1. Jarang ada waktu untuk kamu

Quality time yang kamu miliki sangat lah minim, apalagi dengan jam kerjanya yang sibuk. kamu harus memiliki kesabaran yang ekstra. karena seorang dokter biasanya tidak memiliki waktu kerja yang menentu. Jadi jangan pernah kaget kalau pesan kamu dibalesnya baru besoknya. Apalagi jika pasangan kamu dokter kemudian LDR. sudah bisa dipastikan pertemuan kalian adalah suatu yang langka.

2. Prioritasnya adalah Pasien bukan kamu

Punya pasangan dokter harus bisa mengerti juga, kalau mereka akan lebih mementingkan pasien dibanding kamu. namanya juga keterikatan kerja. Jadi mereka akan lebih khawatir dengan keadaan pasiennya dibanding kamu. Komitmen sosial yang mereka jalani merupakan janji yang harus dijalani apalagi meyangkut kesehatan dan keselamatan pasien. Harus selalu mengerti loh guys klo kamu bukan prioritas utamanya.

3. Memiliki patner mengobrol yang cerdas

Advertisement

Nah ini enaknya klo punya pasangan dokter, pasti otaknya cerdas. Apalagi kalo ternyata kamu suka banget sama yang berbau sains. Cocok banget buat diajak diskusi yang berbau ilmiah bukan sekedar sinetron atau film. Pasti kamu sering diajak ngobrol tentang prosedur medis, ilmiah banget kan? Kadang orang berpikir punya pasangan dokter membosankan karena yang dibicarakan terlalu ilmiah. Itu tergantung kamu membangkitkan selera humornya kembali kok guys. Karena selera humor tergantung pribadi masing-masing.

4. Tingkat khawatir kamu terhadap kesehatan berkurang

Ini yang paling enak, karena punya pasangan dokter jadi kamu dengan sendirinya akan mengubah pola hidup kamu jadi sehat dan kalaupun sakit seperti batuk, pilek atau flu. Pasanganmu yang dokter bisa memberikan resep supaya kamu bisa pulih dengan cepat dan kembali beraktifitas seperti semula. Terutama pasanganmu yang dokter bisa menjaga hati kamu tetap sehat karena dia akan mendampingimu dalam keadaan apapun.

5. Pekerjaan Mulia dan Terpuji

Terakhir, kamu akan bangga dengan perannya sebagai dokter. Karena dia menolong sesama dan menyelamatkan nyawa yang membutuhkan pertolongan. Sehingga kamu dengan rela "membagi" pasanganmu dengan pasien yang membutuhkan pertolongannya, karena keterampilannya dalam menyembuhkan seseorang dari penderitaan fisik serta harus menyembuhkan pasien dengan bekerja sepenuh hati.  Jadi syarat kalau punya pasangan dokter adalah kesabaran.