1. Biasakan diri menyapa ayah

Oke, jadi langkah pertama adalah biasakan diri menyapa ayah. Kalo ayah kalian kerja di luar, entah jadi apa saja, sebelum berangkat, kasih semangat ke ayah kamu. Jadilah anak gadis yang ceria, itu kunci pentingnya. Usahakan jangan keliatan canggung, rileks aja. Seolah kamu udah pernah ngelakuin itu sebelumnya, biar ayah kamu juga ikutan seneng trus kerjanya jadi semangat. Siapa tahu pas pulang kerja dibawakan hadiah, kan lumayan tuh.

2. Berbasa-basi dengan ayah

berbasa-basi dengan ayah via http://www.huffingtonpost.com

Langkah kedua, cobalah berbasa-basi dengan ayahmu. Sepulang kerja, kamu jangan diem aja ditempat. Buatkan kopi kek, mijit kakinya kek, pokoknya bergeraklah. Tunjukkan kalo kamu memang ingin lebih dekat dengan ayahmu. Ya meskipun reaksi ayahmu biasanya cuma senyum tipis atau parahnya cuma diliatin doang, itu sudah jauh lebih baik. Setidaknya kamu sudah berusaha.

3. Ajak bicara ringan

berbicara ringan dengan ayah itu perlu via http://www.annietaophotography.com

Advertisement

Langkah ketiga, kamu jangan langsung curhat perasaan kamu. Ajak dulu ayahmu bicara ringan. Seperti “Ayah, dulu gimana ayah sama ibu bisa nikah?” Nah! Ini nih. Terbukti ampuh untuk meruntuhkan sifat cuek ayah kalian. Kuncinya di langkah ketiga ini, kalian harus siap telinga. Jangan berharap kalian akan didengarkan kalau kalian tidak mau mendengarkan orang lain. Ini juga berlaku loh untuk ayah kalian.

Jadi langkah awal sebelum curhat, kamu harus mau dengerin ayah kalian curhat. Biarlah, kalau ayah kalian tiba-tiba nyeritain masa kecil, masa SMA, biarkan saja. Jangan dipotong. Kamu hanya harus pasang telinga dan berikan reaksi-reaksi yang bisa membuat ayah kamu merasa didengarkan. Cerita masa muda ayah kalian itu nggak ngebosenin loh, pasti kalian akan dibuat tercengang begitu denger ceritanya.

4. Curhatlah

curhat pada ayah soal perasaanmu via https://images.askmen.com

Dan akhirnya sampai juga di langkah terakhir. Curhatlah. Jangan merasa sungkan. Keluarkan semua unek-unekmu. Kamu ceritakan kalo kamu lagi galau atau lagi dibaperin sama cowok. Mungkin kamu akan melihat sekilas gurat kecut atau ngga suka di wajah ayahmu, tapi kalo ayahmu nggak bicara apa-apa, lanjutkan aja ceritanya. Terbuka sama ayah sendiri apa salahnya ‘kan? Nah, baru, setelah kamu selesai cerita, kamu dengarkan nasehat ayahmu.

Jangan malah nolak kalo diberi nasehat, salah tuh namanya. Hanya ayahmu yang akan memberimu saran tentang bagaimana memilih cowok yang tepat. Udahlah, jangan dianggap remeh, ayah tuh jauh lebih tahu tentang cowok daripada kalian, girls. Ngga kperlulah jauh-jauh nyari konselor atau penasehat cinta kalo kamu masih punya ayah.

5. Jangan sampai menyesal di akhir

dengarkan ayahmu via https://cadencechat.com

Gimana? Masih sungkan mau curhat ke ayah?

Haduh, jangan deh. Ntar kamu nyesel kalo udah nikah trus dibawa pergi dari orangtua. Hubungan yang baik itu diawali dari komunikasi yang baik. Nggak hanya berlaku ke teman, tetangga, saudara, masyarakat, tapi juga berlaku pada ayah dan ibumu. Bersyukurlah karena kamu masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk merasakan bagaimana rasanya memiliki ayah. Jadi, apakah kamu masih punya alasan untuk nggak curhat ke orangtua?