Aku begitu hafal bagaimana kau mengisi jemariku sesaat sebelum kau pergi bertugas. Hatiku seakan teriris ketika lagi-lagi lengkungan senyummu terlihat begitu nyata di bayangan. Bahkan hanya melewati tempat makan yang kita pernah sambangi pun, aku bisa menangis hanya karena ingin mengulang waktu.

Apa daya, kini kau sedang menjalankan tugasmu di luar sana. Bagaimanapun meninggalkanku menjadi suatu keharusan untukmu demi tugas dan masa depan yang ujung-ujungnya untuk kita. Bagaimanapun aku harus belajar menahan rindu ini dan berdamai dengannya. Selagi menunggumu pulang, hal-hal ini lah yang bisa mengobati rinduku yang kadang suka tak tahu diri membuncah seenak jidat. 

 

1. Ketika semua aspek yang kutemui berkaitan denganmu, pekerjaan adalah satu-satunya hal yang membuatku seakan lupa dengan rindu...

atas nama profesional aku seakan lupa dengan rindu yang sedang menggantung

atas nama profesional aku seakan lupa dengan rindu yang sedang menggantung via http://evoucher.co.id

Semenjak kepergianmu, aku adalah manusia yang paling tidak bisa berdamai dengan waktu kosong. Pekerjaan demi pekerjaan aku iyakan demi tak ada ruang untuk merasakan rindu yang menyiksa. Terkadang memang senyummu tiba-tiba muncul dan kembali mengiris hatiku, tapi pekerjaan mengembalikanku untuk profesional.

Aku begini bukannya ingin melupakanmu, bahkan menurutku ini adalah cara terbaikku menyayangimu. Kau selalu memperingatiku untuk jangan menyayangi apapun secara berlebihan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. 

2. Bahkan bermesraan dengan Tuhan menjadi kegiatan favorite untukku sekarang

Kerinduanku terbendung sudah ketika kuadukan semuanya kepadaNya

Kerinduanku terbendung sudah ketika kuadukan semuanya kepadaNya via http://konsultasisyariah.com

Kau memang betul sayang, hal terbaik mencintai seseorang selain menyelipkan namanya di hati tapi juga di dalam setiap bait doa yang dipanjatkan. Namamu kini tak pernah absen dalam list doaku.

Kau jangan cemburu ya karena kini aku begitu sering menangis dipelukan Tuhan hanya untuk sekedar bercerita bagaimana aku mengikat rindu ini kencang-kencang. Aku pun percaya bahwa penjagaan terbaik adalah penjagaan dari Tuhan. Dia Yang Maha Kuat akan menjagamu 24 jam walau aku tak di sisimu. 

3. Menyusun rangka kasih sayang dengan keluarga dan teman membuatku sadar jika tak hanya dirimu lah yang aku punya di dunia ini..

Bercengkrama dengan keluarga dan teman adalah obat yang paling manis kurasa

Bercengkrama dengan keluarga dan teman adalah obat yang paling manis kurasa via http://hipwee.com

Setelah berjibaku dengan padatnya pekerjaan, ruang kosong yang menghampiriku adalah akhir pekan. Tapi karena jarak kita ini lah aku kian sadar jika aku masih punya banyak orang untuk kusayangi layaknya aku menyayangimu. Menyusun kembali rangka kasih sayangku dengan keluarga dan teman-teman menjadi obat yang paling aku sukai rasanya.

Air mata  karena merindukanmu rasanya enggan sekali keluar ketika aku bersama mereka. Berterima kasihlah kepada mereka yang mampu menciptakan tawaku selagi kau tak bisa melakukannya untukku. Bagaimanapun kau dan mereka adalah satu paket kiriman terindah yang Tuhan berikan. 

4. Terkadang aku terlalu sibuk merasakan rindu tanpa tahu ternyata bahagia bisa kuciptakan sendiri...

Kegiatan demi kegiatan aku sambangi untuk meluapkan rindu

Kegiatan demi kegiatan aku sambangi untuk meluapkan rindu via http://discoveringwithdaisy.com

Bahagia bukan lagi pilihan tapi bahagia adalah keharusan, begitu katanya. Karena demi menahan rindu aku jadi termotivasi untuk membahagiakan diriku sendiri meski tanpamu. Melakukan hal-hal baru adalah salah satu hikmah yang bisa kuambil dari jarak yang membentang kita ini.

Kalau bukan karena sakitnya menahan rindu, aku tak akan termotivasi melakukan hal-hal tersebut. Ketika kau pulang nanti, kita punya sejuta list kegiatan yang pernah aku coba ketika merindukanmu. Kau siap-siap ya. 

5. Ketidakjangkauan kita membiarkanku tumbuh menjadi wanita yang pantas untukmu...

Rindu ini akan membuktikkan wanita yang pantas untukmu

Rindu ini akan membuktikkan wanita yang pantas untukmu via http://rebloggy.com

Karena jarak ini dan sulitnya kita tidak berkomunikasi mungkin bisa menjadi bahan pertimbanganmu untuk berpikir 'cuma aku wanita yang pantas'. Kesetiaan dan kesabaranku kian diuji dari hari ke hari demi menunggumu pulang dan kembali memelukku.

Beratus hari tanpamu membuatku tak pernah puas untuk belajar menjadi wanita yang pantas dan layak. Sibuk memperbaiki diri adalah target utamaku sebelum kau pulang. Melatih kesetiaan ketika ada saja laki-laki yang berniat mendekatiku atau kesabaran ketika kau begitu sulit kuhubungi adalah sekian hal yang harus aku hadapi.

Aku pun menjadi mampu bahkan sibuk menyelesaikan maslahku satu demi satu. Dan lagi-lagi kita, kau juga aku harus berterima kasih pada jarak ini. karena ia lah kita menjadi tahu hubungan seperti apa yang kita sedang perjuangkan ini.