Mahasiswi tingkat akhir memang memiliki keunikan cerita sendiri dibandingkan para cowok. Bagaimana tidak, meskipun dikenal sebagai makhluk multitasking, berperasaan dan telaten, wanita juga memiliki sisi hampa yang kadang tak berbatas saat pendamping hati tak berada di samping.

Mahasiswi skripsi memiliki musim tambahan selain gugur, semi, hujan dan kemarau yaitu musim galau dan musim baper. Di bawah tekanan deadline proposal, penelitian, seminar, dll mereka harus pandai-pandai mengatur waktu dan juga kesehatan. Bila titik akhir menejelang yudisium tiba, mulailah gejolak-gejolak baper dalam hati mereka yang masih sendiri. Apalagi menjelang wisuda lebih hebohlah mereka. Melihat teman-teman mereka yang wisuda duluan aja udah sedikit nyesek, apalagi melihat mereka yang wisuda duluan dan sudah memiliki pasangan. 

Wah enak ya dia udah dilamar sama pasangannya menjelang wisuda, aku kapan?

Mungkin lagu-lagu ini bisa membantumu untuk menyalurkan kebaperan serta kenyesekanmu itu.

 

1. Marry Your Daughter - Bryan McKnight

See in this box is a ring for your oldest, she's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
'Cause very soon I'm hoping that I...

Marry Your Daughter, make her my wife....

 

Kamu sangat berharap dia menemui Ayahmu saat-saat seperti ini, semester akhirlah. Bagaimana tidak, itu adalah tanda bahwa kesiapanmu setelah lulus untuk menjalin hubungan serius dengannya perlu diberi lampu hijau. Ekspetasi gila adalah ketika dia membawakan bunga untuk yudisium sekaligus sekotak cincin, kau taulah pasti itu untuk apa? 

2. Janji Suci - Yovie Nuno

Kamu yang kini sedang dalam hubungan berpacaran, dan di musim skripsi ini sangat ingin sekali bagimu mendengarnya menyanyikan lagu Janji Suci untuk kado wisuda. Yap, secara tak langsung semangat itu muncul dengan sendirinya untuk segera menyelesaikan skripsi.

Dengarkanlah... wanita pujaanku, malam ini akan kusampaikan

Janji suci satu untuk selamanya, dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin mempersuntingmu, tuk yang pertama dan terakhir....

3. Teman Hidup - Tulus

ablossomofblis.com

ablossomofblis.com via http://3.bp.blogspot.com

Meski harap-harap cemas, kau tetap memiliki keyakinan bahwa dia yang akan mendampingimu kelak di wisuda adalah teman hidup yang benar-benar menemanimu sepanjang hidup nantinya. Bila kau masih belum memilikinya di sampingmu saat ini, cukup sedih juga saat mendengar lagu ini dalam saat bahagia wisudamu

Tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku

Berdua kita hadapi dunia

Kau milikku milikmu, kita satukan tuju

Bersama arungi derasnya waktu

4. Beautiful in White - Shane Filan

ultimateusaweddings.com

ultimateusaweddings.com via http://ultimateusaweddings.com

Masih mau SEMPRO aja bayangannya udah nikah melulu. Membayangkan pelaminan nyatanya seperti suatu bayangan yang sering muncul dalam benak mahasiswi semester akhir. Tak dipungkiri memang faktor usia cukup menajdi pendorong pikiran tersebut. Saat mendengarkan lagunya shane filan ini, rasnaya pasti nyes banget di hati. Membayangkan kamu menjadi tokoh utama dalam lagu ini 

What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word

5. Pilihanku - Maliq & D'Essentials

lovethispic.com

lovethispic.com via http://www.lovethispic.com

Maukah kau tuk menjadi pilihanku

Menjadi yang terakhir dalam hidupku

Maukah kau tuk menjadi yang pertama

Yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata

Hai, bila akhir semster ini kau menginginkan kisah cinta yang sempurna finally ini adalah lagu yang mungkin bisa membuatmu baper sebelum wisuda.

 

Walaupun rata-rata mahasiswi skripsi baper karena skripsi yang sering revisi, baper karena hati yang tak kundung terisi, baper karena temen udah dilamar si doi, baper karena temen udah wisuda sendiri ataupun baper karena belum memiliki pendamping sampai wisuda nanti, haey Queen kamu bukan orang yang lemah hanya karena hal itu.

Ingatlah tujuan utamamu kuliah adalah prioritas untuk keluargamu terlebih orang tuamu yang membiayaimu studi selama ini. Masalah cinta, yakinlah ia akan datang pada waktu yang tepat. Bila semua ekspetasimu tentang cinta itu menjadi nyata, bersyukurlah mungkin itu cara Tuhan membuat hidupmu lebih indah.