Dalam (Rudy Habibie) Habibie & Ainun 2, sang tokoh protagonis utama menjadikan trifecta: fakta-masalah-solusi, sebagai pedoman hidup dan sekaligus mantera yang diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meminjam metodologi Rudy (Habibie) tersebut, saya mencoba menguraikan kenapa film ini dijual seolah sebagai sekuel, meskipun secara de facto adalah prekuel.

Hipwee menonton film Rudy Habibie pada hari pertama ditayangkan, tanggal 30 Juni 2016. Untuk pertama kalinya, sebuah film asal Indonesia memberikan makna yang sangat dalam terhadap Hipwee. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari film Rudy Habibie yang sangat menginspirasi, mempunyai akting yang berkualitas, dan adegan-adegan yang emosional.

Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari film ini, Yuk kita simak!

1. Keluarga adalah yang terpenting.

Habibie dan teman-temannya di Jerman via http://bacalagi.id

Ibu Rudy rela bersusah-susah demi pendidikan anaknya. Di film tersebut, Ibu Rudy mengirimkan uang tempat tinggal dan makan ke Rudy setiap bulan. Meskipun keadaan ekonomi sedang sulit di Indonesia, Ibu Rudy rela berhemat asalkan kebutuhan anaknya di Jerman terpenuhi. Ada suatu kali ketika Ibu Rudy telah mengirimkan uang tetapi tidak diterima oleh Rudy. Mungkin ada masalah dengan sistem, ataupun uangnya hilang. Rudy tidak tega memberitahu Ibunya bahwa dia tidak menerima uang tersebut. Dia tidak ingin membuat Ibunya sedih dan panik. Dia berusaha untuk dapat survive dan bertahan disana.

Rudy mengalami banyak ujian dan cobaan. Ketika dia hampir menyerah, ibunya memotivasinya dan mendukungnya agar dia tidak menyerah. cinta Ibu yang begitu dalam yang melampaui perasaan kasihan Ibunya terhadap Rudy, yakni kepercayaan bahwa anaknya dapat berhasil. Motivasi Rudy adalah membuat pesawat untuk ibunya dan untuk Indonesia. Apakah kita sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga kita?

2. Air keruh yang diaduk hanya akan menjadi semakin keruh.

Menjadi Mata Air via http://pintarbloging.id

Advertisement

Ayah dan Ibu Rudy pernah mengajarkan kepada Rudy bahwa bersabar itu penting.


“Air keruh yang diaduk hanya akan menjadi semakin keruh. Bersabar, perlahan kotoran akan menjadi endapan di dasar air.”


Jika ia semakin panik, mungkin situasi akan berubah menjadi lebih parah. Situasi tersebut dihadapi ketika ia terkena penyakit TBC tulang dan harus berbaring di rumah sakit.

Seminar pengembangan yang awalnya dikerjakan oleh PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Aachen yaitu tim Rudy dan teman-temannya terpaksa harus dikerjakan oleh PPI Hamburg yang mempunyai visi yang berbeda dengan tim Rudy. Ketika ia bersabar, situasi tidak menjadi semakin buruk dan ia dapat pulih dari sakitnya. 

3. Untuk apa merdeka jika tidak ada integritas?

Merdeka tanpa Integritas? Buat Apa? via http://geraldirizki.com

Rudy mengingatkan kita tentang pentingnya integritas. Di dalam cerita film, Indonesia ingin menjadi sponsor utama di brosur ketika mereka tidak mendukung secara finansial.

Itu bertentangan dengan kejujuran dan integritas yang Rudy percaya. Rudy tanpa basa-basi menggebrak meja di hadapan senior dari pemerintah Indonesia. Kelakuan Rudy memang dapat dianggap tidak sopan. Akan tetapi, ia benar.


“Untuk apa merdeka jika tidak ada integritas?”


Kita telah bebas dari jajahan Belanda dan Jepang, tetapi apakah kita telah lepas dari jajahan keserakahan dan kebohongan? Hanya kita, generasi muda yang dapat menjawabnya. Karena kitalah penerus dan pelaku aktivitas utama Indonesia. 

4. Bermimpi besar dan bekerja keras.

Let's Dream big! via http://studiokosan.blogspot.com

Rudy selalu mempunyai mimpi yang besar. Dia mengajak teman-temannya untuk membangun industri dirgantara atau industri penerbangan. Itu adalah alasan ia ingin membangun pesawat terbang Indonesia sendiri.

Awalnya teman-temannya menertawakan mimpinya. Tetapi dia dapat membuktikan bahwa dia dapat melakukannya dengan menghasilkan pesawat miniatur yang dapat terbang.

Suatu kali, dia terkena sakit TBC tulang yang mengharuskannya beristirahat di rumah sakit.Meskipun dia sakit-sakitan, dia tetap teguh dalam pekerjaannya. Di tempat tidurnya, dia menuliskan sumpahnya untuk memajukan Indonesia di dalam kehidupannya.

Apakah kita sudah bermimpi besar? Apakah kita sudah bekerja keras? Kita dapat menjadi lebih bermakna dan berguna terhadap orang lain. Let’s dream big dan work hard.

5. Jadilah mata air.

Jika kita baik, sekeliling kita menjadi baik. Jika kita tidak baik, sekeliling kita juga akan menjadi tidak baik. Kita harus senantiasa berusaha untuk menjadi berguna untuk orang lain di sekitar kita.

Ayah Rudy selalu mengingatkan Rudy agar ia menjadi mata air yang menjadi sumber kebahagiaan orang di sekitarnya. Dimana ada mata air, disitu ada kehidupan.


“Karena mata air yang jernih, akan berguna bagi lingkungan sekitarnya!”


Ada saat-saat dimana Rudy menghadapi dilema untuk lebih mementingkan tujuan dirinya sendiri atau mementingkan keperluan teman-temannya. Pesan ayahnya membuatnya selalu mengingat untuk lebih peduli kepada teman-temannya dengan tetap teguh dengan visi dan misi pekerjaannya.

6. Selalu ada fakta, masalah, dan solusi.

fakta, masalah, solusi via http://finasitisyarafina.blogspot.com

Rudy Habibie adalah seorang jenius dalam fisika dan matematika. Pola pikirnya sangat terstruktur dan tajam. Ia sering menjelaskan sebuah solusi ke teman-temannya dengan fakta, masalah, dan solusi. Penjelasan tersebut sangat dimengerti orang di sekitarnya karena struktur fakta, masalah, dan solusi membuat situasi yang terlihat berantakan menjadi lebih jelas dan rapi. Ketika kita memahami fakta dan masalahnya, kita dapat mencari solusinya. Rudy percaya bahwa selalu ada solusi dari setiap masalah.

 

Jadi, guys kalian harus nonton film ini karena worth it banget dan akan banyak pelajaran yang di dapat!