Halo ayah dan bunda yang baik, para calon orangtua dan juga kamu yangg masih berdoa menanti Tuhan meniupkan malaikat kecil ke dalam perutmu. Sebenarnya ada hal yang harus kamu pahami sebelum menjadi seorang orangtua (yang berarti mendapat titipan yang sangat berharga dari Tuhan), yaitu tentang bagaimana kamu bisa merawatnya, menjaganya dan juga membimbingnya. Mungkin ada banyak orang tua yang lupa sejenak karena kesibukan atau karena hal lain bahwa selama seorang anak berada di sisi kita, kita harus benar-benar ada untuknya. Bukan hanya tubuh kita, namun juga hati kita. Dengan kata lain, kita tidak hanya sekedar berkewajiban memberinya sandang, pangan dan juga papan! Lebih dalam lagi, anak butuh pendampingan secara psikologis dan intelektual. Seorang anak yang dekat dengan orangtuanya secara psikologis akan menjadi seseorang yang kuat secara mental jika ia telah dewasa nanti. Dan kabar baiknya, kita dapat mendidik psikologis anak dan sekaligus mendidik intelektualnya sejak dini. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, contohnya seperti berikut:

1. Membacakan buku cerita untuk anak

orang Tua yang Membimbing Anak untuk Memahami Isi Buku via http://www.pbs.org

Biasakan pada anak untuk mengenal buku sejak kecil, bahkan semenjak ia masih berada dalam kandungan. Hal ini melatih anak untuk lebih cepat mengenal kosakata, dan juga akan terjalin kedekatan antara orang tua dengan sang anak secara batin. Bagaimana dengan ayah? Apakah ayah juga perlu berkontribusi dalam hal ini? Ya, tentu saja!
Ada baiknya ayah dan bunda bergiliran untuk melakukan kegiatan ini. Biasanya anak akan sangat senang jika dibacakan buku cerita sebelum tidur. Buku yang dibacakan pun sebaiknya buku yang mendidik misalnya, buku tentang kisah-kisah keteladanan atau buku dongeng yang mengandung pesan moral.

2. Menemani anak ketika mereka bermain juga bisa dekatkan kalian secara psikologis

Ayah yang Menemani Anak Bermain via http://student.cnnindonesia.com

Anak akan sangat senang jika orangtuanya mau bergabung bermain dengan mereka. Hal ini membuat mereka merasa orangtuanya memberikan perhatian lebih. Dan berikan mainan yang edukatif kepada anak. Misalnya mainan yang berkaitan dengan huruf, bentuk binatang, macam-macam suara binatang, dll.
Jelaskan pada anak dan bimbinglah selama anak bermain. Selain itu jangan biarkan anak merasa sendiri ketika sedang bermain. Tetap ajaklah berinteraksi, dengan demikian anak juga akan belajar merespon apa yang kita ucapkan. Jika terpaksa kita tidak bisa menemaninya untuk bekerja atau sambil mengerjakanpekerjaan rumah, maka berpamitlah pada anak secara halus, dan jangan tiba-tiba meninggalkannya.

3. Untuk ibu yang bekerja, jangan lupa tanyakan kegiatan yang telah anak kerjakan hari ini

Advertisement

Tetap Memberikan Perhatian kepada Anak Meskipun Bekerja via http://www.vemine.com

Sebagai orangtua yang juga berkewajiban memenuhi kebutuhan sang anak, maka banyak pula para ibu yang memutuskan untuk bekerja. Jika kita tidak sempat menemani anak seharian dan hanya bertemu ketika pulang kerja saja, maka jangan lupakan sedikit perhatian untuk anak.
Sapalah anak, ajaklah anak untuk tetap berinteraksi. Peluklah ia, dan tanyakan apa saja yang ia lakukan hari ini. Dengan demikian anak akan tetap memiliki waktu berkualitas dengan orang tuanya. Sekaligus kita dapat memantau kondisi anak selama kita tidak berada di sampingnya dan melatih anak untuk bersikap terbuka terhadap kita.

4. Panggilah mereka dengan panggilan sayang; wah, so sweet banget!

The Way We Talk To Our Children Becomes Their Inner Voices via https://id.pinterest.com

Seorang anak, apalagi dalam usia emasnya akan sangat senang untuk menghapal bahkan meniru apapun yang orangtuanya lakukan atau ucapkan.
Biasakan mengucapkan kata-kata dan hal-hal yang baik kepada anak bahkan disaat kita marah.

Kalian pun bisa berikan panggilan sayang kepada anak, namun jangan merujuk pada panggilan yang berkonotasi merendahkan. Misalnya panggilan ‘Gendut’. Memang jika anak gendut akan terasa lucu ketika kita memanggilnya gendut. Namun hal tersebut tanpa sadar akan membentuk citra bawah sadar dari anak itu sendiri bahwa ia adalah seperti itu sampai ia besar nanti. Mengajarkan berkata-kata yang baik kepada anak itu adalah modal bagaimana anak kita akan membawa dirinya di masyarakat nanti.

5. Nah, lakukan ini jika anak berbuat suatu kesalahan

Kids Being Annoying via https://id.pinterest.com

Ada saja ya kelakuan yang bikin jengkel, namun sebelum kita marah, lihatlah diri sendiri. Berkacalah. Apa setiap anak membuat kesalahan kita memaksanya untuk tidak melakukannya lagi, namun kita tidak menjelaskan apa alasannya?
Setiap anak perlu mengetahui mengapa ia dilarang ini dan itu. Agar ia belajar memahami sebab dan akibat dari tindakan yang ia lakukan.

Apakah kita bahkan tidak bisa mengontrol diri dan meluapkan seluruh amarah setiap anak membuat kesalahan? Kita boleh memarahinya agar ia tahu kesalahannya, namun sebaiknya jangan sampai menjurus kepada kekerasan verbal dan fisik. Dan untuk mengimbangi itu semua, ketika anak melakukan sesuatu yang baik atau melakukan sesuatu yang berprestasi, hendaknya kita berikan apresiasi. Ini sangat penting karena jika hal ini dilakukan secara seimbang, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Begitu pula sebaliknya jika kita sering memarahinya tanpa memberinya apresiasi, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi pribadi yang minder atau pemberontak sekalipun.

6. Berikan pelukan terhangat kepada mereka setiap hari

Hug your Baby via https://id.pinterest.com

“Ayah dan bunda, peluk kami anakmu di saat kami menangis. Pelukan itu menghangatkan hati kami dan menentramkan. Sungguh kalian adalah orang hebat yang tercipta untuk menjadi pelindung bagi kami dari Tuhan!”

Mungkin anak-anak akan berbicara seperti itu jika mereka sangat mudah mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Menurut penelitian, seorang anak yang sering mendapat pelukan dari orangtuanya akan tumbuh menjadi anak yang tidak mudah stres. Dunia ini memang keras, tapi haruskah mereka mendapatkan kekerasan juga sejak ia berada di antara orang-orang terdekatnya?

Ada banyak keluarga yang masih menunggu anugerah yang terindah itu, namun ada yang sudah diberi tapi terlena ketika menjaganya. Jangan sampai kita seperti itu ya!

Anak-anak adalah benih yang sangat berharga. Jika kita membuat hati mereka dekat dengan kita sejak kecil, maka suatu saat nanti ketika kita sudah tua renta mereka tidak akan meninggalkan kita.

Jangan sampai kita serumah dengan anak-anak kita, namun kita seperti menganggapnya sebagai orang yang cuma numpang tidur, makan, nonton TV tanpa ada interaksi dan akhirnya ketika mereka sudah dewasa mereka lupa pada kita karena kita sendirilah yang mungkin tanpa sengaja membiasakannya sejak mereka masih kecil.

Anak kalian adalah cermin diri kalian.