman, eksotisme, serta suguhan Pantai yang indah.

Akhir-akhir ini Maron ramai diperbincangkan para wisatawan, baik lokal maupun domestik, termasuk banyak artis Ibukota yang sudah mencicipi Maron. Destinasi ini wajib dikunjungi bagi para penikmat tantangan serta keindahan alam. Semoga dengan banyaknya wisatawan berkunjung kesana, akses serta fasilitas menuju lokasi terus mendapat perhatian dari Pemerintah setempat, agar nantinya Indonesia bisa dikenal luas karena objek alamnya yang sangat kaya raya.