Cinta itu memang rumit, serumit yang tak pernah ku bayangkan. Setiap orang punya pengalaman yang berbeda-beda, dan karena itu akan punya pemahaman yang berbeda pula dalam hal cinta. Yang pasti, kita nggak pernah bisa paham apa itu cinta dan bagaimana rasanya tanpa melalui prosesnya terlebih dahulu jadikan semua itu sebagai pelajaran untuk membangun cinta yang utuh. 

 

1. Sebelum Mengenal Cinta, Mungkin Kamu Mendambakan Cinta yang Sempurna, Itu Salah!

Mungkin Kamu Belum Mengenal Cinta Sepenuhnya

Mungkin Kamu Belum Mengenal Cinta Sepenuhnya via http://kinewestvik.blogg.no

Kamu diam aja diperlakukan buruk oleh pacarmu? Kamu pernah mempertahankan hubungan yang jelas-jelas nggak akan membuatmu lebih baik? Atau kamu berpacaran dengan orang yang seharusnya nggak kamu pacari?

Kalau iya, cinta memang pernah membuat kamu bertindak “bodoh”. Tapi, kamu jadi seperti itu bukan karena kamu sengaja. Kamu tersakiti bukan karena kamu ingin. Mungkin waktu itu pengetahuanmu tentang cinta masih belum dalam. Kamu belum cukup tahu cinta seperti apa yang sebenarnya kamu butuhkan, dan yang seperti apa yang baik untuk dirimu

2. Proses Uji Coba

Uji Coba Sebelum Memahami Cinta

Uji Coba Sebelum Memahami Cinta via http://shinelikemillioons.blogspot.com

Pada akhirnya, kita akan tahu mana yang salah dan yang benar dalam hal cinta ketika kita berkaca dari “kebodohan” masa lalu. Kita bisa mendapatkan yang lebih baik hanya ketika kita pernah merasakan pengalaman-pengalaman pahit.

Ini bukan kegagalan, melainkan sebuah pembelajaran. Biarkan pengalamanmu jadi acuan untuk mengambil keputusan di masa depan. Hanya dengan ini, kamu bisa menemukan seseorang yang tepat bagi hidupmu

3. Setiap Orang Berhak Berusaha Bahagia, Apapun Hasilnya!

Berusaha Belajar Bahagia

Berusaha Belajar Bahagia via http://natallyromaniello.blogspot.com

Orang bilang, cinta itu bisa bikin kita nggak waras. Logika kita harus mengalah pada apa yang kita rasakan dalam hati. Kita berhenti berpikir, dan hanya mengandalkan perasaan. Kita nggak butuh alasan apa-apa untuk mencintainya, karena kita hanya berusaha bahagia.

Karena pada saat itu, kita merasa dia lah yang kita cari. Kita merasa hanya dengannya kita bisa bahagia. Perasaan seperti itu sangat manusiawi. Setiap orang berhak untuk merasakan kebahagiaan, dengan caranya masing-masing.

4. Proses Pendewasaan

Proses Pendewasaan, Ilustrator

Proses Pendewasaan, Ilustrator via http://instagram.com

Manusia akan selalu belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat, tak terkecuali persoalan cintanya. Dia akan menyadari lalu berusaha memperbaikinya, dengan harapan dirinya tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Kesalahan adalah sebuah pengalaman.

Dari sebuah pengalaman seseorang akan selalu berusaha menggali makna. Kebodohanlah yang bisa mendewasakan kita.

5. Kamu Jadi Tahu Bagaimana Rasanya Sakit Hati, Dari Kegagalan Cintamu

Kamu tahu bagaimana menghadapi rasa sakit hati

Kamu tahu bagaimana menghadapi rasa sakit hati via http://residuocosmico.blogspot.com

Setiap kegagalan akan berujung pada kekecewaan. Ketika kita sadar telah berbuat bodoh hanya demi cinta, kita tahu bagaimana rasanya sakit dan bagaimana rasanya terluka. Karena luka dan sakit hati itu, kita belajar bagaimana untuk bisa bangkit dan pulih. Dan sekarang, kita tahu bagaimana cara mencegah, mengobati dan menghadapinya.

Pengalaman ini mengajarkan kita untuk bisa melupakan sekaligus mengingat, dan bagaimana kita bisa membebaskan diri kita dari masa lalu yang buruk. Pernah menjadi seseorang yang bodoh karena cinta memang memalukan, tapi itulah awal dari sebuah pembelajaran.

Asalkan kita sepenuhnya menyadari, hal itu hanya bisa ditoleransi cukup sekali dalam seumur hidup kita. Jangan biarkan diri kita sendiri jatuh berkali-kali ke dalam lubang yang sama.