Matahari terbenam di balik gedung berlantai lima di kota seribu angkot, aku mulai mengingat tentang kita dulu. Ya, hanya kita yang tau. Aroma persahabatan yang kental seperti keluarga sendiri. Kita dulu pernah satu atap selama 6 tahun untuk menuntut ilmu bersama, tentu saja kenangan itu tak akan pernah sirna. Izinkan aku untuk mengenang sedikit masa – masa itu, masa remaja yang penuh suka dan duka.

Penjara suci, bukanlah sebuah penjara tempat para napi sungguhan. Itu hanyalah istilah dari kami para santri dengan menyebut nama lain dari pondok pesantren. DIsebut penjara karena kami tidak melakukan kegiatan di luar lingkungan pondok pesantren, suci karena kami di taruh di sana untuk belajar makna kehidupan yang didasari pendidikan agama.

 

1. Latihan buat berumah tangga dengan bangun pagi

eaaakkk, nyantri yuk via http://memecomicsantri.blogspot.co.id

Teruntuk sahabatku nun jauh di sana, masih ingatkah kamu ketika kita sama – sama terbangun dari tidur untuk sholat subuh berjama’ah? ketika adzan subuh berkumandang, kita berebut untuk mengambil air wudhu lalu berlari ke masjid supaya tidak tertinggal? karena kalau sampai imam selesai sholat, itu artinya kita tidak akan ikut berjama’ah dan pastinya mendapat hukuman karena tidak disiplin. Bukan sekali dua kali kita melakukan hal itu, bahkan sering kali karena jadwal tidur yang lebih sedikit di banding remaja umumnya. Bukan itu saja masalahnya, entah kenapa di pondok pesantren seringkali kekurangan air. Padahal warga sekitar tak pernah merasa begitu.

2. Hanya santri yang punya berbagai gaya tidur dengan posisi duduk

awas mas di siram air loh via https://www.brilio.net

Masih ingatkah kalian di saat belajar mengaji setelah sholat subuh? Sebenarnya hal itu adalah hal terberat di dalam pondok pesantren. Bayangkan saja, kami harus mengartikan kitab dan memahami isi kandungan dalam keadaan masih mengantuk. Pasti banyak yang tertidur saat itu, aku ingat benar. Bahkan ustadzah yang melihatnya pun sampai tertawa melihat tingkah konyol kami. Rasanya, hanya santri (sebutan untuk anak yang tinggal di pondok pesantren) yang bisa tidur dalam posisi duduk sempurna.

3. Antriannya panjang ya cyiiinn

Advertisement

tuhkan tidur mulu sih, antriannya di ambil orang deh via http://memecomicsantri.blogspot.co.id

Setelah itu kami diberi jeda untuk bersih – bersih hanya dalam waktu satu jam, dan dalam satu pondok pesantren hanya terdapat 20 kamar mandi dan 20 wc, sedangkan santrinya mencapai ratusan. Seringkali kami harus mengantri untuk mandi. Bahkan kami sampai menungguinya di depan pintu kamar mandi supaya antrian kami tidak hilang. Di situ kami terlatih untuk tidak bersikap egois (ya juga mana bisa mandi lama, pasti banyak yang neriakin) jadi kalau dihitung,kami hanya mandi sekitar 3 menit dan itu lebih dari cukup bagi kami (judulnya yang penting mandi sih).

A : mbak aku antri habis kamu ya mandinya
B : yah tapi habis aku si C yang antri duluan
A : ya udah mbak, aku dulu aja kan oranya ga ada hehe

4. Makan ga makan yang penting ngumpul

jangan rebutan ya mas via http://www.lomba.or.id

Ah, betapa banyaknya memori yang aku simpan tentang masa itu. Masa terindah karena bertemu dengan orang baru lintas daerah, tapi juga hal menyedihkan karena harus berpisah dengan orang tua, adik dan kakak. Kami di pondok pesantren di ajarkan untuk tidak arogan dengan peduli terhadap sesama. Ketika ada teman yang kehabisan uang, kami akan saling meminjamkan, ketika ada teman yang sakit kami akan bersama mengurusnya hingga sembuh. Betapa solid sekali kami dulu, bahkan kami semua berprinsip : barang yang kamu punya milik bersama. Hehe.

5. No gadget, please !

lebih baik ga bawa atau ga akan ada lagi hayoo? via https://www.brilio.net

Rasanya ingin kembali seperti dulu, bersama melaksanakan kewajiban. Sharing tentang berbagai macam ilmu. Di dalam pondok pesantren, tidak ada yang namanya gadget holic. Bahkan membawa hp yang tidak bisa mengakses internet pun di larang. Mungkin terlihat seperti kejam, tapi sekarang aku baru sadar, gunanya pelarangan gadget adalah supaya tidak terbawa arus pergaulan yang kurang baik, walau sebenarnya ada banyak juga manfaat positifnya.

6. kirimin aku setiap hari yaa guys

yuk al-Fatihah – an via http://sarungkyai.blogspot.co.id

Ingatlah teman, persahabatan kita tak akan pernah putus. Aku akan terus mendoakanmu dan ku harap kau pun mendoakanku. Tak ada hal yang lebih romantis bukan daripada sebuah doa? Kita hanya membisikkan di tanah tapi terdengar oleh langit. Sejauh apapun langkah kaki ini, kupastikan aku akan selalu mengingatmu. Teruslah berkarya sahabat, semoga kalian sukses dengan jalur yang kalian tempuh saat ini dan dapat memanfaatkan ilmu dengan sebaik- baiknya.