Mungkin buat beberapa dari kita, merasa saat ini setiap nasihat dari orang tua berasa bikin telinga kita gerah, tapi ini yang akan kita rasakan saat semua nasehat itu ngga lagi bergema di telinga kita buat selamanya.

1. Sebenarnya kita merindukan sikap cerewet orang tua

Mungkin beberapa dari kita saat ini bakal menyangkal pernyataan ini, kok bisa kita sebenarnya kangen sama sikap “cerewet” orang tua kita? Yap, pernah kan sering kita dengar sebuah ungkapan, “Jika dekat bertengkar tapi jika jauh merindu”.

Apa yang seringkali kita rasakan setiap hari, seringkali membuat kita terbiasa atau malah balik membuat jenuh, sama hal nya kayak rutinitas yang kamu lakukan tiap hari, sesuatu yang monoton memang secara otomatis menimbulkan satu kejenuhan tersebdiri dalam pikiran dan hati kita. Itu kenapa saat mungkin suatu hari nanti orang tua kita udah nggak ada lagi di samping kita buat selamanya, bakal bikin satu rasa kehilangan terbesar, termasuk soal semua nasihat dan sikap mereka yang selama ini dianggap sebagai sebuah sikap “cerewet”

2. Bakal ada satu ruang di hati yang sebenarnya kosong, tapi kita cuma terlalu malu mengakuinya

Advertisement

Jika bisa di ibaratkan, ketika seseorang hadir di dalam kehidupan kita, hati dan pikiran dengan sendirinya memberi sebuah ruang-ruang untuk mereka tinggal di dalam nya, masing-masing orang menempati tempatnya sendiri-sendiri. Entah yang di alami pengalaman buruk atau pengalaman manis bersama orang-orang tersebut, tentu akan melekat selama kita hidup. Kepergian ataupun kehilangan sebuah kebiasaan atau sosok orang-orang ini, tentu juga akan ninggalin ruang kosong di hati kita.

Nggak beda halnya dengan semua nasihat dari orang tua yang selama ini kita anggap mungkin kalau orang tua itu cerewet, kebiasaan-kebiasaan itu saat sudah ngga bisa dirasakan lagi, juga bisa nyisain ruang kosong di hati kita, cuma karena ego terkadang beberapa dari kita masih terlalu sering mengakuinya walau itu hanya di dalam hati kalian sendiri.

3. Ngga ada lagi sosok secara nyata yang bisa lagi bisa kita andalkan

Kehilangan nasihat yang selama ini kita rasakan, berarti ikut kehilangan sosok yang bisa kalian andalkan. Memang beberapa dari kita tidak sadar, bahwa orang tua bagaimanapun kondisinya, apapun yang kita alami selama kita hidup bersama mereka, membuat mereka secara tidak langsung jadi sosok yang kita andalkan, sosok yang kita teladani.

Walau memang selama ini mungkin sudah banyak sekali nasihat yang kita terima dari orang tua, tapi tidak ada lagi sosok nyata seperti dulu, akan tetap membuat kita merasakan bahwa ternyata sejujurnya kita tetap merasa kehilangan.

So, buat kita yang masih punya orang tua, nikmati momen kebersamaan kalian, yang paling penting ambil segi positif nya aja, selama masih ada yang “cerewet” sama kita, banyak kasih kritik, nasihat dan masukan, itu semua semata-mata demi kebaikan kita di depan nanti. Mungkin kita emang belum ngerasain sekarang, tapi percaya deh, suatu hari kita kan benar-benar bersyukur karena kita sudah punya orang tua yang hebat dalam hidup kita 🙂

4. Merindukan apa yang ada di masa lalu dan berharap waktu bisa diulang

Jam pasir via http://kompasiana.com

Tidak ada yang pernah bisa mengulang waktu, seberapapun kita menginkannya, seberapapun kita mampu membayarnya. Karena ada hal-hal dalam hidup yang seharusnya tidak kita lewatkan begitu saja dengan percuma, salah satunya adalah waktu. Semua kenangan yang pernah dijalani bersama dengan orang tua, jadi satu hal yang paling ingin kamu ulang. Menyesal, menangis, berteriak tidak akan pernah membuat masa-masa itu kembali.

5. Merasa takut melangkah dan menghadapi dunia

Rasa ini sangat wajar terjadi, ketika selama ini selalu saja mengandalkan sosok orang tua. Sebetulnya banyak hal yang bisa kaita lakukan pasca mengalami masa kehilangan, toh saat kita lahir ke duinia, kita hanya sendiri, walau memang ada orang tua dan ekluarga yang seallu ada buat kita. Tapi itulah kehidupan, pada akhirnya kehidupan adalah soal perjuangan dan pertarungan diri kita masing-masing, hidup harus terus berjalan, memang langkah awalnya akan terasa sulit, tapi dari langkah awal itulah kehidupan dengan perjuanagn dan perjalanan baru dimulai.