Rumah bercat kuning di sebuah kota penghasil kopi, Sidikalang adalah tempat kita bertemu. Kita semua setuju rumah itu adalah tempat kos terbaik sepanjang masa. Kita setuju bahwa Menejz, lelaki penggemar Arsenal itu adalah bapak kos terbaik sepanjang masa. Bertahun-tahun berlalu dan kenangan itu masih tersimpan di hatiku. Jadi, aku ingin menyapa dan mengingatkan kalian lewat tulisan ini.

1. Setiap orang punya tanggung jawab masing-masing.

Ya, kita selalu menulis jadwal setiap minggu. Ada yang memasak, mencuci, menyapu, dan menyetrika. Kita mengerjakan semua hal di rumah itu dan kita selalu menikmatinya. Waktu mencuci adalah ajang untuk bermain air dan siram-siraman. Sedangkan memasak adalah ajang untuk berkreasi tanpa batas.

Beberapa dari kita sangat ahli dalam memasak. Sedangkan yang lain, sangat ahli menyajikan makanan dengan kreasi yang sangat menyeramkan. Sangat tidak enak! Beberapa dari kita menggoreng ikan seperti merebus sayur dan yang lain berhasil membuat nasi tasak tilu. Namun bapak kos kita yang baik hati, tidak marah. Mungkin dia maklum. Di usia belasan tahun adalah waktu yang tepat untuk berkreasi.

2. Si tukang rusuh di pagi hari.

Akan selalu ada trouble maker via http://www.digitaltrends.com

Advertisement

Pertengkaran di pagi hari adalah hal yang tidak terhindarkan. Apakah itu karena kamar mandi, memasak, merapikan kamar, dan banyak hal lagi. Belum lagi setiap pagi. Ada saja yang jahil membombardir kamar yang sudah dirapikan. Teriak-teriak dan kejar-kejaran sudah menjadi hal yang biasa di rumah. Tetapi kita tetap teman seperti biasa.

3. Kita belum cukup umur. Jadi, adegan mesra akan disensor.

Kita sudah biasa dengan sensor di kala nobar. Menejz akan menonton lebih dulu film yang akan diputar. Dia akan menghafal di mana saja adegan mesra dan menyuruh kita tutup mata. Sangat lucu memang. Terkadang dia menutup layar, infokus dengan tangannya.

"Belum waktunya kalian melihat ini," begitu selalu alasan beliau.

4. Bahkan ketika jatuh cinta, kau harus backstreet.

sembunyi-sembunyi aja via http://photos-b.ak.fbcdn.net

Menejz memang tidak pernah secara langsung melarang pacaran. Tetapi menyukai atau memiliki pacar adalah hal yang harus kau sembunyikan. Kalau sampai ketahuan, maka bersiaplah seisi rumah akan selalu mengejekmu 24 jam. Apapapun yang kau lakukan akan selalu dihubungkan dengan pacarmu. Bahkan mungkin namamu akan berganti menjadi nama pasanganmu.

5. Anehnya, mereka adalah mak comblang sejati.

mak comblang dan bapak comblang via https://grayrose.wordpress.com

Ya! Mereka, khususnya Menejz selalu menjodohkan setiap orang. Setiap hal yang salah, yang kita lakukan tidak pernah menjadi kesalahan kita karena nama orang lain yang selalu disebut.

6. Tiada hari yang kita lewati tanpa menahan sakit perut karena tertawa.

Ya! Menejz adalah pemain stand up comedy yang paling ahli membuat kita ngakak guling-guling. Jam makan malam kita selalu melewati batas karena kita lebih banyak bercerita lalu tertawa.

Hal lain yang kita lakukan adalah bercerita tentang hantu. Kita sepakat untuk menakut-nakuti salah satu anak kos yang sangat penakut. Ketika PLN memutuskan aliran listrik, kita akan bercerita tentang hantu lalu saling memberi kode lari dari dapur. Si adik itu tentu saja terkejut. Dia melompat dari kursi plastik. Kursinya langsung patah. Kita tertawa sampai sakit perut.

7. “Aku merindukan kalian!”

Aku merindukan kalian via https://www.facebook.com

Aku merindukan kalian, aku hanya ingin mengatakan itu.

Kita bertemu di suatu rumah yang sangat hangat menyambut kita, yang harus terpisah dari keluarga. Kita masih belasan tahun kala itu. Mengenakan seragam putih abu-abu dengan segala keoptimisan mengejar cita-cita. Terima kasih kepada rumah kuning dan lelaki penggemar Arsenal itu. Dia benar-benar mendidik.

"Vocabulary malam ini adalah down to earth," ujar beliau suatu waktu saat makan malam. Ya, kita kadang belajar bahasa Inggris bersama saat makan malam. Kita selalu mengingat kata ini, down to earth. Seperti dia yang selalu down to earth.